Sabtu, 10 Oktober 2026
04:45 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Hutan batu bara

Hutan batu bara

Bagikan:
250px-Heinrich_Harder_-_Early_Planet_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran hutan batu bara dari pohon pakis pohon dan lycopod, dalam ilustrasi seniman yang dibuat tahun 1906.

Hutan batu bara adalah petak luas lahan basah yang menutupi sebagian besar wilayah tropis Bumi selama akhir Zaman Karbon (Pennsylvanian) dan Permian.[1][2] Saat bahan nabati dari hutan ini membusuk, deposit gambut yang sangat masif menumpuk, yang kemudian berubah menjadi batu bara.

Sebagian besar karbon di deposit gambut yang dihasilkan oleh hutan batu bara berasal dari pemecahan fotosintesis karbon dioksida, melepaskan oksigen yang menyertai pemisahan ke atmosfer. Proses ini mungkin bisa meningkatkan kadar oksigen hingga sekitar 35%. Peningkatan kadar Oksigen menjadikan hewan dengan sistem pernapasan yang tidak efisien lebih mudah bernafas, sehingga hewan tersebut berkembang dengan pesat pada masa itu. Hal ini bisa terlihat dari perbandingan ukuran Meganeura dengan capung modern.[3]

Referensi

  1. ↑ Cleal, C. J. & Thomas, B. A. (2005). "Palaeozoic tropical rainforests and their effect on global climates: is the past the key to the present?" Geobiology, 3, p. 13-31.
  2. ↑ Sahney, S., Benton, M.J. & Falcon-Lang, H.J. (2010). "Rainforest collapse triggered Pennsylvanian tetrapod diversification in Euramerica" (PDF). Geology. 38 (12): 1079–1082. doi:10.1130/G31182.1.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Schneider; et al. (2002). "Insect size in the Carboniferous in contrast with contemporary analogues: a reflection of atmospheric oxygen content". International Journal of Paleoecology. 15 (21): 168–192.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan