Minggu, 27 September 2026
20:22 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Halte Jambu

Halte Jambu

stasiun kereta api di Indonesia

Artikel ini bukan mengenai Stasiun Jambu Baru atau jambu.
Halte Jambu
Jambu+479 m
330px-Stasiun_Jambu_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Jambu, 2019
Lokasi
Koordinat 7°16′47.280″S 110°22′7.453″E / 7.27980000°S 110.36873694°E / -7.27980000; 110.36873694
Ketinggian+479 m
Operator
Letak
km 79+235 lintas Yogyakarta–Magelang Kota–Ambarawa[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang rendah
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
LayananKereta wisata Ambarawa–Bedono
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani[3]
Sejarah
Dibuka1905
Nama sebelumnyaHalte Djamboe
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Wisata warisan sejarah Stasiun berikutnya
Ambarawa
Terminus
Ambarawa Mountain Railway Tour
Ambarawa—Bedono, p.p.
Bedono
Terminus
Diagram lintasan stasiun
ke Bedono
Batas rel gerigi
±
200 m
219 yd
ke Ambarawa
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.2798,110.36873694444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Jambu&revid=29719288&groups=_49e79cec22ff9e2e760870f40d459a0f856c2e2c&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Halte Jambu (JMB) merupakan halte kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Halte yang terletak pada ketinggian +479 m ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Halte ini dibangun bersama dengan pembangunan jalur kereta api Secang–Ambarawa. Jalur ini merupakan jalur kereta api pegunungan, menggunakan rel gerigi, menghubungkan kawasan strategis militer Hindia Belanda di Kota Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas tentara KNIL di kawasan tersebut. Pada tanggal 1 Februari 1905, jalur segmen ini telah selesai dibangun.[4]

Pada tanggal 15 November 1921, status Jambu yang awalnya merupakan perhentian (stopplaats), ditingkatkan menjadi halte (stasiun kecil), bersama dengan Halte Mlati.[5] Namun, per pendataan 1982, status Jambu kembali diturunkan menjadi perhentian dilayani.[3] Pada tahun 1976, jalur kereta api ini resmi ditutup, tetapi untuk mendukung operasi Museum Kereta Api Ambarawa, maka jalur hanya dipertahankan sampai Stasiun Bedono.

Layanan kereta api

lossy-page1-250px-%28Vermoedelijk%29_Stationshuisje_en_tandradspoor_te_Djamboe%2C_ten_zuiden_van_Semarang%2C_in_Midden-Java%2C_KITLV_1400003.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan generasi pertama Halte Jambu, terbuat dari kayu

Hanya satu layanan kereta api yang melayani halte ini, yaitu kereta wisata Ambarawa–Bedono yang ditarik lokomotif uap dan hanya dijalankan dalam format sewa mengingat usia lokomotif yang tidak memungkinkan untuk dijalankan reguler.[6][7] Di halte ini, lokomotif yang menarik kereta api ini akan berganti posisi dari semula di depan menjadi di belakang, sehingga lokomotif ini akan mendorong rangkaian sampai ke Stasiun Bedono.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. 1 2 Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2020-07-15.
  4. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  5. ↑ "Nederlandsch-Indische Spoorweg-Mij". De Locomotief. 1921-12-13.
  6. ↑ Adikurnia, Muhammad Irzal (2016-12-19). Asdhiana, I Made (ed.). "Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-04.
  7. ↑ "Jawa Tengah - Merdeka.com | Ini tarif sewa kereta api wisata di Ambarawa". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-04. Diakses tanggal 2018-08-04.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ambarawa
Museum
menuju Kedungjati
Kedungjati–Secang Bedono
menuju Secang


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Tengah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan