Rabu, 04 November 2026
00:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Iskandar Beg Munshi

Bagikan:
Infobox orangIskandar Beg Munshi
Biografi
Kelahiran1560 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Tabriz Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1634 Suntingan nilai di Wikidata (73/74 tahun)
Tabriz Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaansejarawan Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal

Iskandar Beg Munshi, a.k.a. Iskandar Beg Turkman[1] (ca 1560-1632),[2] adalah seorang sejarawan Persia[3][4] keturunan Turkmen[5] dari kaisar Safawiyah Syah Abbas I. Iskandar memulai pekerjaan sebagai seorang akuntan di birokrasi, tetapi kemudian menjadi sekretaris istimewa untuk para Syah.[6] Ia menulis salah satu karya terbesar tentang historiografi Persia, Tārīk̲h̲-i ʿĀlam-ārā-yi ʿAbbāsī (Alamara-i Abbasi). Karya ini diawali dengan asal-usul Safawiyah dan berlanjut sampai masa pemerintahan Syah Abbas I.

Ia memahami bahasa Azerbaijan.[7]

Referensi

  1. ↑ "HISTORIOGRAPHY vi. SAFAVID PERIOD" Encyclopædia Iranica. Diakses tanggal 30 Mei 2015
  2. ↑
  3. ↑ Donzel, E. J. van (1 Januari 1994). Islamic Desk Reference. BRILL. hlm. 176. ISBN 90-04-09738-4. Iskandar Beg al-Shahir bi-Munshi: Persian historian; c. 1560-c. 1632. His work, one of the greatest in Persian historiography, deals with the origins of the Safawids and the period between Shah Ismail* and Shah Safi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Paulina Kewes, Ian W. Archer, Felicity Heal. The Oxford Handbook of Holinshed's Chronicles. — Oxford University Press, 2013. — hlm. 256."Karya Iskandar Beg dianggap sebagai salah satu karya terbaik tentang historiografi Persia, yang terkenal dengan kualitas sastranya dan penulisnya Thucydidean mengklaim hanya mengandalkan pengetahuannya sendiri atau berdasarkan pengalaman langsung dalam berbagai peristiwa."
  5. ↑ The Oxford History of Historical Writing, Volume 3: 1400-1800. Oxford University Press. 2012. hlm. 178. ISBN 978-0-19-921917-9. Sebagian besar, tetapi tidak semuanya termasuk etnis Turk. Mereka yang cocok dengan kategori ini termasuk Hasan Beg Rumlu, Wali-Quli Shamlu, dan yang terpenting, Iskandar Beg Munshi.
  6. ↑ Savory, R. M. "Iskandar Beg Munshi." Encyclopaedia of Islam, Edisi Kedua.
  7. ↑ Willem Floor, Hasan Javadi The Role of Azerbaijani Turkish in Safavid Iran // Iranian Studies. Vol. 46. Issue 4. — 2013. — С. 569-581. Bukan hanya orang Persia yang belajar bahasa lain, tetapi juga para penutur bahasa Azerbaijan Turki, terlepas dari fakta bahwa bahasa Azerbaijan Turki adalah bahasa pengadilan, harus memahami bahasa Persia, karena itu merupakan bahasa birokrasi dan bahasa literasi. Contoh bagus terkait orang Qizilbash yang berbicara dan menulis bahasa Persia yang sempurna adalah Hasan Beg Rumlu (penulis Ahsan al-Tavarikh) dan Eskandar Beg Monshi (penulis buku Tarikh-e 'Alamara-ye' Abbasi). Namun, di antara penutur bahasa Azerbaijan Turki yang kurang memiliki pendidikan literasi cenderung ada beberapa (atau mungkin banyak) yang mengalami kemajuan dalam proses lambat saat belajar bahasa Persia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan