Rabu, 28 Oktober 2026
21:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Halte Tribungan

Halte Tribungan

halte kereta api di Indonesia

Bagikan:
Halte Tribungan
Tribungan+18 m
330px-Eks_Halte_Tribungan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Tribungan dipotret ketika penelusuran Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) pada 2024
Lokasi
Koordinat 7°42′41″S 113°58′19″E / 7.71139°S 113.97194°E / -7.71139; 113.97194
Ketinggian+18 m
Operator
Letak
LayananTidak ada layanan.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani agen[3]
Sejarah
Ditutupsekitar tahun 1980/1990-an?
Nama sebelumnyaStasioen Triboengan
Diagram lintasan stasiun
ke Panarukan
ke Situbondo
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.7113888888889,113.97194444444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Tribungan&revid=27885262&groups=_b6d8b1f6f554a43cd641d2495b5cc379c6fdd2d2&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
250px-Crossing_Tribungan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perpotongan rel lori Pabrik Gula Wringinanom dengan jalur KA Kalisat–Panarukan pada 2024, gambar diambil sekitar 300 meter dari Halte Tribungan saat penelusuran Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama Komunitas IRPS

Halte Tribungan (TBG) adalah halte kereta api nonaktif yang dahulu merupakan stasiun kelas III/kecil; terletak di Paowan, Panarukan, Situbondo. Halte yang terletak pada ketinggian +18 m[4] ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IX Jember. Pada saat masih aktif, halte ini melayani pemberangkatan kereta api Lokal Jember-Panarukan pp. Kereta api ini sangat laris digunakan oleh masyarakat yang hendak bepergian dari Surabaya ke Bondowoso, Situbondo, dan tempat lain-lain. Halte ini hanya memiliki satu jalur kereta api per Gapeka 2002.[4]

Kemungkinan besar halte ini dinonaktifkan lebih awal, yaitu sekitar dekade 1980/1990-an karena okupansi yang minim, tetapi nama halte ini tercatat sampai Gapeka terakhir di jalur kereta api Kalisat–Panarukan digunakan: Gapeka 2002. Jalur ini dinonaktifkan penuh pada tahun 2004 oleh PT KA bersama dengan seluruh stasiun lainnya di jalur ini yang masih aktif karena prasarana yang sudah tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.[5]

Bangunan halte ini masih utuh, tetapi sudah tidak lagi digunakan dan tidak ditempati siapapun. Warna cat halte ini juga masih mengusung warna khas PJKA, yaitu krem-hitam. Nama halte dalam ejaan lama (Triboengan) juga masih terlihat, beserta angka ketinggiannya.

Tak jauh dari lokasi Halte Tribungan terdapat perpotongan jalur kereta api Kalisat–Panarukan dengan jalur lori Pabrik Gula Panji yang hingga kini masih dapat ditemukan perpotongannya.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2020-07-07.
  4. 1 2 Grafik Perjalanan Kereta Api 2002. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan Republik Indonesia.
  5. ↑ "Jalur Kereta Api Kalisat-Panarukan Segera Dibuka". Tempo.co. 2009-01-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-13. Diakses tanggal 2019-07-20.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Situbondo
menuju Kalisat
Kalisat–Panarukan Panarukan


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan