Rabu, 07 Oktober 2026
11:25 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Jalur kereta api Parakan–Secang

Jalur kereta api Parakan–Secang

jalur kereta api di Indonesia

Bagikan:
Jalur kereta api Parakan–Secang
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorlijn_Setjang-Parakan_van_de_Ned.-Indische_Spoorweg_Maatschappij_met_station_Temanggoeng_op_de_achtergrond_TMnr_10014250.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di dalam lokomotif kereta api menuju Stasiun Temanggung
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusParakan
Secang
Operasi
Dibangun olehNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Dibuka1 Juli 1907
Ditutup1967
PemilikPT Kereta Api Indonesia (pemilik aset jalur dan stasiun)
OperatorWilayah Aset VI Yogyakarta
DepoSecang (SCA) Parakan (PRN)
Data teknis
Panjang rel27 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi40 s.d. 60 km/jam
Peta rute
Parakan
Kedu
Maron
Temanggung
Guntur
Kranggan
Nguwet
Batas wilayah Kabupaten Temanggung
Batas wilayah Kabupaten Magelang
SCA–YK
Secang, KEJ–SCA

Jalur kereta api Parakan–Secang merupakan jalur kereta api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Secang dan Stasiun Parakan. Jalur ini termasuk dalam Wilayah Aset VI Yogyakarta serta digunakan untuk angkutan penumpang dan barang.

Sejarah

Jalur ini dahulu melayani kereta-kereta api yang digunakan untuk melayani angkutan tembakau di Temanggung. Jalur ini selesai dibangun pada tahun 1907 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), atas jasa-jasa Ho Tjong An, seorang pemborong (aannemer) cerutu Tionghoa (menurut catatan dari Kota Toea Magelang).[1]

Secara rinci, jalur ini dibagi menjadi dua proyek. Secang–Temanggung dibuka pada tanggal 3 Januari 1907 dan Temanggung–Parakan dibuka pada tanggal 1 Juli 1907. Dengan dibukanya segmen terakhir ini, resmilah jalur kereta api ini.[2]

Meski Stasiun Parakan sebagai ujung jalur ini hanya terletak kurang lebih 30 km dari Stasiun Wonosobo, tetapi NIS dan Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), operator Stasiun Wonosobo, tidak berminat untuk menyambungkan kedua stasiun itu, karena kondisi medan pegunungan yang sangat sulit. Oleh karena itu, untuk menyambung Parakan dengan Wonosobo disediakan angkutan bus.[3]

Terdapat dua stasiun yang digolongkan sebagai stasiun kelas I, yaitu Stasiun Parakan dan Stasiun Temanggung. Bangunan stasiun ini adalah Chalet-NIS, dengan dibalut atap ala Indische Empire NIS yang banyak digunakan untuk stasiun-stasiun NIS pada tahun 1907. Dindingnya terbuat dari batu bata tanpa plesteran sehingga menambah kesan artistik bangunan.[4]

Jalur ini tetap beroperasi untuk melayani penumpang dari Temanggung. Namun, PNKA menutup jalur ini pada tahun 1967 karena sudah dianggap tidak menguntungkan lagi.[5] Sebagian aset seperti Stasiun Temanggung, Stasiun Parakan, Stasiun Kedu, dan Stasiun Kranggan masih dimanfaatkan, dan saat ini tidak ada progres reaktivasi untuk jalur ini.

Jalur terhubung

Lintas aktif

Jalur ini tidak terhubung dengan lintas aktif mana pun.

Lintas nonaktif

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Kedu
Segmen Parakan–Temanggung
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1907
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3361 Parakan PRNJalan Aip Mungkar, Parakan Wetan, Parakan, Temanggungkm 27+189 lintas Secang–Parakan+773 mTidak beroperasi120px-Stasiun_Parakan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3362 Kedu KEUKedu, Kedu, Temanggungkm 19+812+636 mTidak beroperasi120px-Stasiun_Kedu_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3363 Maron MRNJalan S. Kadar Maron, Dusun Maron, Sidorejo, Temanggung, Temanggungkm 16+679Tidak beroperasi
Segmen Temanggung–Secang
Diresmikan pada tanggal 3 Januari 1907
3364 Temanggung TMGNasional 15 Jalan Jenderal Ahmad Yani, Banyuurip, Temanggung, Temanggungkm 13+795+572 mTidak beroperasi120px-Stasiun_Temanggung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3365 Guntur GTRDusun Kalibawang, Guntur, Temanggung, Temanggungkm 9+476Tidak beroperasi
3366 Kranggan KRGKranggan, Kranggan, Temanggungkm 7+585+467 mTidak beroperasi120px-Stasiun_Kranggan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3367 Nguwet NWTDusun Ngabeyan, Nguwet, Kranggan, Temanggungkm 4+527Tidak beroperasi
3314 Secang SCASecang, Secang, Magelangkm 55+940 lintas Yogyakarta–Magelang Kota–Ambarawa
km 0+000 lintas Secang–Parakan
Tidak beroperasi120px-Stasiun_SCA_2026.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [6][7]
  • Pengidentifikasi stasiun: [8]
  • Tanggal pembukaan jalur: [9]: 106–124 

Galeri

  • Pemandangan di salah satu segmen, tampak sebuah kereta melaju mengarah ke fotografer.
    Pemandangan di salah satu segmen, tampak sebuah kereta melaju mengarah ke fotografer.
  • Pemandangan di salah satu segmen jalur.
    Pemandangan di salah satu segmen jalur.
  • Lokomotif melintas di jembatan
    Lokomotif melintas di jembatan
  • Kereta Api melintas di atas jembatan dekat Stasiun Temanggung.
    Kereta Api melintas di atas jembatan dekat Stasiun Temanggung.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Menjelajahi Kota Tua Pecinan di Temanggung | traveling - Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2018-10-16.
  2. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. 1935.
  3. ↑ Reitsma, S.A. (1930). Van Stockum's Traveller's Handbook: For the Dutch East Indies. W.P. Van Stockum & Son, Limited.
  4. ↑ "Sejarah : Stasiun Temangggung – Kota Temanggung". temanggungan.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-16. Diakses tanggal 2018-10-16.
  5. ↑ "Sudah 7 Tahun Temanggung Tak Dilewati KA Penumpang". Sinar Harapan. 1974-07-17.
  6. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |link= diabaikan
  7. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  8. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  9. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan