Minggu, 11 Oktober 2026
01:47 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Gerakan Payung

Bagikan:

Gerakan Payung atau Umbrella Movement (Hanzi:雨傘運動)[1] adalah sebuah gerakan politik yang muncul selama protes-protes terkait demokrasi di Hong Kong tahun 2014.[2] Dinamakan "Gerakan Payung" karena para demonstran menggunakan payung sebagai alat perlawanan pasif terhadap  polisi Hong Kong selama 79 hari pendudukan kota demi menuntut pemilu bebas, yang dipicu oleh keputusan dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPCSC) tertanggal 31 Agustus 2014 yang mengharuskan penyaringan selektif calon Kepala Eksekutif Hong Kong untuk tahun 2017.

Gerakan ini terdiri dari ribuan orang yang berpartisipasi dalam protes yang dimulai pada 26 September 2014, meskipun kelompok utama penggeraknya adalah Scholarism, Hong Kong Federation of Students dan Occupy Central with Love and Peace (OCLP). Sejak awal protes pada tahun 2014, aktivis gerakan ini telah mengeluhkan pelecehan dari lawan politiknya yang "mengkhawatirkan dan mirip dengan perlakuan terhadap para aktivis demokrasi di Tionghoa serta keluarganya". Mereka juga telah dituntut dan dipenjara selama berpartisipasi aksi-aksi protes.

Referensi

  1. ↑ Tang, Baiqiao (26 November 2014). "香港雨傘運動及未來中國民主革命之展望" (dalam bahasa Chinese). New Tang Dynasty Television. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-06-12. Diakses tanggal 29 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Phillips, Keri (28 Oktober 2014). "Tracing the history of Hong Kong's umbrella movement". ABC Radio National. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-08. Diakses tanggal 29 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Hong Kong

Artikel bertopik Hong Kong ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan