Rabu, 28 Oktober 2026
18:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gerakan hak ayah

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
Bagian dari seri tentang
Maskulinisme
120px-Male_symbol_%28heavy_blue%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Topik dan isu

Gerakan hak ayah adalah sebuah gerakan yang para anggotanya utamanya menyoroti masalah-masalah terkait hukum keluarga, termasuk hak asuh anak dan dukungan anak yang berdampak pada kaum ayah dan anak-anak mereka.[1][2] Beberapa anggotanya adalah para ayah yang ingin berbagi hak asih atas anak mereka setara dengan ibu dari anak-anak mereka—entah setelah perceraian atau sebagai ayah yang tak menikah—dan anak-anak dari perkawinan yang tertunda. Gerakan tersebut meliputi kaum pria serta wanita, sering kali istri kedua dari ayah yang bercerai atau anggota keluarga lain dari pria yang berikatan dengan hukum keluarga.[1][3][4]

Catatan kaki

  1. 1 2 Collier & Sheldon, 2006, p. 1–26.
  2. ↑ Collier, R.; Sheldon, S. (1 November 2006). "Unfamiliar territory: The issue of a father's rights and responsibilities covers more than just the media-highlighted subject of access to his children". The Guardian. London. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Mei 2008. Diakses tanggal 2007-10-17.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Kaye, Miranda; Tolmie, Julia (1998). "Fathers' Rights Groups in Australia and their Engagement with Issues in Family Law" (Doc). Australian Journal of Family Law. 12: 19–68. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-05-13. Diakses tanggal 2007-03-24.
  4. ↑ Crowley, 2008, pp. 43–49.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan