Kamis, 05 November 2026
23:56 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Hedyotis

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Hedyotis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Rubiaceae
Subfamili: Rubioideae
Tribus: Spermacoceae
Genus: Hedyotis
L.
Spesies tipe
Hedyotis fruticosa
L.
Spesies

lihat teks

Artikel takson sembarang

Hedyotis (starviolet)[1] adalah genus tumbuhan berbunga dalam famili Rubiaceae. Banyak spesies dari genus ini, seperti Hedyotis biflora, H. corymbosa, dan H. diffusa, dikenal luas sebagai tumbuhan obat. Hedyotis berasal dari wilayah Asia tropis dan subtropis serta kepulauan di Pasifik barat laut.[2] Genus ini mencakup sekitar 115 spesies.[3] Spesies tipe untuk genus ini adalah Hedyotis fruticosa.[4]

Hedyotis diberi nama oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1753 dalam Species Plantarum.[5] Nama genus ini berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu hedys ("manis") dan otos ("telinga"), yang merujuk pada daun berbentuk telinga dan beraroma manis pada beberapa spesiesnya.[6]

Taksonomi

Dahulu, Hedyotis didefinisikan secara sangat luas oleh beberapa penulis, mencakup spesies-spesies yang kini ditempatkan dalam genus Oldenlandia, Oldenlandiopsis, Houstonia, Kadua, dan genus lainnya. Saat ini, cakupannya lebih terbatas, yakni sebagai kelompok monofiletik yang berkerabat dekat dengan Agathisanthemum.[7]

Genus Pleiocraterium dibentuk oleh Bremekamp, ​​dengan memindahkan Hedyotis verticillaris ke dalamnya sebagai P. verticillare, bersama dengan spesies P. plantaginifolium dari Sri Lanka, serta P. sumatranum dan P. gentianifolium yang berasal dari pulau Sumatra. Namun, studi filogenetik molekuler menunjukkan bahwa genus ini sebenarnya berada di dalam kelompok Hedyotis, sehingga tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai genus yang terpisah.[8]

Spesies

Hingga Maret 2023, Plants of the World Online mengakui spesies-spesies berikut:[9]

Sebelumnya ditempatkan disini

Penelitian

Dalam pengobatan tradisional, lebih dari 20 spesies Hedyotis telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan dalam praktik penyembuhan. Spesies yang paling dikenal di antaranya adalah Hedyotis diffusa dan Hedyotis corymbosa, yang menjadi komponen aktif dalam beberapa ramuan pengobatan Cina seperti bai hua she she cao, peh hue juwa chi cao, dan sirop feibao. Ramuan-ramuan ini digunakan untuk menangani kanker, infeksi, serta berbagai penyakit lainnya. Penelitian fitokimia terhadap spesies Hedyotis pertama kali dipublikasikan pada tahun 1933 melalui pengkajian komponen aktif dalam tumbuhan obat H. auricularia. Sejak saat itu, lebih dari 50 senyawa baru telah diisolasi dari berbagai anggota genus ini. Senyawa-senyawa ini memiliki struktur yang sangat beragam, yang mencakup alkaloid, antrakuinona, flavonoid, iridoid, triterpenoid, sterol, lignan, dan sejumlah senyawa kimia lainnya.[11]

Baru-baru ini, dua peptida baru yang memiliki aktivitas biologis, yaitu hedyotida B1 dan B2 ("hedyotida" = Hedyotis + "peptida"), berhasil diisolasi dari bagian tubuh Hedyotis biflora yang tumbuh di atas permukaan tanah.[12] H. biflora merupakan tumbuhan herba semusim berukuran kecil yang secara tradisional digunakan untuk meredakan nyeri tubuh akibat demam dan malaria. Baik hedyotida B1 maupun B2 termasuk dalam superfamili siklotida, yang dikenal sebagai bagian penting dari sistem pertahanan alami tumbuhan. Hedyotida B1 memiliki motif cyclic-cystine-knot dan menunjukkan aktivitas spektrum luas yang kuat terhadap berbagai bakteri, termasuk E. coli, S. salivarius, S. aureus, P. aeruginosa, B. cereus, dan B. megaterium.[13] Hedyotida B1 dan siklotida lainnya kemungkinan menjalankan fungsi antimikroba dengan cara merusak membran bakteri, yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel. Karena target utamanya adalah membran bakteri secara langsung, kecil kemungkinan bagi bakteri untuk mengembangkan resistensi. Oleh karena itu, hedyotida B1, dengan mekanisme kerja yang baru, berpotensi dikembangkan sebagai agen antimikroba untuk melawan bakteri yang telah resisten terhadap obat.

Referensi

  1. ↑ NRCS. "Hedyotis". PLANTS Database. United States Department of Agriculture (USDA). Diakses tanggal 11 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ David J. Mabberley. 2008. Mabberley's Plant-Book third edition (2008). Cambridge University Press: UK. ISBN978-0-521-82071-4
  3. ↑ Inge Groeninckx, Steven Dessein, Helga Ochoterena, Claes Persson, Timothy J. Motley, Jesper Kårehed, Birgitta Bremer, Suzy Huysmans, and Erik Smets. 2009. "Phylogeny of the herbaceous tribe Spermacoceae (Rubiaceae) based on plastid DNA data". Annals of the Missouri Botanical Garden 96(1):109-132.
  4. ↑ Hedyotis In: Index Nominum Genericorum. In: Regnum Vegetabile (see External links below).
  5. ↑ Carolus Linnaeus. 1753. Species Plantarum 1:101. Laurentii Salvii. (see External Links below).
  6. ↑ Umberto Quattrocchi. 2000. CRC World Dictionary of Plant Names volume II. CRC Press: Boca Raton; New York; Washington, DC; USA. London, UK. ISBN978-0-8493-2676-9.
  7. ↑ Jesper Kårehed, Inge Groeninckx, Steven Dessein, Timothy J. Motley, and Birgitta Bremer. 2008. "The phylogenetic utility of chloroplast and nuclear DNA markers and the phylogeny of the Rubiaceae tribe Spermacoceae". Molecular Phylogenetics and Evolution 49(3):843-866. DOI:10.1016/j.ympev.2008.09.025
  8. ↑ Wikström, Niklas; Suman Neupane; Jesper Kårehed; Timothy J. Motley & Birgitta Bremer (2013). "Phylogeny of Hedyotis L. (Rubiaceae: Spermacoceae): Redefining a complex Asian-Pacific assemblage" (PDF). Taxon. 62 (2): 357–374. doi:10.12705/622.2.
  9. ↑ "Hedyotis L." Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 2023-03-19.
  10. ↑ Parainvolucrella scabra (Wall. ex Kurz) M.D.Yuan & R.J.Wang. Plants of the World Online. Retrieved 27 April 2024.
  11. ↑ Ahmad NHLaR: Phytochemical studies and pharmacological activities of plants in genus Hedyotis/Oldenlandia Studies in Natural Products Chemistry 2006, 33(13):1057-1090.
  12. ↑ Nguyen GK, Zhang S, Wang W, Wong CT, Nguyen NT, Tam JP: Discovery of a linear cyclotide from the bracelet subfamily and its disulfide mapping by top-down mass spectrometry. J Biol Chem. [pranala dihapus]
  13. ↑ Wong CTT, Taichi M, Nishio H, Nishiuchi Y, Tam JP: Optimal Oxidative Folding of the Novel Antimicrobial Cyclotide from Hedyotis biflora Requires High Alcohol Concentrations. Biochemistry (Mosc) 2011, 50(33):7275-7283.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan