Senin, 12 Oktober 2026
16:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Germar Rudolf

Bagikan:
Germar Rudolf
Lahir
Germar Rudolf

29 Oktober 1964 (umur 61)
Pekerjaanpenulis, ahli kimia, penyangkal holocaust

Germar Rudolf (kelahiran 29 Oktober 1964) adalah seorang ahli kimia dan penyangkal Holocaust Jerman.[1]

Latar belakang

Rudolf lahir di Limburg an der Lahn, Hesse. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1983 di Remscheid, Rudolf mempelajari kimia di Bonn, menyelesaikan pembelajarannya pada 1989. Sebagai seorang pelajar, ia bergabung dengan A.V. Tuisconia Königsberg zu Bonn dan K.D.St.V. Nordgau Prag zu Stuttgart. Keduanya adalah kefrateran Katolik yang masuk dalam Cartellverband der katholischen deutschen Studentenverbindungen. Ia adalah pendukung dari PSK/PDK selama beberapa waktu, tetapi berhenti di tengah jalan dan menjadi anggota Die Republikaner (REP) selama beberapa waktu karena kebijakan patriotik mereka.

Setelah pelayanan militernya, ia selama beberapa waktu bekerja di Institut Max Planck untuk Penelitian Negara Solid di Stuttgart, pada awal Oktober 1990, di mana ia menyiapkan sebuah tesis PhD. Dimulai pada 1991 ia menulis sebuah makalah, yang berjudul "Laporan tentang formasi dan verifiabilitas dari komponen sianida di kamar-kamar gas Auschwitz" yang setengahnya berasal dari jaksa Düsseldorf Hajo Herrmann, seorang mantan pilot Luftwaffe yang memegang pangkat Oberst. Pada 1993, ketika laporannya disorot beberapa media, atasannya menyuruh Rudolf agar tidak memasuki Institut Max Planck Institute tanpa izin. Ketika Rudolf masuk institut tersebut tanpa izin, kontrak kerjanya dicabut tanpa hormat.

Referensi

  1. ↑ "A German court sentenced Holocaust denier Germar Rudolf to two and a half years in prison for inciting racial hatred in publications and Web sites which "systematically" called into question the Nazi genocide." "German Holocaust Denier Imprisoned for Inciting Racial Hatred" Diarsipkan 2009-02-02 di Wayback Machine, Deutsche Welle, 16 Februari 2007.

Pranala luar

Penyangkalan genosida
Pelaku
Organisasi
Publikasi
Konferensi
Status hukum
Penegakan hukum
Kasus hukum
Traktat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan