| Universitas Islam Negeri Datokarama Palu | |
|---|---|
Lambang Resmi UIN Datokarama | |
Nama sebelumnya | Institut Agama Islam Negeri Datokarama Palu |
| Moto | Islam Moderat, Integrasi Ilmu, Spiritualitas & Kearifan Lokal |
| Jenis | Perguruan Tinggi Negeri Islam |
| Didirikan | 21 Maret 1997;29 tahun lalu (1997-03-21) |
Lembaga induk | Kementerian Agama Republik Indonesia |
| Rektor | Prof. Dr. H. Lukman, M.Ag. |
| Alamat | Jl. Diponegoro No. 23 , , |
| Julukan | UIN Datokarama/UIN Palu |
| Situs web | uindatokarama.ac.id |
Universitas Islam Negeri Datokarama Palu adalah satu-satunya perguruan tinggi agama Islam negeri di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. UIN Datokarama Palu didirikan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan Tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H. STAIN Palu diberi nama Datokarama, adalah tokoh pembawa pertama agama Islam di lembah Palu.
Sejarah
Rintisan Awal Berdirinya
Atas prakarsa beberapa tokoh cendekiawan muslim, baik dari kalangan perguruan tinggi, instansi pemerintah, ulama dan zu'ama di kota Palu, pada Mei 1966 dibentuklah satu kepanitiaan yang diberi nama Panitia Persiapan Pendirian IAIN "Datokarama" Palu. Adapun stuktur dan personalia dari kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ketua: Abidin Ma'ruf, SH
- Wakil Ketua: KH. Zainal Abidin Betalembah
- Sekretaris: Abu Naim Syaar, BA.
- Wakil Sekretaris: Isma'un Dg..Marotja, BA.
- Bendahara: Drs. H. M. Ridwan
- Wakil Bendahara: H. Dg. Mangera Gagarannusu
Anggota-Anggota:
- Pati Bidin
- Drs. Andi Mattalata, S
- Drs. H.F. Tangkilisan
- Drs. Buchari
- KH. Abd. Muthalib Thahir
- Syahrul
- Zainuddin Abd. Rauf
- Muchtar Tadj
- Rusdy Toana
- Zuber S. Garupa
- Arsyad Parampi
Berkat jalinan kerja sama dengan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu dan UNTAD Cabang UNHAS di Palu serta dukungan moril dan fasilitas materil yag diberikan pemerintah daerah. Panitia tersebut berhasil membuka dua fakultas sekaligus, yaitu fakultas Tarbiyah yang dipimpin oleh KH.Zainal Abidin Betalembah selaku Dekan dan Drs. Buchari selaku wakilnya, serta Fakultas Ushuluddin yang di pimpin oleh KH.M Qasim Maragau dan Drs. H.F. Tangkisan sebagai wakilnya. Berdiri dan beroperasinya kedua fakultas tersebut merupakan pilar awal persiapan dan perjuangan mewujudkan berdirinya IAIN "Datokarama"Palu. Respon masyarakat pun ternyata sangat positif, terbukti pada awal penerimaan mahasiswa baru, kurang lebih 125 orang yang menjadi mahasiswa pada kedua fakultas tersebut pada tahun akademi 1966/1967.
Lobi dan pengusaha pun tak henti-henti ke pusat guna menggapai obsesi. Namun selalu terbentur dengan peraturan, perundang-undangan, serta berbagai persyaratan akademik yang belum terpenuhi. Sehingga pihak Departemen Agama Pusat belum dapat "merestui" berdirinya IAIN "Datokarama" Palu. Dan sesuai arahan dan petunjuk Menteri Agama ketika itu, dijadikanlah kedua fakultas tersebut berstatus sebagai Filial dari IAIN "Alauddin" Ujung Pandang.
Pasang Surut Perkembangannya
Setelah beroperasi selama dua tahun, pada tanggal 8 Mei 1969 (21 Safar 1389 H), status kedua fakultas (Tarbiyah dan Ushuluddin) tersebut ditingkatkan dari filial menjadi cabang dari IAIN "Alauddin" Ujungpandang, yang diresmikan oleh Sekjen Depag RI. Mayor Jenderal TNI Ahmad Hafiluddin Djojoadikusumo, atas nama Menteri Agama RI (ketika itu, KH.M. Dahlan). Dekan Fakultas Tarbiyah dipercayakan kepada KH. Abd. Muthallib Thahir, dan Dekan Fakultas Ushuluddin dipercayakan kepada KH. Habib Sayyid Saggaf Aljufri, M.A. Pada tahun 1979, KH. Abd. Muthalib Thahir berpulang ke Rahmatullah. Maka ditunjuklah Drs. Husein Alyafie sebagai Pelaksana Tugas Dekan (Pts) sampai tahun 1983. Namun, karena rangkap jabatan sebagai Anggota DPRD Tk. I Sulawesi Tengah, Drs. Husein Alyafie mengundurkan diri sebagai Pts. Dekan. Dia digantikan oleh Drs. Bochari yang kemudian menjadi Dekan definitif Fakultas Tarbiyah.
Sejak beralih status dari filial ke cabang, kedua fakultas tersebut semakin berkembang pesat dan mendapat kepercayaan masyarakat. Sehingga, pada tahun 1984, status kedua fakultas tersebut meningkat lagi menjadi Fakultas Madya berdasarkan PP Nomor 33 tahun 1985. Dengan status baru ini berarti memberikan wewenang untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi sampai ke tingkat strata 1 (S1). Sebelumnya hanya memiliki kewenangan terbatas pada tingkat Bacheloriat (Sarjana Muda).
Pada tahun 1988, KH. S. Saggaf Aljufri, M.A. mengundurkan diri dari jabatannya selaku Dekan Fakultas Ushuluddin karena alasan kesibukan selaku Ketua Umum PB Alkhairat. Kepemimpinannya dilanjutkan oleh Drs. Moh. Arsyad Ba'asyien yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Dekan. Pada perkembangan selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden (KEPRES) No. 9 tahun 1987 tentang Susunan Organisasi IAIN. Fakultas Ushuluddin IAIN "Alauddin" di Palu tidak tercantum lagi sebagai Fakultas Cabang, dan harus menerima kenyataan sebagai Fakultas filial. Baru pada tahun 1993, berdasarkan KEPMENAG No. 389 tahun 1993 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN "Alauddin" dan KEPMENAG No. 403 Tahun 1993 tentang Statuta IAIN "Alauddin", status Fakultas Ushuluddin di Palu kembali diakui sebagai Fakultas Cabang. Ada catatan yang tak boleh dibuang begitu saja, bahwa walaupun sempat mengalami degradasi status selama beberapa tahun, tetapi ibarat api, Fakultas Ushuluddin tak kunjung padam, .
Menyadari akan berbagai potensi dan asset yang dimiliki IAIN "Alauddin" di Palu, terutama jumlah mahasiswanya yang terdaftar pada tahun akademi 1994-1995 mencapai 1.278 orang, hal ini semakin memperkokoh keinginan dan alasan untuk memiliki IAIN yang berdiri sendiri. Alasan dan keinginan tersebut direspon dan di-back-up sepenuhnya oleh pemerintah daerah (Gubernur dan DPRD I) dengan memberikan rekomendasi tertulis serta penyediaan lahan 60 ha di Desa Sibedi kecamatan Marawola (9 Km dari kota Palu) untuk pengembangan kampus baru serta sejumlah dana yang diperlukan dalam rangka realisasi keinginan tersebut. Dukungan juga sepenuhnya diberikan oleh MUI Tk.I Sulawesi Tengah dengan memberikan rekomendasi bahwa IAIN "Alauddin" di Palu 25 tahun kedepan menjadi lampiran pengajuan usulan ke Menteri Agama RI melalui Rektor IAIN "Alauddin" untuk dijadikan bahan pertimbangan. Masa Perintisan & Kepemimpinan Awal (Fakultas Filial/Cabang IAIN Alauddin) • KH. Zainal Abidin Betalembah (Dekan Fakultas Tarbiyah) • KH. M. Qasim Maragau (Dekan Fakultas Ushuluddin) • KH. Abd. Muthallib Thahir • KH. Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri, M.A. • Drs. H. Husein Alyafie, M.HI. • Drs. H. Buchari
Namun, lagi-lagi aralpun melintang di separuh jalan perjuangan. Dengan terbitnya KEPRES No. 11 tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), perjuangan untuk mewujudkan IAIN berdiri sendiri untuk sementara "kandas" di tengah jalan. Walau begitu, secercah harapan pun muncul ke permukaan. Sebab, STAIN merupakan sebuah institut transisi formal menuju IAIN yang berdiri sendiri, jika kemudian telah memiliki persyaratan yang dibutuhkan untuk itu. Yang pasti, perjuangan harus tetap dilanjutkannya hingga cita-cita terpenuhi.
Peralihan Status Menjadi STAIN
Dengan diberlakukannya KEPRES No. 11 tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maka seluruh fakultas cabang dari 14 IAIN induk yang ada di Indonesia dengan sejumlah fakultasnya yang tersebar di berbagai daerah secara otomatis beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), termasuk Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin IAIN "Alauddin" di Palu.
Sebagai tindak lanjut dari KEPRES tersebut di atas, Menteri Agama RI mengeluarkan surat keputusan No. 303 tahun 1997 tentang Organisasi Tata Kerja STAIN Palu dan KEPMENAG RI No. 336 tahun 1997 tentang STATUTA STAIN Palu. Dan untuk pengaturan alih status dari Fakultas Daerah menjadi STAIN, Dirjen Bimbaga Islam mengeluarkan Surat Keputusan No:E 136 1997 tentang Pedoman Pengaturan Alih Status tersebut.
Konsekuensi logis dari peralihan status tersebut berdasarkan seperangkat aturan seperti yang disebutkan di atas, maka Fakultas Tarbiyah berubah menjadi Jurusan Tarbiyah dengan tiga Program Studi. Yaitu: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan kependidikan Islam. Fakultas Ushuluddin berubah menjadi Jurusan Ushuluddin dengan tiga Program Studi, yaitu: Aqidah Filsafat, Tafsir Hadits dan Perbandingan Agama. Sesuai Kewenangan yang diberikan bagi STAIN untuk dapat membuka jurusan baru dalam rangka pengembangan maka Sekolah Tinggi ilmu Syari'ah dari Yayasan Pendidikan Datokarama yang langsung dibina oleh IAIN:Alauddin" di Palu sejak tahun 1995, kemudian diintegrasikan dengan STAIN Palu dan menjadi Jurusan Syari'ah dengan dua Program Studi, yaitu: Mu'amalah dan Perbandingan Mazhab/Hukum. Nama Yayasan "Datokarama" kemudian diabadikan menjadi nama STAIN Palu berdasarkan Keputusan Senat STAIN Palu (tanggal 24 Nopember 1997) dengan pertimbangan bahwa nama "Datokarama" memiliki nilai historis sebagai tokoh pembawa pertama agama Islam di lembah Palu dan menjadi nama IAIN yang diperjuangkan sejak awal berdirinya di Kota Palu. Datokarama memiliki nama asli Abdullah Raqi, seorang tokoh yang berasal dari Pagaruyung, kesultanan Padang Pariaman. Selama keberadaannya di lembah Palu (1603-1650 Miladiyah) dia berhasil mengislamkan raja-raja yang ada di lembah Palu. Datokarama adalah gelar yang diberikan oleh tokoh-tokoh masyarakat lembah Palu kepada Abdulllah Raqi, berkat jasa dan kealimannya. Orang-orang biasa pula menyebutnya dengan "To Nabaraka" (orang yang memiliki / membawa karamah / kemuliaan, karena telah menyebarluaskan agama Islam di lembah Palu.
Secara kelembagaan, peralihan status tersebut cukup merugikan dari sisi eselonosasi pimpinan lembaga, namun di sisi lain sangat memberikan prospek yang lebih cerah. Dengan peralihan status tersebut, STAIN "Datokarama" Palu memiliki otonomi penuh baik dalam pengelolaan ketenagaan, keuangan, sarana dan fasilitas maupun dalam pengembangan mutu akademiknya. Di samping itu, sangat dimungkinkan untuk menyelenggarakan program studi yang bervariasi sehingga dapat menampung minat masyarakat yang beragam dalam kajian keislaman. Bahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, juga dapat membuka program Pasca Sarjana. Selain program-program pendidikan profesional setingkat D1, D2, D3, dan Akta IV. Peluang-peluang tersebut merupakan keuntungan tersendiri yang lebih memungkinkan STAIN "Datokarama" Palu berkembang secara kompetitif untuk menjawab tuntutan dan tantangan masa depan yang lebih berat dan kompleks.
Dari perjalanan sejarah STAIN Datokarama Palu yang bila direntang kebelakang mulai sejak dibukanya filial dari IAIN Alauddin Makassar (fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin) pada tahun 1966/1967 serta STIS Datokarama tahun 1995, maka STAIN Datokarama Palu sesungguhnya telah berumur 40, suatu usia yang cukup panjang untuk mematangkan diri dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu maka kehidupan kampus insya Allah sudah harus dapat menunjukkan kematangan dalam semua aspek, baik dalam bidang pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pembinaan kemahasiswaan.
Beberapa tokoh perintis, pimpinan fakultas serta ketua STAIN periode lalu telah amat sangat berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pendirian, dan pengembangan IAIN/STAIN, sehingga STAIN Datokarama Palu dapat berkembang, antara lain: KH. Habib Sayyid Saggaf M. Aljufrie, M.A., Abidin Ma'ruf, SH., Drs. Abu Naim Syar, BA, Drs. HM Ridwan, Drs. H.F Tangkilisan, Drs. H. Rusdi Toana, Zainuddin Abdurrauf, KH. M. Qasim Maragau, KH. Zainal Abidin Betalembah, KH. Muthalib Thahir, Drs. H. Husein Alyafie M. HI., Drs. H. Bochari, Prof. Dr. HM. Noor Sulaiman PL, dan H.M Arsyad Ba'asyien MH.
Kehadiran STAIN Datokarama Palu sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam Negeri selama ini, telah ikut serta mewarnai corak pengembangan sumber daya manusia Indonesia pada umumnya dan khususnya daerah Sulawesi Tengah. Para alumni yang telah ditelorkan telah berkiprah pada banyak bidang kehidupan masyarakat, baik sebagai guru / dosen, pegawai Departemen Agama dan Dinas / Instansi lain di tingkat Provinsi / Kota / Kabupaten, politikus (Kota / Kabupaten, Provinsi, Nasional), wirastawan, wartawan, dan tokoh agama / masyarakat di kota / pedesaan-pedesaan. Jumlah seluruhnya sampai dengan tahun 2006 sebanyak 2910 alumni. Para alumni STAIN Datokarama Palu selalu bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tengah dalam setiap pembangunan yang dilakukan.
Keadaan Sekarang
Setelah melalui proses yang panjang, setiap pimpinan dari periode ke-periode tetap selalu berjuang dan berusaha untuk peningkatan Lembaga Datokarama Palu. Oleh karena itu sampai saat ini lembaga STAIN Datokarama Palu telah berailih status menjadi Institut Agama Islam Negeri Palu (IAIN) Palu dan memiliki beberapa jurusan. (Pada Tahun 2021 IAIN Palu telah resmi beralih ke UIN Datokarama Palu dan langsung ditandatangani oleh Bapak Presiden Joko Widodo " pada tanggal 08 Juli 2021")[1]
Rektor
Daftar Tokoh yang pernah memimpin UIN Datokarama Palu sejak berdiri sampai sekarang :
- Prof. Dr. H. Muhammad Nur Sulaiman Pettalongi Ketua STAIN Palu (1997–2001)
- Drs. H. M. Arsyad Ba'asyien, M.H. Ketua STAIN Palu (2002–2006)
- Drs. H. Sudirman Rais, M.Pd. Ketua STAIN Palu (2006–2010)
- Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag.
- Ketua STAIN Palu (2010–2013)
- Rektor IAIN Palu (2014–2017)
- Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd.
- Rektor IAIN Palu (2017-2021)
- Rektor UIN Datokarama Palu (2021-2023)
- Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag. Rektor UIN Datokarama Palu (2023-2027)
Pimpinan
Berikut adalah pimpinan di UIN Datokarama Palu yang kini tengah menjabat:
- Rektor : Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag.
- Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan : Dr. Hamka, M.Ag.
- Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan : Prof. Dr. Hamlan, M.Ag.
- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama : Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I.
- Direktur Pascasarjana : Prof. H. Nurdin, S.Pd., S.Sos., M.Com., Ph.D.
- Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan : Dr. Saepudin Mashuri, S.Ag., M.Pd.I.
- Dekan Fakultas Syariah : Dr. Mayyadah, Lc., M.HI.
- Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab : Dr. H. Sidik, M.Ag.
- Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam : Dr. Sagir Muhammad Amin, M.Pd.I.
- Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam : Dr. Adam, M.Pd., M.Si.
- Dekan Fakultas Sains dan Teknologi : Dr. Gani Jumat, M.Ag.
Fakultas dan Pascasarjana
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
- Prodi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI)
- Prodi S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
- Prodi S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
- Prodi S1 Pendidikan Guru Madrasah (PGMI)
- Prodi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
- Prodi S1 Tadris Bahasa Inggeris (TBI)
- Prodi S1 Tadris IPS
- Prodi S1 Tadris IPA
- Prodi S1 Tadris Matematika
- Prodi Pendidikan Profesi Guru
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD)
- Prodi S1 Aqidah dan Filsafat Islam (AFI)
- Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII)
- Prodi S1 Ilmu AlQuran dan Tafsir (IAT)
- Prodi S1 Pemikiran Politik Islam (PPI)
- Prodi S1 Sejarah Peradaban Islam (SPI)
- Prodi S1 Komunikasi dan Penyiaran (KPI)
- Prodi S1 Bimbingan Konseling Islam (BKI)
- Prodi S1 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
Fakultas Syari'ah
- Prodi S1 Hukum Ekonomi Islam/Muamalah (MUA)
- Prodi S1 Perbandingan Mazhab (PM)
- Prodi S1 Ahwal Syaksiah / Hukum Keluarga (AS)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
- Prodi S1 Ekonomi Syariah (ESY)
- Prodi S1 Perbankan Syariah (PSY)
- Prodi S1 Akuntansi Syariah (ASY)
Fakultas Sains Dan Teknologi (SAINTEK)
- Prodi S1 Arsitektur (ARS)
- Prodi S1 Sistem Informasi (SIF)
- Prodi S1 Informatika (IF)
- Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam
- Program Studi S2 Hukum Keluarga / Akhwal Syaksiah
- Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam
- Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam
- Program Studi S3 Hukum Keluarga / Akhwal Syaksiah
Lembaga dan Unit Pelaksana
- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
- Lembaga Peningkatan Mutu (LPM).
- Perpustakaan berbasis jaringan dan Perpustakaan Digital.
- Unit Pengembangan Bahasa (UPB), meliputi Laboratorium Bahasa.
- Unit Pengembangan Sumber Belajar (UPSB), meliputi Laboratorium Komputer.
- Laboratorium Micro Teaching.
- Laboratorium Praktik Peradilan
- Laboratorium Praktik Ilmu Falaq
- Laboratorium Praktik Dakwah/Radio kampus
- Pusat Studi Gender (PSG).
Lihat pula
- Perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia
- Sekolah tinggi agama Islam negeri
- Daftar perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia
Referensi
- ↑ Hajiji, Muhammad (2021-07-19). Jauhary, Andi (ed.). "IAIN Palu resmi alih status jadi Universitas Islam Negeri Datokarama". ANTARA News. Diakses tanggal 2021-12-11.
Pranala luar
Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Perguruan tinggi di Sulawesi Tengah | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Kabupaten Banggai |
| ||||
| Kabupaten Morowali |
| ||||
| Kabupaten Poso |
| ||||
| Kabupaten Tolitoli |
| ||||
| Kota Palu |
| ||||
Artikel bertopik perguruan tinggi di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |