Selasa, 22 September 2026
06:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Haloperidol

Haloperidol

senyawa kimia

Haloperidol
250px-Haloperidol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Haloperidol-from-xtal-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Pengucapan/hælpɛridɒl/
Nama dagangHaldol, Lodomer, Seradol
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682180
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
lewat mulut, IM, IV, depot (sebagai ester dekanoat)
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas60–70% (lewat mulut)[1]
Pengikatan protein~90%[1]
MetabolismeLewat hati[1]
Waktu paruh eliminasi14–26 jam (IV); 20,7 jam (IM); 14–37 jam (lewat mulut)[1]
EkskresiSaluran empedu dan urin [1][2]
Pengenal
  • 4-[4-(4-Klorofenil)-4-hidroksipiperidin-1-il]-1-(4-fluorofenil)butan-1-ona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.142 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H23ClFNO2
Massa molar375.9 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • c1cc(ccc1C(=O)CCCN2CCC(CC2)(c3ccc(cc3)Cl)O)F
  • InChI=1S/C21H23ClFNO2/c22-18-7-5-17(6-8-18)21(26)11-14-24(15-12-21)13-1-2-20(25)16-3-9-19(23)10-4-16/h3-10,26H,1-2,11-15H2 checkY
  • Key:LNEPOXFFQSENCJ-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Haloperidol (dipasarkan dengan merk dagang Haldol) adalah sebuah obat antipsikotik [3] yang digunakan untuk menangani penyakit skizofrenia, sindrom Tourette, mania dalam penyakit bipolar, mual dan muntah, delirium, psikosis akut, dan halusinasi selama proses penanggulangan kecanduan minum alkohol.[3][4][5] Obat ini bisa dikonsumsi lewat mulut atau disuntik ke dalam otot atau lewat infus.[3] Haloperidol biasanya mulai berefek dalam waktu tiga puluh hingga enam puluh menit.[3] Formula yang berdampak lama dapat disuntik setiap empat minggu untuk pengidap skizofrenia atau penyakit terkait, yang sering kali lupa atau menolak minum obat lewat mulut.[3]

Haloperidol dapat menyebabkan penyakit yang disebut diskinesia tardif yang bisa jadi permanen.[3] Sindrom malignan neuroleptik dan prolongasi QT yang dipicu oleh obat juga dapat terjadi.[3] Untuk orang tua yang mengalami psikosis akibat demensia, risiko meninggal juga meningkat.[3] Jika dikonsumsi saat hamil, obat ini dapat memicu masalah pada bayi.[3][6] Obat ini sebaiknya tidak diberikan kepada pengidap penyakit Parkinson.[3]

Haloperidol ditemukan pada tahun 1958 oleh Paul Janssen.[7] Obat ini dibuat dari petidin (meperidin).[8] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat-Obatan Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[9] Obat ini adalah obat antipsikotik yang paling sering digunakan.[10] Biaya tahunan dosis umum haloperidol berkisar antara £20-800 di Britania Raya.[10][11] Biaya tahunan di Amerika Serikat mencapai $250.[12]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Kudo, S; Ishizaki T (Desember 1999). "Pharmacokinetics of haloperidol: an update". Clinical pharmacokinetics. 37 (6): 435–56. doi:10.2165/00003088-199937060-00001. PMID 10628896.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Product Information Serenace" (PDF). TGA eBusiness Services. Aspen Pharma Pty Ltd. 29 September 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Maret 2017. Diakses tanggal 29 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Haloperidol". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-01-02. Diakses tanggal 2 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Schuckit, MA (27 November 2014). "Recognition and management of withdrawal delirium (delirium tremens)". The New England Journal of Medicine. 371 (22): 2109–13. doi:10.1056/NEJMra1407298. PMID 25427113.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Plosker, GL (1 Juli 2012). "Quetiapine: a pharmacoeconomic review of its use in bipolar disorder". PharmacoEconomics. 30 (7): 611–31. doi:10.2165/11208500-000000000-00000. PMID 22559293.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Prescribing medicines in pregnancy database". Australian Government. 3 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 April 2014. Diakses tanggal 2 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Sneader, Walter (2005). Drug discovery : a history (Edisi Rev. and updated). Chichester: Wiley. hlm. 124. ISBN 978-0-471-89979-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08.
  8. Ravina, Enrique (2011). The evolution of drug discovery : from traditional medicines to modern drugs (Edisi 1. Aufl.). Weinheim: Wiley-VCH. hlm. 62. ISBN 978-3-527-32669-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08.
  9. "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Stevens, Andrew (2004). Health care needs assessment : the epidemiologically based needs assessment reviews (Edisi 2nd). Abingdon: Radcliffe Medical. hlm. 202. ISBN 978-1-85775-892-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08.
  11. Wilkinson, Greg (2007). Stein, George (ed.). Seminars in general adult psychiatry (Edisi 2.). London: Gaskell. hlm. 288. ISBN 978-1-904671-44-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08.
  12. Jeste, Dilip V. (2011). Clinical handbook of schizophrenia (Edisi Pbk.). New York: Guilford Press. hlm. 511. ISBN 978-1-60918-237-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Haloperidol.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan