Minggu, 27 September 2026
18:47 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Heather Mac Donald

Heather Mac Donald

Untuk kegunaan lain orang lain dengan nama sama, lihat Heather McDonald (disambiguasi).
Heather Mac Donald
250px-Heather_Mac_Donald_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Heather Lynn MacDonald[1]

23 November 1956 (umur 69)
Los Angeles, California, Amerika Serikat
PendidikanUniversitas Yale (Sarjana)
Universitas Cambridge (Inggris) (Magistrat)
Stanford Law School (Doktor)
Pekerjaan
  • Esayis
  • pengarang
  • komentator politik
Dikenal karenaKonservatisme sekuler

Heather Lynn Mac Donald (lahir 23 November 1956) adalah seorang komentator politik konservatif, esayis, jaksa dan pengarang Amerika Serikat.[2][3][4][5] Ia adalah Thomas W. Smith Fellow of the Manhattan Institute[6] dan penyunting City Journal dari institut tersebut.[7][8] Ia menulis sejumlah editorial dan pengarang banyak buku.

Ia dikenal karena pandangan pro-polisinya[9] dan penentangannya terhadap reformasi pengadilan pidana,[10] seperti yang ia curahkan dalam buku The War on Cops dan kolom-kolom seperti "The Myth of the Racist Cop"[11] dan "The Myth of Systemic Police Racism."[12]

Referensi

  1. ↑ Finn, Robin (November 28, 2000). "Excoriating the Enablers, in 12 Chapters". The New York Times (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-07. Diakses tanggal 2010-11-04.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Biography Heather Mac Donald". manhatten-institute.org. Manhattan Institute for Policy Research. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 21 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Mark Oppenheimer (Februari 18, 2011). "A Place on the Right for a Few Godless Conservatives". The New York Times. Diakses tanggal Februari 19, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Blume, Howard (April 8, 2017). "Protesters disrupt talk by pro-police author, sparking free-speech debate at Claremont McKenna College". Los Angeles Times. Diakses tanggal April 10, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Charles C. W. Cooke, February 26, 2014, National Review, Yes, Atheism and Conservatism are Possible: You needn’t believe in God to believe in the American constitutional order Diarsipkan 2017-10-17 di Wayback Machine., Retrieved November 6, 2015, "...If atheism and conservatism are incompatible, then I am not a conservative. And nor, I am given to understand, are George Will, Charles Krauthammer, Anthony Daniels, Walter Olson, Heather Mac Donald, James Taranto, Allahpundit, or S. E. Cupp...."
  6. ↑ "Heather Mac Donald". Manhattan Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 2021-08-20.
  7. ↑ Morrow, Lance (2010-11-04). "Articles about Heather Mac Donald". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-10-23. Diakses tanggal 2010-11-04.
  8. ↑ "Ignoring the Law". Manhattan Institute. Agustus 24, 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-09. Diakses tanggal 2021-08-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "She wanted to criticize Black Lives Matter in a college speech. A protest shut her down". The Washington Post. 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-22. Diakses tanggal 2021-08-20.
  10. ↑ Mac Donald, Heather (Oktober 22, 2015). "The Myth of Criminal-Justice Racism". City Journal. Diakses tanggal Oktober 24, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Mac Donald, Heather (24 Oktober 2016). "The Myth of the Racist Cop". Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 24 Oktober 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Donald, Heather Mac (2020-06-02). "Opinion | The Myth of Systemic Police Racism". Wall Street Journal (dalam bahasa American English). ISSN 0099-9660. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-13. Diakses tanggal 2020-06-03.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan