Rabu, 14 Oktober 2026
00:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Gereja Malankara

Gereja Malankara

gereja di India

Bagikan:
330px-Erzdiakon_Thomas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diakon Agung Thomas, atau Mar Thoma I, uskup metropolitan pertama Gereja Malankara
330px-Kothamangalam_Marth_Mariam_Valiyapally_old_photo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katedral Siria Jacobit Santa Maria, Kothamangalam

Gereja Malankara adalah sebuah gereja dari mazhab-mazhab Kristen Santo Tomas di Kerala, India, dengan penekanan khusus pada bagian komunitas yang bergabung dengan Diakon Agung Mar Thoma dalam sumpahnya untuk menentang kekuasaan Padroado Portugis pada tahun 1653. Faksi ini segera menjalin hubungan dengan Gereja Ortodoks Siria Antiokhia.[1][2]

Sebagai bagian dari komunitas Kristen Santo Tomas, gereja ini menelusuri kembali asal-usulnya sampai kepada kegiatan evangelis Tomas sang Rasul pada abad ke-1.[1][3] Sebagai faksi independen, gereja ini berasal dari perpecahan besar pertama dalam komunitas Kristen Santo Tomas. Secara historis, umat Kristen Tomas telah bersatu dalam kepemimpinan dan liturgi, dan merupakan bagian dari Gereja Timur, yang berpusat di Persia. Namun, runtuhnya hierarki Gereja Timur di Asia menyebabkan provinsi India secara efektif terisolasi, dan selama abad ke-16, Portugis, yang baru didirikan di Goa, secara paksa menarik orang-orang Kristen Thomas ke dalam Gereja Katolik Ritus Latin. Kebencian terhadap langkah-langkah ini menyebabkan mayoritas komunitas bergabung dengan diakon agung, Thoma, yang dalam sumpahnya menyatakan tidak akan pernah tunduk kepada Portugis dalam Sumpah Salib Koonan. Beberapa bulan kemudian, Thoma ditahbiskan sebagai Metropolitan Malankara penduduk asli yang pertama.

Setelah sumpah ini, pada tahun 1661 Paus Aleksander VII membentuk hierarki Ritus Suriah Timur yang baru dalam komuni dengan Roma untuk umat Kristen Santo Tomas; pada tahun berikutnya 84 dari 116 komunitas telah bergabung, membentuk apa yang sekarang menjadi Gereja Katolik Siro-Malabar. Tiga puluh dua komunitas sisanya tetap independen, dan menjalin hubungan dengan Gereja Ortodoks Siria.[4] Selama abad-abad berikutnya, hubungan ini semakin kuat, dan Gereja Malankara menerima varian Ritus Suriah Barat yang dikenal sebagai Ritus Malankara (dibandingkan dengan penggunaan Suriah Timur sebelumnya) dan masuk ke dalam komuni penuh dengan Patriark Antiokhia Ortodoks Siria. Namun, selama waktu ini gereja mengalami serangkaian perpecahan, yang mengakibatkan sejumlah besar pengikut melepaskan diri.

Pada tahun 1772 seorang uskup Ortodoks Siria menobatkan Kattumangatt Kurien (Mar Cyril) sebagai penggantinya melawan keinginan Metropolitan, Mar Dionysius I; Cyril memimpin sebuah faksi yang akhirnya menjadi Gereja Siria Independen Malabar.[5][6] Pada abad ke-19, gerakan reformasi yang diilhami oleh Abraham Malpan menyebabkan perkembangan Gereja Siria Mar Thoma independen dari yurisdiksi asing mana pun, sementara sisa gereja lainnya, yang bersifat menentang terhadap reformasi dan gerakan pembersihan, mejadi berada di bawah yurisdiksi langsung dari Patriark Ortodoks Suriah pada tahun 1876.[1]

Catatan

  1. 1 2 3 Gregorios & Roberson, p. 285.
  2. ↑ Vadakkekara, p. 91.
  3. ↑ Menachery G; 1973, 1998; Mundalan, A. M; 1984; Podipara, Placid J. 1970; Leslie Brown, 1956
  4. ↑ "Christians of Saint Thomas". www.britannica.com. Encyclopædia Britannica. 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-10-17. Diakses tanggal Februari 15, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Neill 2002, p. 70.
  6. ↑ Vadakkekara, p. 92.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan