Senin, 28 September 2026
12:48 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Minuskul Karoling

Minuskul Karoling

CarolingianMinuscule.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Contoh dari manuskrip abad ke-10, Vulgate Lukas 1:5-8.

Minuskul Karoling atau minuskul Karolin adalah sebuah naskah yang berkembang sebagai standar kaligrafi di Eropa sehingga abjad Latin dapat diakui dengan mudah oleh kelas melek huruf dari satu wilayah ke wilayah lain. Ini berkembang untuk pertama kalinya, pada sekitar tahun 780, oleh para biarawan Benediktim Biara Corbie (sekitar 150 km dari utara Paris). Ini dipakai di Kekaisaran Romawi Suci antara sekitar 800 Masehi dan 1200 Masehi. Kodeks-kodeks, teks-teks pagan dan Kristen dan bahan pembelajaran ditulis dalam minuskul Karoling sepanjang Renaisans Karoling. Bentuk penulisan tersebut berkembang menjadi surat gelap dan menjadi memudar saat kebangkitan bentuk-bentuk dasar penulisan saat ini pada masa Renaisans Italia.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Minuskul Karoling.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan