| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 13 September 1105 Damaskus |
| Kematian | 25 Januari 1176 (Kalender Masehi Gregorius) Damaskus |
| Tempat pemakaman | Bab as-Saghir |
| Data pribadi | |
| Agama | Islām |
| Pendidikan | Madrasah Nizhamiyah |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Sejarah, Ulum hadis dan Asy'ariyah |
| Pekerjaan | muhaddits,teolog,pakar ilmu hukum,sejarawan,Faqih,pengelana |
| Murid dari | Yusuf Hamdani, Abu al-Najib Suhrawardi (en) |
| Murid | Ibnu as-Sam'ani dan Al-Qasim bin Asakir |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
| Keluarga | |
| Anak | Al-Qasim bin Asakir |
Abu al-Qasim Al-Hafidz Tsiqatuddin Ali bin Abi Muhammad al-Husain bin Hibatullah bin Abdullah bin al-Husain ad-Dimasyqi asy-Syafi'i (bahasa Arab:أبو القاسم الحافظ ثقة الدين علي بن أبي محمد الحسين بن هبة الله بن عبدالله بن الحسين الدمشقي الشافعي) atau lebih dikenal dengan Ibnu Asakir adalah seorang ulama hadits dan sejarawan[1] dari Syam.
Kehidupan
Ibnu Asakir lahir di Gaza pada bulan Muharram 499 H/13 September 1105. Ayahnya adalah seorang yang wara' dan mencintai ilmu dan majelis ulama. Sejak umur 6 tahun, ia sudah mempelajari hadits dari ayah dan saudaranya, setelah itu ia belajar ke banyak ulama di Damaskus, antara lain ia mempelajari Tarikh Shuwar karya Abu al-Faraj Ghaits bin Ali Ash-Shuri, sebagian kitab Talkhish al-Mutasyabih yang ditulis oleh al-Khatib al-Baghdadi, Abu Muhammad bin Al-Akfani, mempelajari kitab Al-Maghazi, karya Musa bin Aqabah. Juga mempelajari Al-Maghazi, karya Muhammad bin 'Arid, Al-Khulafa li ibnu Abi ad-Dunya.
Pandangan Ulama
Gurunya yang bernama Abu Al-Khatib Abu Al-Fadhl Ath-Thusi mengatakan, "Kami tidak mengetahui orang yang berhak mendapat gelar ini (maksudnya At-Hafizh) melainkan dia. Di Baghdad, ia diberi juiukan " Api" karena kecerdasan dan pemahamannya yang luar biasa. Tidak terkumpul pada guru-gurunya apa yang terkumpul padanya, yaitu selalu shalat jamaah dan berada di barisan terdepan selama empat puluh tahun, kecuali ada udzur yang tidak bisa ditinggalkan, terus beri'tikaf di masjid jami" sering bershadaqah, tidak tergiur dengan kemewahan duniawi dan tidak mau menerima jabatan keagamaan seperti imam shalat dan khutbah, setelah jabatan tersebut ditawarkan kepadanya."[2]
Ibnu Khallikan mengatakan, "Ibnu Asakir adalah ahli hadits negeri Syam pada masanya dan salah satu tokoh ulama Asy-Syafi'iyah. Ia menonjol dalam bidang hadits sehingga terkenal sebagai ahli hadits. Ia sangat gigih dalam mencari ilmu hadits sampai ia mengumpulkan apa yang tidak terkumput bagi selairurya. Ia banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah dan menemui ulama-ulama di daerah yang ia kunjungi. Teman seperjalanannya adalah Abu Said Abdul Karim bin As-Sam'ani. Ia adalah seorang yang hafal hadits, taat beragama dan mengumpulkan antara matan dan sanad."
Al-Hafizh Bahauddin Abu Muhammad Al-Qasim (anaknya Ibnu Asakir) mengatakan, "Ayahku bercerita kepadaku dengan mengatakan bahwa ketika ibuku sedang mengandungku, ibuku bermimpi melihat seorang lelaki yang berkata kepadanya, "Kamu akan mempunyai seorang anak lelaki yang mempunyai kelebihan. Apabila kamu sudah melahirkannya, maka bawalah ia ke goa Ad-Dam di gunung Qasiyun pada hari keempat puluh dari kelahirannya dan bershadaqahlah. Allah akan memberikan berkah kepadamu dan orang-orang Islam atas kelahiran anakmu."
Guru dan Muridnya

Guru-gurunya yaitu Abu Al-Qasim bin Al-Hushairu Abu Al-Hasan Ad-Dainuri, Abu Al-lz bin Kadisy Abu Ghalib bin Al-Banna', Abu Abdillah Al-Bari', AlQadhi Al-Maristan dan ulama yang semasa dengan meraka di Baghdad. Ia juga berguru kepada Abdullah bin Muhammad Al-Ghazzal Di Makkah, Umar bin Ibrahim Az-Zaidi di Kufah, Abu Abdillah Al-Azawi, Hibatullah bin As-Sayyidi, Abdul Mun'im bin Al-Qusyairi dan ulama yang semasa dengan mereka di Naisabur, Yusuf bin Ayyub Al-Hamadzani Az-Zahid di Marwa, Tamim bin Abi Said Al-Jurjani dan ulama yang semasa dengannya di Harah dan provinsi Al-Arbain Al-Buldaniyah. Jumlah gurunya lebih dari seribu tiga ratus lelaki dan delapan puluh perempuan.[2]
Murid-muridnya yaitu Murid-muridnya adalah Ma'mar bin Al-Fakhir, Abu Al-Alla Al-Hamadzani, Abu Sa'ad As-Sam'ani, Al-Qasim (anaknya), Abu Ja'far Al-Qurthubi,Zain Al-Umana' Abu Al-Barakat bin Asakir dan saudaranya, Syaikh Fakhruddin, keponakannya, Izzuddin An-Nassabah, Al-Hafizh Abdul Qadir Ar-Rahawi, Abu Al-Qasim bin Shashri, Yunus bin Muhammad Al-Fariqi Al-Khatib.
Karya-karya

Berikut ini daftar karya-karya Ibnu Asakir:[3]
- At-Tarikh al-Kabir li Dimasyq, lebih dikenal dengan nama Tarikh Dimasyq, dalam 70 atau 80 jilid, 16.000 lembar
- Al-Arba'un al-Buldaniyyah atau Arba'in al-Buldan
- Al-Arba'un fi al-Hatsi 'ala al-Jihad atau Al-Ijtihad fi Iqamati Fardhi al-Jihad
- Kasyfu al-Mughaththa fi Fadhli al-Muwaththa
- Ta'ziyatu al-Muslim
- Al-Arba'un Haditsan min al-Musawamah atau Arba'un al-Musawamah
- Ithaf az-Zair
- Arba'un Haditsan bin Arba'in Syaikhan min Arba'in Madinah Al-Arba'un ath-Thiwal, dalam tiga bagian
- Arba'in al-Mushafahat
- Al-Ahadits al-Khumasiyat wa Akhbar Ibnu Abi ad-Dunya
- Al-Ahadits al-Mutakhayyarah fi Fadhaili al-Asyrah, dalam dua bagian
- Akhbar Abi 'Amru al-Aura'i
- Al-Asyraf 'ala Ma'rifati al-Athraf fi al-Hadits, dalam empat jilid
- Aamaalii fi al-Hadits
- Tarikh al-Mizzah
- At-Tali li Hadits Malik al-'Aali
- Tibyaan al-Wahmi wa at-Takhlith al-Waqi' fi Hadits al-Athith
- Tabyiin al-Imtinaan bi al-Amri bi al-Khitaan
- Tabyiin Kadbi al-Muftari fiimaa Nusiba ila al-A'syari atau Tabyiin Kadbi al-Muftari fiimaa Nasabi ilaa Abi Musa al-Asy'arii
- Tsawaab ash-Shabr al-Mushaab bi al-Walad
- Juz'u Hadits al-Hubuth
- Juz'u Kufru Sausah
- Az-Zuhadah fi badzli asy-Syahadah, daalam satu jilid
- Suba'iyyat fi al-Hadits
- 'Awaalii Syu'bah, dalam satu jilid
- 'Awaalii ats-Tsauri, dalam satu jilid
- 'Awaalii Malik fi al-Hadits, dalam lima puluh bagian
- Gharaibu Malik, dalam sepuluh bagian
- Fadhlu Ashabi al-Hadits
- Fadhlu al-Jumratain
- Fadhlu ar-Rabwah
- Fadhlu 'Asyura`
- Fadhlu 'Asqalan
- Fadhlu Maqaami Ibraahim
- Al-Qaulu fi al-Jumlati al-Asanid fi Hadits al-Muayyid
- Kitab al-I'tizaz bi al-Hijrah, merupakan Kitab Hadits Sudasiyyat
- Kitab al-Musalsalat, dalam sepuluh bagian
- Kitab al-Mu'jam liman Sami'a minhu wa Ajaaza lahu
- Fadhlu al-Kiram 'ala Ahli al-Haram
- Fadhail ash-Shiddiq
- Kitab al-Ibdal, buku ini tidak selesai penulisannya
- Kitab Al-`Uzlah
- Kasyfu al-Mughtha fi Fadhli al-Muwaththa`
- Musnad Abi Hanifah
- Musnad Ahli Darya, dalam satu jilid
- Musnad Makhul
- Al-Mushab bi al-Waladain, merupakan dua bagian dari buku Mu'jam ash-Shahabah
- Mu'jam an-Niswan
- Manaqib asy-Syabban, dalam lima belas bagian
- Man Waafaqat Kunyatuhu Kunyata Zaujatuhu, dalam satu jilid
- Al-Muwaafaqat 'ala al-Aimmati ats-Tsalaats ats-Tsiqaat fi al-Hadits, dalam enam jilid
- Tasyrif Yaumi al-Jum'ah, dalam tujuh bagian'
- Taqwiyatu al-Minah 'ala insya'i Daari as-Sunnah
- Al-Iqtidaa'u bi ash-Shaadiq fii Haufari al-Khandaq
- Takmiil al-Inshaf wa al-`Adl bi Ta'jiili al-Is'aaf bi al-`Uzali, merupakan Tahdzib dari Al-Multamis min al-'Awali karya Imam Malik bin Anas, dalam tiga puluh satu bagian
- Raf'u at-Takhlith 'an Haditsi al-Athith Dzakara al-Bayaan min Fadhli Kitaabati al-Qur'aan Daf'u at-Tatsrib 'ala Man Fassara Ma'na at-Tastwib
- Huluulu al-Mihnah bi Hushuuli al-Ibnah
- Al-Jawahir wa al-La'ali fii al-Ibdaal wa al-'Awaali
- Al-Jawaab
Kematian

Ibnu Asakir meninggal pada malam Senin tanggal 11 bulan Rajab tahun 571 Hijriyah / 1176 M. Ikut menshalati jenazahnya Al-Qutb An-Naisaburi dan sultan Shalahuddin. Ia dimakarnkan di samping makam ayahnya di kuburan Bab Ash-Shaghir.[2]
Lihat pula
Referensi
- ↑ "IBN `ASAKIR". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-03. Diakses tanggal 2014-03-07.
- 1 2 3 Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692
- ↑ (Indonesia) Haji Halifah dan Ismail Basa al-Bagdadi Kasf al-Zunun, Idah al-Maknun, Hadiyyat al-'Arifin, Jilid VI. Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Lebanon. Cetakan Pertama, 2008.
Pranala luar
| Abad ke-3 H | Imam Asy-Syafi'i (wafat 204 H) • Imam Ahmad (wafat 241 H) • Imam Bukhari (wafat 256 H) • Imam Abu Dawud (wafat 275 H) • Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H) • Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 298 H) |
|---|---|
| Abad ke-4 H | Imam An-Nasa'i (wafat 303 H) • Abu Hasan al Asy'ari (wafat 324 H) • Ibnul Haddad (wafat 345 H) • Ar-Razi (wafat 347 H) • Ibnul Qathan (wafat 359 H) • Ibnul Bahran (wafat 361 H) • Al-Qaffal al-Kabir (wafat 366 H) • Ad-Daruquthni (wafat 385 H) • Al-Isma'ili (wafat 392 H) • Al-Qadhi Al-Jurjani (wafat 392 H) • As-Susi (wafat 396 H) • Ibnu Laal (wafat 398 H) |
| Abad ke-5 H | |
| Abad ke-6 H | Imam Al-Ghazali (wafat 505 H) • Imam Al-Baghawi (wafat 516 H) • Ibnu Asakir (wafat 576 H) • Abu Syuja (wafat 593 H) |
| Abad ke-7 H | Al-Mundziri (wafat 656 H) • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) • Imam Ar-Rafi'i (wafat 623 H) • Ibnu Malik (wafat 672 H) • Al-Baidhawi (wafat 691 H) • Syaikh Ibrahim ad Dasuqi (wafat 696 H) • Izzuddin bin Abdussalam (wafat 660 H) |
| Abad ke-8 H | Ibnu Katsir (wafat 774 H) • Ibnu Daqiq al-Ied (wafat 702 H) • Quthbuddin asy-Syirazi (wafat 710 H) • Taqiyuddin as-Subki (wafat 756 H) • Az-Zarkasyi (wafat 794 H) |
| Abad ke-9 H | Ibnu Al-Mulaqqin (wafat 804 H) • Ibnu Ruslan (wafat 844 H) • Ibnu Hajar Al 'Asqalani (wafat 852 H) • Jalaluddin al-Mahalli (wafat 864 H) • Imamul Kamiliyah (wafat 874 H) |
| Abad ke-10 H | Jamaluddin An-Nasyiri (wafat 911 H) • Imam As-Suyuthi (wafat 911 H) • Jalaluddin al-Karaki (wafat 912 H) • Ibnu Abi Syarif (wafat 923 H) • Abul Fatah al-Mishri (wafat 963 H) • Hasanuddin (wafat 964 H) • Ibnu Qassim al-'Ubaidi (wafat 994 H) • Mirza Makhdum (wafat 995 H) |
| Abad ke-11 H | Nuruddin al-Raniri (wafat 1068 H) • Syamsuddin as-Syaubari (wafat 1069 H) • Syihabuddin al-Qaliyubi (wafat 1070 H) • Abdul Birri al-Ajhuri (wafat 1070 H) • Al-'Urdli (wafat 1071 H) • Ibnu Jamal al-Makki (wafat 1072 H) • Al-Qinai (wafat 1073 H) • Ibrahim al-Marhumi (wafat 1073 H) • Muhammad al-Bathini (wafat 1075 H) • Muhammad al-Kurani (wafat 1078 H) • Ibrahim al-Maimuni (wafat 1079 H) • Abdul Qadir as-Shafuri (wafat 1081 H) • Ibnu Jam'an (wafat 1083 H) • Ibrahim al-Khiyari (wafat 1083 H) • Al Kurdi (wafat 1084 H) • 'Al al-Ayyubi (wafat 1086 H) • Muhammad al-Bakri (wafat 1087 H) • Abdul Rauf al-Fanshuri (wafat 1094 H) |
| Abad ke-12 H | Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1123 H) • Muhammad al-Kurani (wafat 1145 H) • Al 'Ajaluni (wafat 1148 H) • Hasan al-Bani (wafat 1148 H) • As-Safar Jalani (wafat 1150 H) • Ad-Diri (wafat 1151 H) • As-Suwaidi (wafat 1143 H) • Zainuddin ad-Dirbi (wafat 1155 H) • Al-Busthami (wafat 1157 H) • Athaulah al-Azhari (wafat 1161 H) |
| Abad ke-13 H | Abdus Shamad al-Falimbani (wafat 1203 H) • Muhammad Arsyad al-Banjari (wafat 1227 H) • Al-Yamani (wafat 1201 H) • Ahmad al-Khalifi (wafat 1209 H) • Al-Baithusyi (wafat 1211 H) • At-Takriti (wafat 1211 H) • Ibnu Jauhari (wafat 1215 H) •Ad-Damanhuri (wafat 1221 H) |
| Abad ke-14 H | Abdul Karim Tebuwung (wafat 1313 H) • Nawawi al-Bantani (wafat 1315 H) • Ahmad Khatib al-Minangkabawi (wafat 1334 H) • Muhammad Saad Munqa (wafat 1339 H) • Syeikh Muhammad Saleh al-Minankabawi (wafat 1351 H) • Syeikh Khatib 'Ali (wafat 1353 H) • Muhammad Jamil Jaho (wafat 1360 H) • Hasjim Asy'ari (wafat 1367 H) • Abdul Wahid Tabek Gadang (wafat 1369 H) • Musthafa Husein al-Mandili (wafat 1370 H) • Dimyathi Syafi'ie (wafat 1378 H) • Abdul Qadir bin Abdul Mutalib al-Mandili (wafat 1385 H) • Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (wafat 1388 H) • Habib Salim bin Djindan (wafat 1389 H) • Sulaiman ar-Rasuli (wafat 1390 H) • Abdul Wahab Hasbullah (wafat 1391 H) • Al-Habib Ali bin Husein al-Attas (wafat 1396 H) |
| Abad ke-15 H | Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani (wafat 1410 H) • Muhammad Zaini Abdul Ghani (wafat 1426 H) • Al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa (wafat 1434 H) • Sahal Mahfudz (wafat 1435 H) • Wahbah al-Zuhayli (wafat 1436 H)
|
Cetak tebal adalah yang sangat terkemuka di zamannya, metode penentuan abad seorang ulama dengan tahun kematiannya, Lihat Panduan Penggunaan | |
| Sejarawan |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Karya terkenal |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Konsep | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Orang | |
| Lain-lain | |