Senin, 21 September 2026
05:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pemikiran kelompok

merupakan fenomena psikologi yang terjadi di sekelompok orang di mana keinginan untuk menyamakan sikap, keyakinan, dan perilaku dalam kelompok untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang irasional atau disfungsional.

Pemikiran kelompok (bahasa Inggris: groupthink) merupakan fenomena psikologi yang terjadi di sekelompok orang di mana keinginan untuk menyamakan sikap, keyakinan, dan perilaku dalam kelompok untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang irasional atau disfungsional. Pemikiran kelompok terjadi ketika keinginan orang untuk lebih memilih mempertahankan loyalitas kelompok dibandingkan membuat pilihan yang terbaik. Situasi kelompok sering membuat orang merasa sulit untuk berfikir dan bertindak mandiri. Menurut psikolog Irving Janis, pemikiran kelompok adalah kemerosotan efisiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang dihasilkan dari tekanan dalam kelompok.[1]

Gejala

Tekanan menuju keseragaman bisa mempunyai pengaruh besar bagi beberapa kelompok. Ada beberapa gejala dalam hal ini, yaitu:[2]

  1. Solusi kebal, ditunjukkan dari upaya anggota menciptkan optimisme yang kuat dalam kelompok.
  2. Kelompok menciptakan usaha kolektif untuk merasionalkan serangkaian tindakan yang diputuskan.
  3. Kelompok menjaga sebuah kepercayaan yang tidak terpatahkan dalam moralitas bawaanya dan membuat keompok termotivasi dan bekerja untuk hasil yang terbaik.
  4. Kelompok memiliki stereotip yang negatif terhadap kelompok-kelompok luar, kelompok saingan atau musuh.
  5. Tekanan langsung mendesak anggota untuk tidak mengungkapkan pendapat yang berbeda.
  6. Sensor diri, membuat individu mengurungkan niat untuk menyiapkan pendapat yang berlawanan dan akhirnya menekan mereka untuk diam.
  7. Ilusi mufakat terjadi dengan keputusan yang seolah-olah disepakati bersama, membuat kelompok merapatkan solidaritas.
  8. Muncul pikiran waspada untuk melindungi kelompok dan pemimpin dari opini atau informasi yang berlawanan dan tidak dingginkan.

Referensi

  1. "Groupthink". Ethics Unwrapped (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-04-25.
  2. Novia, Jessica (2022-03-21). Gischa, Serafica (ed.). "Groupthink Theory: Pengertian, Asumsi, dan Gejalanya". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-04-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan