Selasa, 06 Oktober 2026
11:10 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Huguenot

Huguenot

Bagikan:
Bagian dari seri
Kalvinisme
250px-ReformationsdenkmalGenf1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tembok Reformasi di Jenewa yang menampilkan teolog Kalvinis terkemuka William Farel, Yohanes Kalvin, Teodorus Beza, dan Yohanes Knox
20px-P_christianity.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKristen

Kaum Huguenot (bahasa Prancis: [yɡ(ə)no]) adalah orang-orang Kristen Protestan asal Prancis yang berpegang pada tradisi Reformed (Calvinis) dari Protestanisme. Istilah ini, yang mungkin berasal dari nama seorang pemimpin politik Swiss, burgomaster Jenewa, Besançon Hugues (1491–1532), digunakan secara umum pada pertengahan abad ke-16. Huguenot sering kali digunakan untuk merujuk pada orang-orang yang menjadi bagian dari Gereja Reformed Prancis sejak masa Reformasi Protestan.

Dalam Ensiklopedia Protestanisme karyanya, Hans Hillerbrand menuliskan bahwa pada malam pembantaian Hari Santo Bartolomeus pada tahun 1572, komunitas Huguenot meliputi sebanyak 10% dari populasi Prancis.[1] Pada tahun 1600, angka ini menurun menjadi 7-8%,[butuh rujukan] dan semakin berkurang pada akhir abad ini setelah kembalinya penganiayaan di bawah Louis XIV, yang menerapkan dragonnades untuk mengkatolikkan orang-orang Protestan secara paksa, dan akhirnya mencabut semua hak-hak Protestan dalam Maklumat Fontainebleau tahun 1685.

Kaum Huguenot terkonsentrasi di bagian selatan dan barat Kerajaan Prancis. Ketika kaum Huguenot mendapatkan pengaruh dan secara lebih terbuka menunjukkan iman mereka, sikap memusuhi dari orang-orang Katolik meningkat. Serangkaian konflik agama kemudian terjadi, yang dikenal sebagai Perang Agama Prancis, yang terjadi dari tahun 1562 hingga 1598. Kaum Huguenot dipimpin oleh Jeanne d'Albret; putranya, yang kemudian menjadi Henri IV (yang kemudian menjadi Katolik untuk menjadi raja); dan para pangeran Condé. Perang ini berakhir dengan Maklumat Nantes tahun 1598, yang memberikan otonomi agama, politik, dan militer yang substansial kepada kaum Huguenot.

Beberapa keturunan Huguenot menjadi tokoh ternama pada masa penjajahan VOC/Belanda di Indonesia, seperti Cornelis Chastelein dan Eddy du Perron.

Etimologi

Nama Huguenot pertama-tama dipakai sebagai nama makian oleh musuh mereka. Namun asal-usul nama ini tidaklah jelas. Dengan begitu beberapa teori telah diajukan. Teori yang diterima secara umum ialah bahwa kata ini berasal dari kata Jerman Eidgenosse yang dilafalkan oleh orang Prancis. Kata ini berarti "sekutu", "mitra" atau "sahabat".

Simbol

120px-Croix_huguenote.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib Huguenot

Salib Huguenot adalah lambang khas kaum Huguenot (croix huguenote). Sekarang ini merupakan simbol resmi dari Église des Protestants réformés (gereja Protestan Prancis). Keturunan Huguenot terkadang menampilkan simbol ini sebagai tanda reconnaissance (pengakuan) di antara mereka.[2][3]

Eksodus

Huguenots Prancis melakukan dua upaya untuk menjangkau Amerika Utara. Setelah Pencabutan Edikta Nantes pada tahun 1685, beberapa orang Huguenot termasuk Edmund Bohun dari Suffolk, Inggris, Pierre Bacot dari Touraine, Prancis, Jean Postell dari Dieppe, Prancis, Alexander Pepin, Antoine Poitevin dari Orsement, Prancis, dan Jacques de Bordeaux dari Grenoble, berimigrasi ke distrik Charleston Orange.

Referensi

  1. ↑ McKay, John P. (2018). A History of World Societies, Combined Volume. Bedford/St.Martin's. hlm. 430. ISBN 9781319058951. ...Huegenots made up perhaps as much as 10% of the French population
  2. ↑ "Cross of Languedoc". The National Huguenot Society. Diakses tanggal 2018-12-07.
  3. ↑ "The Huguenot Cross". www.hugenoot.org.za. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Desember 2010. Diakses tanggal 2020-10-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kristen ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan