Kamis, 08 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Hering india

Hering india

Bagikan:
Hering india
250px-Indian_vulture_%28Gyps_indicus%29_Photograph_by_Shantanu_Kuveskar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Indian vulture
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Gyps
Spesies:
G. indicus
Nama binomial
Gyps indicus
(Scopoli, 1786)[2]
250px-GypsBengalensisMap.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Distribusi berwarna ungu

Gyps indicus adalah sebuah burung nasar Dunia Lama yang berasal dari India, Pakistan, dan Nepal. Telah terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah dalam Daftar merah IUCN sejak tahun 2002, karena populasinya sangat menurun. Burung nasar India mati karena gagal ginjal yang disebabkan oleh keracunan diklofenak.[1] Ini berkembang biak terutama di tebing berbukit di India tengah dan semenanjung.

Burung bangkai Gyps bertulang ramping tenuirostris di bagian utara jangkauannya dianggap sebagai spesies yang terpisah.

Referensi

  1. 1 2 BirdLife International (2021). "Gyps indicus". IUCN Red List of Threatened Species. 2021 e.T22729731A204672586. Diakses tanggal 30 Mei 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Scopoli, J. A. (1786–88). "Aves". Deliciae Flora et Fauna Insubricae Ticini. An account including new descriptions of the birds and mammals collected by Pierre Sonnerat on his voyages. London: C. J. Clay. hlm. 7–18.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gyps indicus.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gyps indicus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan