Jumat, 30 Oktober 2026
06:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hidangan Iran

Hidangan Iran

Bagikan:
250px-Kababi_alborz2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebab Persia, disajikan dengan nasi atau roti.
250px-%D5%94%D5%A1%D5%B2%D6%81%D6%80_%D6%83%D5%AC%D5%A1%D5%BE.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pilaf manis atau shirin polo

Masakan Iran atau Masakan Persia (bahasa Persia:آشپزی ایرانی) adalah gaya kuliner tradisional ataupun modern yang berasal dari negara Iran (dulu lebih dikenal sebagai Persia). Terletak di Timur Tengah dan Asia Barat, seni kuliner Iran adalah unik, karena memiliki sejarah yang panjang, serta saling memengaruhi dengan kebudayaan di kawasan sekitarnya yang pernah ditaklukan oleh Kekaisaran Persia. Secara khusus seni kuliner Iran memiliki hubungan dan saling memengaruhi dengan beberapa seni kuliner sekitar, seperti Azerbaijan, Turki, kaukasus, Kurdi, Irak, Levant, Yunani, Masakan Asia Tengah, dan sedikit dengan Rusia.[1][2][3][4]

Masakan Persia memiliki kemiripan, hubungan dekat, dan saling memengaruhi dengan masakan Turki, Kaukasus, dan Azerbaijan, karena faktor kedekatan geografis, kekerabatan etnik (suku bangsa Azerbaijan adalah suku terbesar kedua di Iran setelah bangsa Persia). Aspek sejarah juga memengaruhi, karena kawasan ini pernah dipersatukan oleh kekaisaran tertentu, seperti Achaemenid, Sassaniah, Seljuk, Safawiyah, Afsharid, Utsmaniyah dan Qajar.

Sayur-sayuran segar dan rempah banyak digunakan dalam hidangan Iran, termasuk buah-buahan seperti anggur, plum, delima, quince, prun, aprikot, dan kismis. Masakan khas Persia biasanya merupakan kombinasi dari nasi dan daging, seperti daging kambing, daging ayam, atau ikan, dan sayuran, seperti bawang bombay, berbagai jenis rempah, dan kacang-kacangan. Untuk mencapai citarasa yang seimbang, bumbu rempah ditambahkan, seperti saffron, limau kering, kayu manis, dan daun parsley, semuanya dicampur secara teliti.

Masakan Nasional

250px-Gheyme.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gheyme

Masakan Iran memiliki variasi yang kaya; termasuk chelow kabab (nasi disajikan dengan daging panggang: barg, koobideh, joojeh, shishleek, soltani, chenjeh), khoresh (semacam semur daging disajikan dengan nasi Irani: ghormeh sabzi, gheimeh, fesenjān, dan lain-lain), āsh (Sup kental: misalnya āsh-e anār), kuku (souffle sayuran), polo (nasi putih disajikan terpisah atau dicampur dengan daging, sayuran, dan rempah, termasuk loobia polo, albaloo polo, sabzi polo, zereshk polo, baghali polo, dan lainnya), termasuk berbagai jenis salad, roti, kue, dan minuman yang spesifik pada beberapa daerah di Iran. Terdapat banyak pula jenis kudapan, makanan pembuka, dan makanan pencuci mulut khas Iran.

Referensi

  1. ↑ M. Price, , 2001, Persian Cuisine, a Brief History
  2. ↑ B. Fragner, ĀŠPAZĪ, in Encyclopaedia Iranica, 1987, ret. August 2012 from the online edition
  3. ↑ "Iranian Food". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-14. Diakses tanggal 13 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Culture of IRAN". Diakses tanggal 13 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar Pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan