Jumat, 30 Oktober 2026
00:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gulungan Kitab Yesaya

Bagikan:

Gulungan Besar Kitab Yesaya (bahasa Inggris:Great Isaiah Scroll) adalah salah satu Naskah Laut Mati, yang ditemukan pertama kali di gua nomor 1 di Qumran, dekat Laut Mati, bersama 6 gulungan lain pada tahun 1947 oleh seorang gembala Bedouin. Merupakan gulungan yang paling utuh dari 220 lebih naskah kuno di sana, berisikan keseluruhan Kitab Yesaya. Dari 4 kali analisis radioaktif karbon C-14 diperoleh tahun pembuatan antara 335-324 SM dan 202-107 SM, sehingga gulungan ini merupakan naskah tertua Kitab Yesaya yang ada sekarang,[1] lebih tua 1100 tahun daripada Kodeks Leningrad[2] Naskah ini diberi kode "1QIsaa", di mana "1Q" berarti "gua ke-1 di Qumran", "Isa" adalah singkatan dari "Isaiah" (istilah bahasa Inggris untuk "Yesaya") dan a berarti naskah pertama, karena ada lagi naskah Kitab Yesaya di gua ini, meskipun kurang lengkap.

960px-Great_Isaiah_Scroll.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Gulungan Besar Kitab Yesaya, yang memuat lengkap seluruh Kitab Yesaya, dibuat pada abad ke-2 SM, diketemukan di gua 1, Qumran, pada tahun 1947.

Ukuran

Ditulis dalam 17 lembar kertas perkamen, seluruhnya berukuran panjang 8 meter (24 kaki) dan lebar 28 cm (11 inci), dengan tulisan dalam abjad Ibrani yang terbagi atas 54 kolom.[3]

Sejarah

Setelah ditemukan tahun 1947, oleh penemunya, seorang gembala Bedouin, gulungan ini dijual kepada pedagang barang antik yang kebetulan anggota gereja di Suriah. Orang ini menjualnya kepada Mar Anastasius Samuel, dari gereja "the Metropolitan of the Syrian Orthodox Church" di Yerusalem Timur. Mar Samuel membawanya ke Amerika Serikat dengan harapan menjualnya di sana bersama 3 gulungan lainnya. Ia memasang iklan di koran. Empat gulungan ini dibeli oleh arkeolog Israel, Yigael Yadin, senilai $250.000 pada tahun 1954 dan dibawa kembali ke Israel. Gulungan ini bersama-sama 200 fragmen dari Naskah Laut Mati lainnya, sekarang disimpan dalam gedung "Shrine of the Book"" di Museum Israel, Yerusalem.[4]

Perbandingan dengan naskah yang sudah ada

Naskah Kitab Yesaya ini mengandung sejumlah perbedaan huruf dengan Teks Masoret yang dipakai sebagai standar Alkitab Ibrani saat ini. Namun, sebagian besar hanya merupakan perbedaan cara penulisan lama dengan baru, dan huruf-huruf yang ditambahkan tidak mengubah cara pembacaan maupun maknanya. Ada sejumlah kata yang ditambahkan tetapi juga tidak mengubah makna pembacaan.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Haaretz.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-05-15. Diakses tanggal 2008-05-15.
  2. 1 2 "Ancient-hebrew.org". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-11. Diakses tanggal 2011-11-08.
  3. ↑ "Theturning.org". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-09. Diakses tanggal 2011-11-08.
  4. ↑ "Imjnet.org.il". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-27. Diakses tanggal 2011-11-08.

Pranala luar

  • Kutscher, E.Y. The Language and Linguistic Background of the Isaiah Scroll (I Q Isaa), Studies on the Texts of the Desert of Judah, 6. (Leiden: Brill, 1974).
  • The Great Isaiah Scroll Diarsipkan 2009-07-15 di Wayback Machine - View the entire scroll.
Kitab Yesaya • ספר ישעיה (Sefer Yesyayah)
Alkitab
Pasal
Yesaya 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 • 7 • 8 • 9 • 10 • 11 • 12 • 13 • 14 • 15 • 16 • 17 • 18 • 19 • 20 • 21 • 22 • 23 • 24 • 25 • 26 • 27 • 28 • 29 • 30 • 31 • 32 • 33 • 34 • 35 • 36 • 37 • 38 • 39 • 40 • 41 • 42 • 43 • 44 • 45 • 46 • 47 • 48 • 49 • 50 • 51 • 52 • 53 • 54 • 55 • 56 • 57 • 58 • 59 • 60 • 61 • 62 • 63 • 64 • 65 • 66
Ayat
Tempat
Istilah
Tokoh
Sumber
Teks
Tempat
Istilah
Tokoh
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan