Jumat, 23 Oktober 2026
10:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Dato Karama

Bagikan:
Datokarama
Lahir
Abdullah Raqie

MeninggalAbad 17
Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah
Nama lainDatuk Karama
PekerjaanUlama
Dikenal karenaPenyebar Islam di Tanah Kaili, Sulawesi Tengah
Pasangan menikahIntje Dille
AnakIntje Dongko
Intje Saribanu

Dato Karama adalah tokoh pembawa pertama agama Islam di lembah Palu dan menjadi nama perguruan tinggi STAIN Datokarama Palu.[1] Datokarama memiliki nama asli Syekh Abdullah Raqie, seorang tokoh yang berasal dari Pagaruyung, yang pertama kali menyebarkan agama Islam ke Tanah Kaili atau Bumi Tadulako, Sulawesi Tengah pada abad ke-17.[2] Selama keberadaannya di lembah Palu (1603-1650 Miladiyah) ia berhasil mengislamkan raja-raja yang ada di lembah Palu.[1]

Di antara tokoh yang diislamkan oleh Dato Karama adalah Borahima, seorang bangsawan Kaili di Kampung Baru. Borahima mendirikan sebuah masjid pertama di Palu yang kini dikenal sebagai Masjid Jami Kampung Baru.[3]

Nama dan gelar

Datokarama adalah gelaran yang diberikan oleh tokoh-tokoh masyarakat lembah Palu kepada Abdulllah Raqi, berkat jasa dan kealimannya. Orang-orang biasa pula menyebutnya dengan "To Nabaraka" (orang yang memiliki / membawa karamah / kemuliaan, karena telah menyebarluaskan agama Islam di lembah Palu.[4]

250px-Makam_Datokarama_di_Palu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Datokarama di Palu

Kedatangan

Awal kedatangan Syekh Abdullah Raqie atau Datokarama di Tanah Kaili bermula di Kampung Lere pada masa Raja Kabonena, Ipue Njidi memerintah di wilayah Palu.[5] Selanjutnya Datokarama melakukan syiar Islam-nya ke wilayah-wilayah lainnya di lembah Palu yang dihuni oleh masyarakat Suku Kaili. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Palu, Donggala, Kulawi, Parigi dan daerah Ampana.[2]

Seperti beberapa masyarakat lainnya di Nusantara, pada masa itu masyarakat suku Kaili juga masih menganut kepercayaan animisme/dinamisme yang mereka sebut "tumpuna". Namun dengan metode dan pendekatan yang persuasif serta wibawa dan karismanya yang tinggi, syiar Islam yang dilakukan Datokarama melalui ceramah-ceramah pada upacara-upacara adat suku tersebut akhirnya secara perlahan dapat diterima oleh raja dan masyarakat Kaili.

Murid

Perjuangan Datokarama akhirnya berhasil mengajak Raja Kabonena, Ipue Njidi beserta rakyatnya masuk Islam, dan dikemudian hari Ipue Njidi dikenang sebagai raja yang pertama masuk Islam di Lembah Palu.[2]

Selain Raja Kabonena, Datokarama juga mengislamkan Raja Palu, Pue Nggari dalam adat yang disebut Povonju Tevo. Selain itu, Keluarga-keluarga bangsawan yang turut diislamkan & yang menolak diislamkan sebagai berikut :

  • Vua Pinano isteri dari Pue Nggari
  • Lasamaingu
  • Andi Lana bersama isteri dari Tatanga
  • Pue Songu tidak mau di Islamkan
  • Yenda Bulava , suaminya tidak mau diIslamkan dan tidak menerima agama Islam.
  • Pue Rupiah yang dikenal dengan Pue Sese
  • Keluarga dari Labunggulili keturunan Dari Silalangi.

Penghormatan

Setelah wafat, jasad Datokarama dimakamkan di Kampung Lere, Palu (Kota Palu sekarang).[6] Makam Syekh Abdullah Raqie atau Datokarama kemudian hari menjadi Kompleks Makam Dato Karama dan berisi makam istrinya yang bernama Intje Dille dan dua orang anaknya yang bernama Intje Dongko dan Intje Saribanu serta makam para pengikut setianya yang terdiri dari 9 makam laki-laki, 11 makam wanita, serta 2 makam yang tidak ada keterangan di batu nisannya.[7]

Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Datokarama di Palu, Pemkot Palu menamai salah satu perguruan tinggi di Palu, yakni perguruan tinggi keislaman negeri dengan nama Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.[8]

Referensi

  1. 1 2 "Masuknya Islam di Sulteng, Siapa Datokarama?". Republika Online. 2018-01-06. Diakses tanggal 2020-08-30.
  2. 1 2 3 Liputan6.com (2014-05-09). "Tapak Tilas Datuk Karama, Penyebar Agama Islam di Kota Palu". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-08-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Masjid Djami, Masjid Tertua di Kota Palu". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-02-08.
  4. ↑ Budaya, Info. "Berkunjung Ke Wisata Religi Kota Palu | Info Budaya Indonesia" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-08-30.
  5. ↑ DIA, Yayasan (2019-10-04). "Safari Ziarah dan Bertawassul di Makam Datok Karama Palu". Safari Ziarah dan Bertawassul di Makam Datok Karama Palu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-30.
  6. ↑ Liputan6.com (2014-05-09). "Mitos Makam Datuk Karama di Palu, Undang Rasa Penasaran Wisatawan". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-08-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. ↑ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Sulteng, Seputar; Polhukam; Humaniora. "Makam Dato Karama". Antara News Palu. Diakses tanggal 2020-08-30.{{cite web}}: |last3= memiliki nama generik
  8. ↑ "IAIN Palu". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-10. Diakses tanggal 2020-08-30.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan