Kamis, 01 Oktober 2026
09:11 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Hoplites

prajurit-penduduk penombak Yunani kuno, terkenal karena formasi phalanx

Bagikan:

Hoplites adalah prajurit-penduduk di negara kota-negara kota Yunani Kuno. Hoplites berfungsi terutama sebagai penombak dan bertempur dalam formasi phalanx. Kata "hoplite" (bahasa Yunani: ὁπλίτης hoplitēs; plural: ὁπλίται hoplitai) berasal dari "hoplon" (ὅπλον, plural hopla ὅπλα), sejenis perisai yang digunakan oleh para prajurit Yunani Kuno,[1] meskpun kata "hopla" dapat pula bermakna senjata yang dibawa atau bahkan keseluruhan perlengkapan tempur. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah Hoplites merujuk pada infanteri yang berbaju perang, terlepas dari persenjataan atau etnisnya.

Seorang hoplites adalah warga negara merdeka. Negara tidak menyediakan perlengkapan militer sehingga mereka biasanya harus membuat/membeli/mencari baju zirah dan senjatanya sendiri. Di beberapa negara-kota, para warganya menerima pelatihan dasar militer dan betugas di pasukan tempur selama periode tertentu. Mereka diharapkan untuk ikut serta dalam kampanye militer ketika mereka diperlukan. Penduduk Lakedaimon (Sparta) terkenal karena pelatihan tempur mereka yang panjang dan kehebatan militer mereka. Sementara di Athena, seseorang dibebaskan dari kewajiban militer setelah berusia 60 tahun.

Setelah penaklukan Makedonia pada abad ke-4 SM, hoplites perlahan-lahan ditinggalkan dan digantikan oleh phalangites. Banyak tokoh, seniman, penyair, dan filsuf terkenal yang pernah bertempur sebagai hoplites.[2][3]

Catatan kaki

  1. ↑ Diodoros Sikolos, 15.44.3 "hoi [men] proteron apo tôn aspidôn hoplitai kaloumenoi tote [de] apo tês peltês peltastai metônomasthêsan"
  2. ↑ Sokrates sebagai hoplites: Plato, Symposium 219e-221b.
  3. ↑ Epikuros sebagai hoplites: Diogenes Laertius, Lives of Eminent Philosophers, Book X.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hoplites.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan