Minggu, 11 Oktober 2026
10:54 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Meganeura

Meganeura

Bagikan:
Meganeura
250px-Meganeura_monyi_MNHN_R51142_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen asli (dan terlengkap) dari Meganeura monyi, MNHN R51142
250px-Meganeura_monyi_wings.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan dekat sayap spesimen asli Meganeura monyi
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Divisi: Palaeoptera
Superordo: Odonatoptera
Ordo: †Meganisoptera
Famili: †Meganeuridae
Genus: †Meganeura
Brongniart, 1885
Spesies:
†M. monyi
Nama binomial
†Meganeura monyi
(Brongniart, 1884) Brongniart, 1885
Sinonim
Sinonim genus
Sinonim spesies
  • Dictyoneura monyi Brongniart, 1884
  • Meganeura aeroplana Handlirsch, 1919
  • M. brongniarti Handlirsch, 1906
  • M. brongniartiana Handlirsch, 1919
  • M. draco Handlirsch, 1919
  • M. fafnir Handlirsch, 1906
  • M. rapax Handlirsch, 1919

Meganeura adalah sebuah genus dari serangga punah yang berasal dari periode Pennsylvanium (sekitar 300 juta tahun lalu). Mereka memiliki bentuk tubuh, dan berkerabat dekat dengan capung dan capung jarum masa kini, dan merupakan sebuah predator, dengan diet yang sebagian besar terdiri dari serangga lainnya. Genus ini masuk kedalam kelompok Meganeuridae, sebuah famili yang meliputi serangga-serangga mirip capung raksasa seperti hewan ini, yang merentang dari periode Karbon Akhir hingga Perem Tengah. Dengan rentang sayap yaitu 65–75 cm (2,13–2,46 ft),[2] M. monyi menjadi spesies serangga terbang paling besar yang diketahui.

Fosil dari Meganeura pertamakali ditemukan pada batuan periode Karbon Akhir (tahap Stephanium, sebuah tahap regional Eropa yang setara dengan Kasimovium hingga Gzhelium) pada statum batu bara di Commentry, Perancis pada 1880. Pada 1885, paleontolog Perancis Charles Brongniart mendeskripsikan dan menamai fosil tersebut "Meganeura" (bersyaraf besar), yang merujuk kepada jaringan pembuluh pada sayap serangga tersbeut. Spesimen baik lainnya ditemukan pada 1979 di Bolsover, Derbyshire, Inggris Raya. Holotipeny disimpat pada Museum Nasional Sejarah Alam Prancis di Paris. Meski menjadi "capung raksasa" yang ikonik, fosil-fosil dari capung ini tidak terawetkan dengan tidak baik, bila dibandingkan dengan meganeurid lainnya.[3]

250px-Meganeura_monyi_wings_Brongniart_1893.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur pembuluh pada sayap Meganeura monyi, digambar ulang bedasarkan Brongniart (1893, Pl. XLI)

Referensi

  1. ↑ Templat:Cite PBDB
  2. ↑ Manzanera, R.A.J.; Smith, H. "Flight in nature I: Take-off in animal flyers". The Aeronautical Journal. 119 (1213): 257–280. doi:10.1017/S0001924000010472.
  3. ↑ Nel, André; Prokop, Jakub; Pecharová, Martina; Engel, Michael S.; Garrouste, Romain (2018-08-14). "Palaeozoic giant dragonflies were hawker predators". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 12141. Bibcode:2018NatSR...812141N. doi:10.1038/s41598-018-30629-w. ISSN 2045-2322. PMC 6092361. PMID 30108284.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan