Jumat, 16 Oktober 2026
01:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Idia

Idia

Bagikan:
250px-Afrikaabteilung_in_Ethnological_Museum_Berlin_29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratu Idia.

Ratu Idia adalah ibu kandung Esigie, Oba Benin yang berkuasa dari tahun 1504 hingga 1550. Ratu Idia berperan penting dalam membawa putranya ke tampuk kekuasaan. Ia telah dideskripsikan sebagai seorang prajurit[1] yang bertempur sebelum dan sesudah masa kekuasaan anaknya sebagai Oba (raja) suku Edo. Saat Oba Ozolua meninggal dunia, ia meninggalkan dua anak laki-laki yang kuat yang saling memperebutkan jabatan Oba. Esigie menguasai Kota Benin, sementara anak yang lain, Arhuaran, menguasai kota Udo yang terletak sejauh 30 km. Idia mengerahkan pasukan untuk mendukung Esigie dan mereka berhasil mengalahkan Arhuaran.

Seusai peristiwa ini, suku Igala mengirim prajurit menyeberangi Sungai Benue untuk mengambil alih wilayah utara Benin. Esigie berhasil mengalahkan suku Igala dan ibunya dianggap berjasa atas kemenangan tersebut[2] lewat nasihat politik dan kekuatan "sihir"nya.

Idia menjadi Iyoba (Ratu-Ibu) Benin pertama setelah diberi gelar tersebut oleh Esigie.[3]

Referensi

  1. ↑ Historical Dictionary of Nigeria By Toyin Falola, Ann Genova, hlm. 160
  2. ↑ Historical Dictionary of Nigeria By Toyin Falola, Ann Genova, hlm.160
  3. ↑ Guinea Coast, 1400–1600 A.D. | Timeline of Art History | The Metropolitan Museum of Art

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan