Rabu, 21 Oktober 2026
05:09 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Habemus Papam

Habemus Papam

Bagikan:
250px-Habemus_Papam_1415.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengumuman pemilihan Paus Martinus V pada Konsili Konstanz

Habemus Papam (arti: "Kita memiliki Paus") adalah istilah bagi suatu pengumuman dalam Bahasa Latin yang diucapkan oleh seorang Kardinal Protodiakon tentang hasil pemilihan Paus dalam konklaf yang telah dilaksanakan. Pengumuman ini diberikan dari atas Balkon di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Setelah pengumuman tersebut, Paus yang baru akan tampil ke depan publik dan menyampaikan sambutan pertamanya sebagai Paus, yang disebut Urbi et Orbi.

Format Habemus Papam

Format atau bacaan dari pengumuman Habemus Papam ketika kardinal mengumumkan hasil pemilihan Paus adalah:

Annuntio vobis gaudium magnum:
habemus Papam!

Eminentissimum ac reverendissimum dominum,
Dominum [nama awal],
Sanctæ Romanæ Ecclesiæ Cardinalem [nama akhir],
qui sibi nomen imposuit [nama Paus].

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Kami umumkan kepada Anda sekalian sebuah kegembiraan besar:
kita memiliki Paus!

[Beliau adalah] tuan yang paling mulia dan terhormat,
Tuan [nama awal],
Kardinal Gereja Roma Suci [nama akhir],
yang menamai dirinya sebagai [nama Paus].

Dalam Habemus Papam pada tahun 2005, yang dibacakan oleh Kardinal Jorge Maria Estévez, yaitu pengumuman dimulai dengan sambutan dalam beberapa bahasa, yaitu:

Fratelli e sorelle carissimi (Bahasa Italia)
Queridisimos hermanos y hermanas (Bahasa Spanyol)
Bien chers freres et sœurs (Bahasa Prancis)
Liebe Brüder und Schwestern (Bahasa Jerman)
Dear brother and sister (Bahasa Inggris)

Sejarah

Teks pengumuman ini sebagian terinspirasi oleh Injil Lukas (2:10–11), yang mencatat perkataan malaikat yang memberitakan kepada para gembala kelahiran Mesias:

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."

Dalam Vulgata (terjemahan Alkitab dalam bahasa Latin oleh St. Jerome), kata-kata yang digunakan adalah "Evangelizo vobis gaudium magnum", sementara kata "annuntio" digunakan dalam terjemahan sebelumnya.

Penerapan formula ini dimulai sejak terpilihnya Odo Colonna sebagai Paus Martinus V (1417), yang dipilih sebagai paus baru oleh para kardinal dan perwakilan dari berbagai negara di Konsili Konstanz. Dalam konteks ini, sebelum Martin V, ada tiga penggugat tahta kepausan: Antipaus Yohanes XXIII (yang telah menyerukan dewan, dan menunjuk sebagian besar kardinal pemilih), Antipaus Benediktus XIII (satu-satunya orang yang diangkat menjadi kardinal sebelum pecahnya Skisma Barat) dan Paus Gregorius XII. Dua yang pertama digulingkan oleh Konsili itu sendiri, dan Gregorius XII turun takhta setelah secara resmi mengadakan konsili yang telah diadakan dan mengesahkan tindakannya termasuk tindakan memilih penggantinya. Dua tahun setelah dua pesaing pertama digulingkan[a] dan pengunduran diri yang ketiga, dewan memilih paus baru. Oleh karena itu, pengumuman itu dapat diartikan sebagai: "(Akhirnya) kita memiliki seorang Paus (dan hanya satu!)".[1]

Formula habemus papam diadopsi sebelum tahun 1484, tahun di mana ia digunakan untuk mengumumkan pemilihan Giovanni Cybo, yang mengambil nama Inosensius VIII. Pengumuman ini terakhir diberikan oleh Dominique Mamberti setelah pemilihan Paus Leo XIV pada tanggal 8 Mei 2025.[2]

Tatacara

Tatacara dalam membaca Habemus Papam adalah, menyebutkan nama awal terlebih dahulu (Carolum, Iosephum, Angelum), lalu dilanjutkan dengan membaca nama akhir, seperti (Wojtyla, Luciani, Roncalli). Dan untuk penyebutan nama paus, dengan cara akusatif dalam Bahasa Latin, seperti (Ioannes Pauli primi)

Kardinal yang pernah mengumumkan hasil konklaf

Referensi

  1. 1 2 "Origins of the 'Annuntio vobis gaudium magnum: habemus papam". News.va Official Vatican Network – Vatican Radio. Maret 21, 2013. Diakses tanggal Juni 7, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Habemus Papam! A Prayer for Pope Leo XIV". My Catholic Life! (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-09.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Habemus Papam.
  1. ↑ Profesor Jesuit Norman Tanner mengklaim bahwa Antipaus Yohanes XXIII sebenarnya mengundurkan diri tetapi di bawah tekanan.[1]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan