Senin, 21 September 2026
19:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Robert Faurisson

Robert Faurisson

Robert Faurisson
250px-Robert_Faurisson_en_2014.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Robert Faurisson pada tahun 2014
Lahir
Robert Faurisson Aitken

(1929-01-25)25 Januari 1929
Meninggal21 Oktober 2018(2018-10-21) (umur 89)
PekerjaanProfesor sastra dan sejarawan revisionis, dikenal karena penyangkalan Holocaust

Robert Faurisson (25 Januari 1929  21 Oktober 2018)[1] ialah penyangkal Holocaust asal Prancis yang membangkitkan kontroversi melalui sejumlah artikel yang diterbitkannya di Jurnal Historical Review dsb, seperti sejumlah tulisan yang telah dikirimnya ke koran Prancis (khususnya Le Monde) selama bertahun-tahun yang menyangkal adanya kamar gas pembunuhan di kamp konsentrasi Nazi dan mempertanyakan apakah sebenarnya pembunuhan sistematis Yahudi Eropa menggunakan gas selama Perang Dunia II itu ada serta menentang keaslian dari The Diary of Anne Frank.[2] Setelah disahkannya UU Gayssot yang menentang penyangkalan terhadap Holocaust pada tahun 1990, Faurisson dituntut dan didenda, dan pada tahun 1991 ia diberhentikan dari jabatan akademisnya.[3]

Pandangan, karya, dan kritik

Ia dilahirkan dari ayah Prancis dan ibu Skotlandia.

Seperti sebagian besar orang Prancis pada masa itu, Faurisson mengatakan bahwa ia memiliki sentimen anti-Jerman selama dan segera menyusul Perang Dunia II. Namun, setelah membaca karya tokoh Prancis terkemuka Paul Rassinier dan Maurice Bardèche, ia mulai mempertanyakan Holocaust. Selama bertahun-tahun, Faurisson menyatakan telah mempelajari Holocaust secara meluas. Dan, pada akhir 1970-an, ia menyatakan bahwa ia telah sampai pada kesimpulan bahwa Holocaust hanyalah cerita bohong. Sejak saat itu ia telah menulis sejumlah tulisan ke surat kabar, menerbitkan banyak buku, dan menulis banyak artikel untuk jurnal revisionis yang mempertanyakan terjadinya Holocaust.

Faurisson memiliki sejumlah kawan dan kenalan, yakni revisionis Kanada-Jerman Ernst Zündel, revisionis Swedia Ditlieb Felderer dan revisionis ekspatriat Maroko Ahmed Rami . Banyak yang menyebut Faurisson dan kenalannya tersebut merupakan anti-Semit, tetapi Faurisson menangkis tuduhan bahwa dirinya anti-Semit.

Christopher Hitchens telah menggambarkan tujuan Faurisson sebagai "rehabilitasi, dalam bentuk pseudoilmiah, dari Reich Ketiga" Diarsipkan 2006-01-04 di Wayback Machine.. Namun Faurisson menyatakan bahwa ia hanya mencari kebenaran, dan ia menyatakan bahwa ia tidak memiliki tujuan politis apapun. Ia sendiri menyatakan dirinya ateis dan apolitis.

Pada awal pertengahan 1980-an, intelektual Amerika Noam Chomsky mendapatkan banyak kritik karena mempertahankan hak Faurisson menerbitkan penemuannya atas dasar kebebasan berpendapat. Lihat Peristiwa Faurisson.

Pada 1991, Faurisson dicoret dari jabata-jabatan akademisnya karena pandangannya pada UU Gayssot, UU Prancis yang disahkan pada 1990 yang melarang penyangkalan Holocaust. Ia menantang UU itu dengan mengatakannya melanggar hukum internasional di Komite Hak Asasi Manusia Perjanjian Internasional pada Hak Sipil dan Politik Civil. Menemukan bahwa RUU itu disahkan untuk mencapai tujuan legitimasi mencegah anti-Semitisme, komite itu menegakkan UU Gayssot, sebagai pembatasan sah untuk kebebasan berpendapat.

Referensi

  1. Le négationniste Robert Faurisson est mort (Prancis)
  2. Charny, Israel W. (1999). Encyclopedia of Genocide. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 182. ISBN 9780874369281.
  3. Levy, Richard S. (2005). Antisemitism: a historical encyclopedia of prejudice and persecution. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 225. ISBN 9781851094448.

Pranala luar

Penyangkalan genosida
Pelaku
Organisasi
Publikasi
Konferensi
Status hukum
Penegakan hukum
Kasus hukum
Traktat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan