Minggu, 18 Oktober 2026
18:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Ibnu Asakir

Pemikir Muslim

Bagikan:
Infobox orangAl-Imam (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Ibnu Asakir
Biografi
Kelahiran13 September 1105 Suntingan nilai di Wikidata
Damaskus Suntingan nilai di Wikidata
Kematian25 Januari 1176 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (70 tahun)
Damaskus Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanBab as-Saghir Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanMadrasah Nizhamiyah Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiSejarah, Ulum hadis dan Asy'ariyah Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmuhaddits,teolog,pakar ilmu hukum,sejarawan,Faqih,pengelana Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariYusuf Hamdani, Abu al-Najib Suhrawardi (en) Terjemahkan, Алӣ ибни Абдурраҳмони Сурӣ, Абулфараҷи Арманозӣ dan Кофури Сурӣ Suntingan nilai di Wikidata
MuridIbnu as-Sam'ani dan Al-Qasim bin Asakir Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
AnakAl-Qasim bin Asakir Suntingan nilai di Wikidata

Abu al-Qasim Al-Hafidz Tsiqatuddin Ali bin Abi Muhammad al-Husain bin Hibatullah bin Abdullah bin al-Husain ad-Dimasyqi asy-Syafi'i (bahasa Arab:أبو القاسم الحافظ ثقة الدين علي بن أبي محمد الحسين بن هبة الله بن عبدالله بن الحسين الدمشقي الشافعي) atau lebih dikenal dengan Ibnu Asakir adalah seorang ulama hadits dan sejarawan[1] dari Syam.

Kehidupan

Ibnu Asakir lahir di Gaza pada bulan Muharram 499 H/13 September 1105. Ayahnya adalah seorang yang wara' dan mencintai ilmu dan majelis ulama. Sejak umur 6 tahun, ia sudah mempelajari hadits dari ayah dan saudaranya, setelah itu ia belajar ke banyak ulama di Damaskus, antara lain ia mempelajari Tarikh Shuwar karya Abu al-Faraj Ghaits bin Ali Ash-Shuri, sebagian kitab Talkhish al-Mutasyabih yang ditulis oleh al-Khatib al-Baghdadi, Abu Muhammad bin Al-Akfani, mempelajari kitab Al-Maghazi, karya Musa bin Aqabah. Juga mempelajari Al-Maghazi, karya Muhammad bin 'Arid, Al-Khulafa li ibnu Abi ad-Dunya.

Pandangan Ulama

Gurunya yang bernama Abu Al-Khatib Abu Al-Fadhl Ath-Thusi mengatakan, "Kami tidak mengetahui orang yang berhak mendapat gelar ini (maksudnya At-Hafizh) melainkan dia. Di Baghdad, ia diberi juiukan " Api" karena kecerdasan dan pemahamannya yang luar biasa. Tidak terkumpul pada guru-gurunya apa yang terkumpul padanya, yaitu selalu shalat jamaah dan berada di barisan terdepan selama empat puluh tahun, kecuali ada udzur yang tidak bisa ditinggalkan, terus beri'tikaf di masjid jami" sering bershadaqah, tidak tergiur dengan kemewahan duniawi dan tidak mau menerima jabatan keagamaan seperti imam shalat dan khutbah, setelah jabatan tersebut ditawarkan kepadanya."[2]

Ibnu Khallikan mengatakan, "Ibnu Asakir adalah ahli hadits negeri Syam pada masanya dan salah satu tokoh ulama Asy-Syafi'iyah. Ia menonjol dalam bidang hadits sehingga terkenal sebagai ahli hadits. Ia sangat gigih dalam mencari ilmu hadits sampai ia mengumpulkan apa yang tidak terkumput bagi selairurya. Ia banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah dan menemui ulama-ulama di daerah yang ia kunjungi. Teman seperjalanannya adalah Abu Said Abdul Karim bin As-Sam'ani. Ia adalah seorang yang hafal hadits, taat beragama dan mengumpulkan antara matan dan sanad."

Al-Hafizh Bahauddin Abu Muhammad Al-Qasim (anaknya Ibnu Asakir) mengatakan, "Ayahku bercerita kepadaku dengan mengatakan bahwa ketika ibuku sedang mengandungku, ibuku bermimpi melihat seorang lelaki yang berkata kepadanya, "Kamu akan mempunyai seorang anak lelaki yang mempunyai kelebihan. Apabila kamu sudah melahirkannya, maka bawalah ia ke goa Ad-Dam di gunung Qasiyun pada hari keempat puluh dari kelahirannya dan bershadaqahlah. Allah akan memberikan berkah kepadamu dan orang-orang Islam atas kelahiran anakmu."

Guru dan Muridnya

250px-Ibn_%27Asakir_stamp%2C_Syria%2C_1974.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perangko Ibnu Asakir di Suriah tahun 1974.

Guru-gurunya yaitu Abu Al-Qasim bin Al-Hushairu Abu Al-Hasan Ad-Dainuri, Abu Al-lz bin Kadisy Abu Ghalib bin Al-Banna', Abu Abdillah Al-Bari', AlQadhi Al-Maristan dan ulama yang semasa dengan meraka di Baghdad. Ia juga berguru kepada Abdullah bin Muhammad Al-Ghazzal Di Makkah, Umar bin Ibrahim Az-Zaidi di Kufah, Abu Abdillah Al-Azawi, Hibatullah bin As-Sayyidi, Abdul Mun'im bin Al-Qusyairi dan ulama yang semasa dengan mereka di Naisabur, Yusuf bin Ayyub Al-Hamadzani Az-Zahid di Marwa, Tamim bin Abi Said Al-Jurjani dan ulama yang semasa dengannya di Harah dan provinsi Al-Arbain Al-Buldaniyah. Jumlah gurunya lebih dari seribu tiga ratus lelaki dan delapan puluh perempuan.[2]

Murid-muridnya yaitu Murid-muridnya adalah Ma'mar bin Al-Fakhir, Abu Al-Alla Al-Hamadzani, Abu Sa'ad As-Sam'ani, Al-Qasim (anaknya), Abu Ja'far Al-Qurthubi,Zain Al-Umana' Abu Al-Barakat bin Asakir dan saudaranya, Syaikh Fakhruddin, keponakannya, Izzuddin An-Nassabah, Al-Hafizh Abdul Qadir Ar-Rahawi, Abu Al-Qasim bin Shashri, Yunus bin Muhammad Al-Fariqi Al-Khatib.

Karya-karya

page1-250px-Al-Juz%CA%BC..._min_kit%C4%81b_T%C4%81r%C4%ABkh_mad%C4%ABnat_Dimashq_%28IA_ldpd_14734831_000%29.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kitab Tarikh Damsyiq karya Ibnu Asakir.

Berikut ini daftar karya-karya Ibnu Asakir:[3]

  1. At-Tarikh al-Kabir li Dimasyq, lebih dikenal dengan nama Tarikh Dimasyq, dalam 70 atau 80 jilid, 16.000 lembar
  2. Al-Arba'un al-Buldaniyyah atau Arba'in al-Buldan
  3. Al-Arba'un fi al-Hatsi 'ala al-Jihad atau Al-Ijtihad fi Iqamati Fardhi al-Jihad
  4. Kasyfu al-Mughaththa fi Fadhli al-Muwaththa
  5. Ta'ziyatu al-Muslim
  6. Al-Arba'un Haditsan min al-Musawamah atau Arba'un al-Musawamah
  7. Ithaf az-Zair
  8. Arba'un Haditsan bin Arba'in Syaikhan min Arba'in Madinah Al-Arba'un ath-Thiwal, dalam tiga bagian
  9. Arba'in al-Mushafahat
  10. Al-Ahadits al-Khumasiyat wa Akhbar Ibnu Abi ad-Dunya
  11. Al-Ahadits al-Mutakhayyarah fi Fadhaili al-Asyrah, dalam dua bagian
  12. Akhbar Abi 'Amru al-Aura'i
  13. Al-Asyraf 'ala Ma'rifati al-Athraf fi al-Hadits, dalam empat jilid
  14. Aamaalii fi al-Hadits
  15. Tarikh al-Mizzah
  16. At-Tali li Hadits Malik al-'Aali
  17. Tibyaan al-Wahmi wa at-Takhlith al-Waqi' fi Hadits al-Athith
  18. Tabyiin al-Imtinaan bi al-Amri bi al-Khitaan
  19. Tabyiin Kadbi al-Muftari fiimaa Nusiba ila al-A'syari atau Tabyiin Kadbi al-Muftari fiimaa Nasabi ilaa Abi Musa al-Asy'arii
  20. Tsawaab ash-Shabr al-Mushaab bi al-Walad
  21. Juz'u Hadits al-Hubuth
  22. Juz'u Kufru Sausah
  23. Az-Zuhadah fi badzli asy-Syahadah, daalam satu jilid
  24. Suba'iyyat fi al-Hadits
  25. 'Awaalii Syu'bah, dalam satu jilid
  26. 'Awaalii ats-Tsauri, dalam satu jilid
  27. 'Awaalii Malik fi al-Hadits, dalam lima puluh bagian
  28. Gharaibu Malik, dalam sepuluh bagian
  29. Fadhlu Ashabi al-Hadits
  30. Fadhlu al-Jumratain
  31. Fadhlu ar-Rabwah
  32. Fadhlu 'Asyura`
  33. Fadhlu 'Asqalan
  34. Fadhlu Maqaami Ibraahim
  35. Al-Qaulu fi al-Jumlati al-Asanid fi Hadits al-Muayyid
  36. Kitab al-I'tizaz bi al-Hijrah, merupakan Kitab Hadits Sudasiyyat
  37. Kitab al-Musalsalat, dalam sepuluh bagian
  38. Kitab al-Mu'jam liman Sami'a minhu wa Ajaaza lahu
  39. Fadhlu al-Kiram 'ala Ahli al-Haram
  40. Fadhail ash-Shiddiq
  41. Kitab al-Ibdal, buku ini tidak selesai penulisannya
  42. Kitab Al-`Uzlah
  43. Kasyfu al-Mughtha fi Fadhli al-Muwaththa`
  44. Musnad Abi Hanifah
  45. Musnad Ahli Darya, dalam satu jilid
  46. Musnad Makhul
  47. Al-Mushab bi al-Waladain, merupakan dua bagian dari buku Mu'jam ash-Shahabah
  48. Mu'jam an-Niswan
  49. Manaqib asy-Syabban, dalam lima belas bagian
  50. Man Waafaqat Kunyatuhu Kunyata Zaujatuhu, dalam satu jilid
  51. Al-Muwaafaqat 'ala al-Aimmati ats-Tsalaats ats-Tsiqaat fi al-Hadits, dalam enam jilid
  52. Tasyrif Yaumi al-Jum'ah, dalam tujuh bagian'
  53. Taqwiyatu al-Minah 'ala insya'i Daari as-Sunnah
  54. Al-Iqtidaa'u bi ash-Shaadiq fii Haufari al-Khandaq
  55. Takmiil al-Inshaf wa al-`Adl bi Ta'jiili al-Is'aaf bi al-`Uzali, merupakan Tahdzib dari Al-Multamis min al-'Awali karya Imam Malik bin Anas, dalam tiga puluh satu bagian
  56. Raf'u at-Takhlith 'an Haditsi al-Athith Dzakara al-Bayaan min Fadhli Kitaabati al-Qur'aan Daf'u at-Tatsrib 'ala Man Fassara Ma'na at-Tastwib
  57. Huluulu al-Mihnah bi Hushuuli al-Ibnah
  58. Al-Jawahir wa al-La'ali fii al-Ibdaal wa al-'Awaali
  59. Al-Jawaab

Kematian

250px-%D9%82%D8%A8%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D9%81%D8%B8_%D8%A7%D8%A8%D9%86_%D8%B9%D8%B3%D8%A7%D9%83%D8%B1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Ibnu Asakir.

Ibnu Asakir meninggal pada malam Senin tanggal 11 bulan Rajab tahun 571 Hijriyah / 1176 M. Ikut menshalati jenazahnya Al-Qutb An-Naisaburi dan sultan Shalahuddin. Ia dimakarnkan di samping makam ayahnya di kuburan Bab Ash-Shaghir.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "IBN `ASAKIR". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-03. Diakses tanggal 2014-03-07.
  2. 1 2 3 Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692
  3. ↑ (Indonesia) Haji Halifah dan Ismail Basa al-Bagdadi Kasf al-Zunun, Idah al-Maknun, Hadiyyat al-'Arifin, Jilid VI. Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Lebanon. Cetakan Pertama, 2008.

Pranala luar

Abad ke-3 H
Imam Asy-Syafi'i (wafat 204 H)  • Imam Ahmad (wafat 241 H)  • Imam Bukhari (wafat 256 H)  • Imam Abu Dawud (wafat 275 H)  • Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H)  • Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 298 H)
Abad ke-4 H
Imam An-Nasa'i (wafat 303 H)  • Abu Hasan al Asy'ari (wafat 324 H)  • Ibnul Haddad (wafat 345 H)  • Ar-Razi (wafat 347 H)  • Ibnul Qathan (wafat 359 H)  • Ibnul Bahran (wafat 361 H)  • Al-Qaffal al-Kabir (wafat 366 H)  • Ad-Daruquthni (wafat 385 H)  • Al-Isma'ili (wafat 392 H)  • Al-Qadhi Al-Jurjani (wafat 392 H)  • As-Susi (wafat 396 H)  • Ibnu Laal (wafat 398 H)
Abad ke-5 H
Al-Lalika'i (wafat 416 H)  • Al-Mawardi (wafat 450 H)  • Imam Al-Baihaqi (wafat 458 H)
Abad ke-6 H
Imam Al-Ghazali (wafat 505 H)  • Imam Al-Baghawi (wafat 516 H)  • Ibnu Asakir (wafat 576 H)  • Abu Syuja (wafat 593 H)
Abad ke-7 H
Al-Mundziri (wafat 656 H)  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H)  • Imam Ar-Rafi'i (wafat 623 H)  • Ibnu Malik (wafat 672 H)  • Al-Baidhawi (wafat 691 H)  • Syaikh Ibrahim ad Dasuqi (wafat 696 H)  • Izzuddin bin Abdussalam (wafat 660 H)
Abad ke-8 H
Ibnu Katsir (wafat 774 H)  • Ibnu Daqiq al-Ied (wafat 702 H)  • Quthbuddin asy-Syirazi (wafat 710 H)  • Taqiyuddin as-Subki (wafat 756 H)  • Az-Zarkasyi (wafat 794 H)
Abad ke-9 H
Ibnu Al-Mulaqqin (wafat 804 H)  • Ibnu Ruslan (wafat 844 H)  • Ibnu Hajar Al 'Asqalani (wafat 852 H)  • Jalaluddin al-Mahalli (wafat 864 H)  • Imamul Kamiliyah (wafat 874 H)
Abad ke-10 H
Jamaluddin An-Nasyiri (wafat 911 H)  • Imam As-Suyuthi (wafat 911 H)  • Jalaluddin al-Karaki (wafat 912 H)  • Ibnu Abi Syarif (wafat 923 H)  • Abul Fatah al-Mishri (wafat 963 H)  • Hasanuddin (wafat 964 H)  • Ibnu Qassim al-'Ubaidi (wafat 994 H)  • Mirza Makhdum (wafat 995 H)
Abad ke-11 H
Nuruddin al-Raniri (wafat 1068 H)  • Syamsuddin as-Syaubari (wafat 1069 H)  • Syihabuddin al-Qaliyubi (wafat 1070 H)  • Abdul Birri al-Ajhuri (wafat 1070 H)  • Al-'Urdli (wafat 1071 H)  • Ibnu Jamal al-Makki (wafat 1072 H)  • Al-Qinai (wafat 1073 H)  • Ibrahim al-Marhumi (wafat 1073 H)  • Muhammad al-Bathini (wafat 1075 H)  • Muhammad al-Kurani (wafat 1078 H)  • Ibrahim al-Maimuni (wafat 1079 H)  • Abdul Qadir as-Shafuri (wafat 1081 H)  • Ibnu Jam'an (wafat 1083 H)  • Ibrahim al-Khiyari (wafat 1083 H)  • Al Kurdi (wafat 1084 H)  • 'Al al-Ayyubi (wafat 1086 H)  • Muhammad al-Bakri (wafat 1087 H)  • Abdul Rauf al-Fanshuri (wafat 1094 H)
Abad ke-12 H
Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1123 H)  • Muhammad al-Kurani (wafat 1145 H)  • Al 'Ajaluni (wafat 1148 H)  • Hasan al-Bani (wafat 1148 H)  • As-Safar Jalani (wafat 1150 H)  • Ad-Diri (wafat 1151 H)  • As-Suwaidi (wafat 1143 H)  • Zainuddin ad-Dirbi (wafat 1155 H)  • Al-Busthami (wafat 1157 H)  • Athaulah al-Azhari (wafat 1161 H)
Abad ke-13 H
Abdus Shamad al-Falimbani (wafat 1203 H)  • Muhammad Arsyad al-Banjari (wafat 1227 H)  • Al-Yamani (wafat 1201 H)  • Ahmad al-Khalifi (wafat 1209 H)  • Al-Baithusyi (wafat 1211 H)  • At-Takriti (wafat 1211 H)  • Ibnu Jauhari (wafat 1215 H)  •Ad-Damanhuri (wafat 1221 H)
Abad ke-14 H
Abdul Karim Tebuwung (wafat 1313 H)  • Nawawi al-Bantani (wafat 1315 H)  • Ahmad Khatib al-Minangkabawi (wafat 1334 H)  • Muhammad Saad Munqa (wafat 1339 H)  • Syeikh Muhammad Saleh al-Minankabawi (wafat 1351 H)  • Syeikh Khatib 'Ali (wafat 1353 H)  • Muhammad Jamil Jaho (wafat 1360 H)  • Hasjim Asy'ari (wafat 1367 H)  • Abdul Wahid Tabek Gadang (wafat 1369 H)  • Musthafa Husein al-Mandili (wafat 1370 H)  • Dimyathi Syafi'ie (wafat 1378 H)  • Abdul Qadir bin Abdul Mutalib al-Mandili (wafat 1385 H)  • Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (wafat 1388 H)  • Habib Salim bin Djindan (wafat 1389 H)  • Sulaiman ar-Rasuli (wafat 1390 H)  • Abdul Wahab Hasbullah (wafat 1391 H)  • Al-Habib Ali bin Husein al-Attas (wafat 1396 H)
Abad ke-15 H
Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani (wafat 1410 H)  • Muhammad Zaini Abdul Ghani (wafat 1426 H)  • Al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa (wafat 1434 H)  • Sahal Mahfudz (wafat 1435 H)  • Wahbah al-Zuhayli (wafat 1436 H)
Cetak tebal adalah yang sangat terkemuka di zamannya, metode penentuan abad seorang ulama dengan tahun kematiannya, Lihat Panduan Penggunaan
Sejarawan
Abad ke-7
Abad ke-8
Abad ke-9
Abad ke-10
Abad ke-11
Arab
Persia
Abad ke-12
Arab
Persia
Abad ke-13
Arab
Persia
Abad ke-14
Arab
Persia
Abad ke-15
Arab
Persia
Abad ke-16
Arab
Persia
Abad ke-17
Arab
Persia
Abad ke-18
Arab
Persia
Abad ke-19
Arab
Persia
Karya terkenal
Konsep
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan