Kamis, 15 Oktober 2026
08:07 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Huruf patah

Huruf patah

Bagikan:
330px-Calligraphy.malmesbury.bible.arp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh kaligrafi huruf patah

Huruf patah[1] (bahasa Jerman: gebrochene Schrift secara harfiah "tulisan patah"; bahasa Inggris: blackletter) atau huruf Gotik, juga dikenal di kalangan awam Indonesia sebagai huruf Jerman,[2][3] adalah jenis huruf yang digunakan di Eropa Barat dari abad ke-12 hingga abad ke-17. Sementara itu, bahasa Denmark menggunakannya hingga tahun 1875 dan bahasa Jerman, Estonia dan Latvia menggunakannya hingga abad ke-20. Fraktur adalah salah satu jenis huruf patah yang sering kali dianggap mewakili keseluruhan jenis huruf patah. Huruf patah kadang kala juga disebut Old English, tetapi bukan dalam arti bahasa Inggris Kuno atau Anglo-Sakson yang lahir berabad-abad sebelumnya.

Kelompok huruf ini dinamakan demikiran karena berisikan huruf Latin yang memiliki patahan pada lengkungan hurufnya, baik pada sebagian atau keseluruhan desain. Patahan itu timbul dari gerakan menukik tiba-tiba pada saat menulis bagian-bagian tertentu huruf. Sebagai lawannya, huruf dengan lengkungan sempurna, tidak patah, seperti Antikua, tercipta dari gerakan menulis yang lembut dan mengalir.

Asal mula

Huruf kecil Karoling secara langsung menurunkan huruf patah. Huruf patah berkembang dari huruf Karoling bersamaan dengan semakin meningkatnya angka melek huruf pada abad ke-12 Eropa. Banyak perguruan tinggi didirikan dan masing-masingnya memproduksi buku untuk bisnis, hukum, tata bahasa, sejarah dan lain sebagainya, tidak hanya buku bertema keagamaan yang umumnya menggunakan jenis huruf pendahulu huruf patah.

Buku-buku tersebut perlu untuk diproduksi secara cepat untuk memenuhi permintaan pasar. Huruf Karoling, meskipun jelas, cukup memakan waktu dan tenaga untuk diproduksi. Ukuran hurufnya yang lebar juga memakan ruang yang banyak ketika dituliskan. Pada awal mula abad ke-11, bentuk lain dari huruf Karoling telah dipergunakan, dan pada pertengahan abad ke-12, sebuah bentuk huruf yang lain, yang memungkinkan untuk dituliskan lebih cepat, telah digunakan di timur laut Perancis dan negara-negara dataran rendah.

Catatan kaki

  1. ↑ Scheder, Georg. 1989. Perihal Cetak-mencetak. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal. 19.
  2. ↑ Widjaja, Christianto. Adobe InDesign, Cetak - Digital: Adobe InDesign, cetak sampai digital. Widjaja.
  3. ↑ "Andi AW. Masry - Font Designer". idevtfs.fonts.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-22. Diakses tanggal 2019-09-22.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan