Rabu, 30 September 2026
06:41 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Han Bwee Kong

Han Bwee Kong

Bagikan:
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Han (marga).
Kapitan Han Bwee Kong
250px-Han_Bwee_Kong%2C_Kapitein_der_Chinezen_of_Surabaya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Han Bwee Kong, Kapitan Cina
Kapitan Cina Surabaya
Masa jabatan
Awal dekade 1700-an –1778
PendahuluTidak diketahui
PenggantiMayor Han Chan Piet
Daerah pemilihanSurabaya
Informasi pribadi
Lahir1727 (1727)
Meninggal1778
Suami/istriTan Ciguan
HubunganTan Ho Gian (ayah mertua)

Ngabehi Soero Pernollo (saudara)

Adipati Soero Adinegoro (keponakan)
AnakHan Chan Piet, Mayor Cina
Han Kik Ko, Mayor Cina
Orang tua
PekerjaanMayor Cina, tuan tanah

Han Bwee Kong, Kapitan Cina (1727 – 1778), atau juga dikenal sebagai Han Bwee Sing, Han Bwee Ko, dan dalam literatur sejarah Belanda dikenal sebagai Han Boeijko, dulu adalah seorang tokoh dan pejabat pemerintah berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang merupakan sekutu dari VOC.[1][2][3][4] Ia adalah anggota keluarga Han dari Lasem pertama yang memegang jabatan pemerintahan, yakni Kapitan Cina Surabaya.[4][5] Ia juga merupakan pachter dari wilayah Besuki dan Panarukan.[4]

Han Bwee Kong lahir pada tahun 1727 di Lasem, Jawa Tengah.[4] Ia adalah anak terakhir dari lima bersaudara yang lahir pada Han Siong Kong (1673 – 1743), seorang migran Tionghoa, dari pernikahannya dengan seorang wanita yang kemungkinan pribumi Indonesia atau setidaknya Peranakan Tionghoa.[3][4] Pada suatu waktu pada paruh pertama abad ke-18, Han Bwee Kong pindah ke Jawa Timur bersama dua orang kakaknya, yakni Soero Pernollo (1720 – 1776) dan Han Hing Kong.[4]

Setidaknya pada tahun 1748, Han Bwee Kong telah menikahi anak Peranakan dari tokoh Tionghoa terkemuka di Surabaya, yakni Tan Ho Goan (1672 – 1744).[3] Keduanya lalu dikaruniai dua belas orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.[4][6][7] Kemungkinan berkat campur tangan dari keluarga istrinya, Han Bwee Kong lalu diangkat menjadi Kapitan Cina Surabaya.[4] Jabatan tersebut pun membuatnya memegang otoritas atas komunitas Cina di Surabaya sebagai bagian dari pemerintahan tidak langsung yang diterapkan di Hindia Belanda.[8][9]

Pada tahun 1768, dengan bantuan dari kakaknya, yakni Ngabehi Soero Pernollo, yang menjadi kepala polisi di Besuki dan Panarukan, Kapitan Han Bwee Kong menjadi pemilik wilayah Besuki dengan kewajiban untuk membayar upeti tahunan sebesar 10 koyan beras dan 1.000 rixdollar ke VOC.[4] Sebagai gantinya, ia membantu anak dari kakaknya, yakni Adipati Soero Adinegoro, untuk diangkat sebagai Ronggo dari Besuki pada tahun 1772.[4][6] Kapitan Han Bwee Kong lalu juga menjadi pemilik dari wilayah Panarukan pada tahun 1777 dengan kewajiban untuk membayar upeti tahunan sebesar 500 dolar Spanyol.[4]

Kapitan Han Bwee Kong akhirnya meninggal pada tahun 1778, dan dimakamkan bersama istrinya di Pasar Bong Diarsipkan 2023-04-04 di Wayback Machine., di Surabaya.[2][4] Pada nisannya, ditulis 'Zhensi' dan 'Ia yang mengguncang Surabaya'.[4]

Anak sulung dan wakilnya, Han Khee Bing, Letnan Cina (1749 – 1768) telah meninggal terlebih dahulu.[4] Sehingga, ia digantikan sebagai Kapitan Cina Surabaya serta sebagai pemilik wilayah Besuki dan Panarukan oleh anak kelimanya, yakni Han Chan Piet, Mayor Cina (1759 – 1827).[4][10] Anaknya yang lain, Han Kik Ko, Mayor Cina (1766 – 1813), kemudian juga diangkat menjadi Temenggong dan pemilik dari wilayah Probolinggo.[4][6][8] Keturunan Kapitan Han Bwee Kong, sebagai bagian dari baba bangsawan atau Cabang Atas, pun tetap memainkan peran penting di kancah politik dan ekonomi di Hindia Belanda hingga berakhirnya pendudukan Belanda pada tahun 1945.[4][11]

Referensi

  1. ↑ Knight, G. Roger (2015). Trade and Empire in Early Nineteenth-Century Southeast Asia: Gillian Maclaine and His Business Network. Boydell & Brewer. hlm. 144. ISBN 978-1783270699. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-30. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Harsaputra, Indra (September 19, 2009). "The Jakarta Post". Former Chinese cemetery serves as bustling market. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-05. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Setyautama, Sam (2008). Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 76. ISBN 978-9799101259. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-30. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Salmon, Claudine (1991). "The Han family of East Java. Entrepreneurship and politics. 18th - 19th Century". Archipel. 41: 53–87. doi:10.3406/arch.1991.2711. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-06. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Claver, Alexander (2014). Dutch Commerce and Chinese Merchants in Java: Colonial Relationships in Trade and Finance, 1800-1942. Leiden: BRILL. hlm. 46. ISBN 978-9004263239. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-30. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 Han, Bing Siong (2001). "A short note on a few uncertain links in the Han Genealogy". Archipel. 62: 43–52. doi:10.3406/arch.2001.3660. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-06. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Salmon, Claudine (2001). "Some more comments on uncertain links in the Han lineage". Archipel. 62: 53–64. doi:10.3406/arch.2001.3661. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-17. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Suryadinata, Leo (2012). Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: A Biographical Dictionary, Volume I & II. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 13–14. ISBN 978-9814345217. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Manan, Shakila Abdul; Rahim, Hajar Abdul (2012). Linguistics, Literature and Culture: Millennium Realities and Innovative Practices in Asia. Cambridge Scholars Publishing. hlm. 101. ISBN 978-1443843966. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Dobbin, Christine (2013). Asian Entrepreneurial Minorities: Conjoint Communities in the Making of the World Economy, 1570-1940. Routledge. hlm. 57–58. ISBN 978-1136786938. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-24. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Salmon, Claudine (1997). "La communauté chinoise de Surabaya. Essai d' histoire, des origines à la crise de 1930". Archipel. 53. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-10. Diakses tanggal 16 Februari 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Tidak diketahui
Mayor Cina Surabaya
Awal dekade 1700-an–1778
Diteruskan oleh:
Mayor Han Chan Piet
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan