Jumat, 25 September 2026
12:03 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Heliodorus (legatus)

Heliodorus
Raja Seleukia
(Raja Siria)
Memerintah175 SM
PendahuluSeleukos IV Philopator
PenggantiAntiokhos IV Epiphanes
Meninggal175 BC
PekerjaanLegatus Seleukos IV Philopator

Heliodorus (bahasa Yunani:Ἡλιόδωρος) adalah seorang Legatus Seleukos IV Philopator ~ 187 SM – 175 SM. Beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa ia membunuh Seleukos untuk mengambili alih tahta bagi dirinya sendiri, sebelum Antiokhos IV Epiphanes, saudara laki-laki mendiang raja, dengan bantuan dari raja Pergamum, Eumenes II, merebutnya kembali.

Biografi

Dalam Apokrifa

Sekitar 178 SM Seleukos dikirim Heliodorus ke Yerusalem untuk mengumpulkan uang untuk membayar orang-orang Romawi. Mungkin ada referensi untuk ini dalam Daniel 11:20, "Dia akan mengirim pemungut pajak untuk mempertahankan kemegahan kerajaan". Kitab 2 Makabe 3:21-28 melaporkan bahwa Heliodorus memasuki Bait suci di Yerusalem dalam rangka untuk mengambil harta berharga, tetapi diusir oleh tiga makhluk spiritual yang berwujud sebagai manusia .

Kitab 2 Makabe 3:34-36 mencatat bahwa Heliodorus menerima "perintah dari Allah" untuk "memberitakan kepada semua orang keagungan kekuasaan Allah" .

Karena anda telah didera oleh Tuhan, beritakanlah kepada semua orang keagungan kekuasaan Allah - 2 Makabe 3:34}}

Latar belakang sejarah

250px-Heliodorus_Stele_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Heliodorus di Museum Israel

Diyakini bahwa sekembalinya dari Yerusalem, ia membunuh raja dan merebut tahta untuk dirinya sendiri, tapi tidak lama kemudian Antiokhos IV Epiphanes, saudara laki-laki raja, dengan bantuan dari raja Pergamum, Eumenes II, merebut tahta itu kembali.[1]

Prasasti Heliodorus, memuat tulisan bahasa Yunani disimpan di Museum Israel di Yerusalem, bertarikh tahun 178 SM. Dalam prasasti ini, Seleukos menginformasikan Heliodorus bahwa ia menunjuk seseorang bernama Olympiodoros menangani kuil-kuil Coele-Suriah dan Fenisia.[2] Sementara bagian prasasti ini berasal dari perdagangan barang antik, tambahan fragmen dari tulisan yang sama ditemukan pada tahun 2005 dalam suatu ruang bawah tanah rumah Helenistik di Maresha.

Heliodorus dalam Seni

330px-Expulsion_of_Heliodorus_from_the_Temple_-_Gerard_de_Lairesse_-_Wallraf-Richartz-Museum_%26_Fondation_Corboud-7523_%28without_frame%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerard de Lairesse, Pengusiran Heliodorus dari Bait Suci

Selama Reformasi dan Kontra-Reformasi, episode Pengusiran Heliodorus dari Bait Suci digunakan dalam apologetika Katolik Roma  sebagai simbol bahwa properti Gereja tidak dapat diganggu gugat.[3] Untuk beberapa waktu, menjadi topik populer dalam karya-karya seniman, seperti:

  • Raphael (1512): Vatikan, Palazzi Vaticani
  • Wouter Crabeth (1566): Gouda (Belanda), Sint Janskerk
  • Bertholet Flémal (1662), Brussels (Belgia), Royal Museum of Fine Arts of Belgium
  • Giuseppe Tortelli (1724): Brescia (Italia), Musei civici di Arte e Storia
  • Francesco Solimena (1725): Napoli (Italia), Gesù Nuovo
  • Giambattista Tiepolo (1727): Verona (Italia), Museo di Castelvecchio
  • Serafino Elmo (1734): Muro Leccese (Italia), Annunziata
  • Franz Sigrist (1760): Zwiefalten (Jerman), Klostenkirche
  • Eugène Delacroix (1861), Paris (Prancis), Saint Sulpice

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ George Rawlinson, A manual of ancient history, 1880, 256.
  2. ↑ Letter of Seleukos IV to Heliodoros Diarsipkan 2020-10-22 di Wayback Machine. at attalus.org
  3. ↑ Gabriele Boccaccini, Portraits of Middle Judaism in Scholarship and Arts (Turin: Zamorani, 1992).

Pranala luar

Media terkait Heliodorus di Wikimedia Commons

Penguasa era Helenistik
Argeadai
Antigonidai
Lagid (Ptolemaios)
Raja-raja Kirene
Seleukia
Lysimakhos
Antipatridai
Attalidon
Yunani-Baktria
Yunani-India
Raja-raja Bitinia
Raja-raja Pontos
Raja-raja Commagene
Raja-raja Kapadokia
Raja-raja Bosporos Kimmeria
Penguasa Helenistik didahului oleh para Satrap Helenistik di sebagian besar wilayah mereka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan