Rabu, 23 September 2026
03:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Ilwala dan Watapi

Ilwala dan Watapi
इल्वल वातापि
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaIlwala dan Watapi
Ejaan Dewanagariइल्वल वातापि
Ejaan IASTIlvala Vātāpi
Kitab referensiMahabharata, Ramayana, Bhagawatapurana
Golonganasura

Ilwala (Dewanagari: इल्वल; ,IAST: Ilvala, इल्वल) dan Watapi (Dewanagari: वातापि; ,IAST: Vātāpi, वातापि) adalah sepasang asura bersaudara dalam mitologi Hindu. Kisah mereka tercatat dalam cerita berbingkai di Mahabharata. Dikisahkan bahwa mereka kerap menjalankan motif pembunuhan berantai yang sama terhadap kaum brahmana. Namun kejahatan mereka diakhiri oleh Resi Agastya.[1]

Legenda

Dalam Mahabharata bagian Wanaparwa, Resi Lomasa menceritakan legenda asura yang bernama Ilwala dan Watapi kepada pangeran Yudistira. Dikisahkan bahwa Ilwala dan Watapi adalah asura bersaudara. Ilwala si sulung dikatakan pernah memohon kepada seorang brahmana petapa agar dianugerahkan seorang putra yang kekuatannya setara Dewa Indra. Namun sang brahmana menolak permintaan itu sehingga Ilwala menjadi marah dan berniat membunuhnya. Tanpa sepengetahuan sang brahmana, Ilwala mengubah Watapi menjadi domba (atau kambing), memasak dagingnya, dan menyajikannya kepada sang brahmana. Setelah sang brahmana selesai makan, Ilwala segera memanggil-manggil Watapi. Hal itu menyebabkan daging Watapi―yang telah disantap sang brahmana―menyatu dan hidup kembali dari perut sang brahmana. Proses tersebut menyebabkan kematian yang sadis bagi sang brahmana.

Ilwala melakukan perbuatan tersebut beberapa kali terhadap para brahmana yang ditemuinya. Pada suatu hari, kedua bersaudara itu bertemu dengan Resi Agastya dan berniat menjalankan modus operandi yang sama. Meski Resi Agastya mengetahui niat jahat mereka, sang resi tidak ragu untuk menyantap daging Watapi. Sehabis makan, Ilwala memanggil-manggil Watapi seperti biasanya, tapi Watapi tidak kunjung bangkit dari perut Resi Agastya. Sang resi pun menjelaskan bahwa daging Watapi telah dicerna oleh perutnya secara cepat sampai tak bersisa lagi. Menyadari kesaktian sang resi, Ilwala ketakutan dan menyerah. Dia memberikan kesempatan kepada Agastya untuk meminta apa pun, demi menyenangkan hati sang resi. Agastya pun meminta sepuluh ribu sapi dan keping emas, serta kereta emas yang ditarik oleh dua kuda.[2][3]

Menurut versi Ramayana, Ilwala diceritakan menyerang Agastya setelah kematian saudaranya. Setelah itu, ia juga terbunuh oleh tatapan sang resi.[4]

Kitab Bhagawatapurana menyebutkan bahwa Ilwala mempunyai seorang putra bernama Balawala, yang biasa mengganggu para resi yang hadir di hutan Nemisa ketika mereka mendengarkan penuturan berbagai Purana dari Ugrasrawa. Dia dibunuh oleh Balarama (Baladewa) yang sedang melakukan ziarah.[5]

Referensi

  1. The Mahabharata: Volume 3 (dalam bahasa Inggris). Penguin Books India. Juli 2012. hlm. 77. ISBN 978-0-14-310015-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Vyasa's Mahabharatam (dalam bahasa Inggris). Academic Publishers. 2008. hlm. 236–237. ISBN 978-81-89781-68-2.
  3. Parmeshwaranand, Swami (2001). Encyclopaedic Dictionary of Puranas (dalam bahasa Inggris). Sarup & Sons. hlm. 5. ISBN 978-81-7625-226-3.
  4. Vālmīki; Venkatesananda, Swami (1988-01-01). The Concise Rāmāyaṇa of Vālmīki (dalam bahasa Inggris). SUNY Press. hlm. 131. ISBN 978-0-88706-862-1.
  5. Bhagavata Purana Skandha X Chapter 78.38-40, 79.1-7, Motilal Bansaridass Publishers Book 4 pages 1747, 1748
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan