Minggu, 20 September 2026
15:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
George Cœdès

George Cœdès

sejarawan Prancis

Infobox orangGeorge Cœdès
250px-George_Coed%C3%A8s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran10 Agustus 1886 Suntingan nilai di Wikidata
Arondisemen ke-16 Paris Suntingan nilai di Wikidata
Kematian2 Oktober 1969 Suntingan nilai di Wikidata (83 tahun)
Paris Suntingan nilai di Wikidata
Direktur École française d'Extrême-Orient
24 Januari 1926 – Januari 1946
 Léonard Aurousseau (en) TerjemahkanPaul Lévy (en) Terjemahkan  Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanÉcole pratique des hautes études Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiThai studies (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaansejarawan,arkeolog,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Penghargaan
Tanda tangan

George Cœdès (10 Agustus 1886  2 Oktober 1969) adalah arkeolog dan sejarawan Prancis abad ke-20 yang mengkhususkan diri di wilayah Asia Tenggara. Cœdès lahir dari keluarga yang diduga emigran Yahudi-Hungaria.[1] Kenyataannya, keluarganya sudah tinggal di Strasbourg sebelum tahun 1740. Leluhurnya bekerja di kas kerajaan.[2] Kakeknya, Louis Eugène Cœdès, adalah pelukis, murid dari Léon Coignet. Ayahnya, Hyppolite, adalah bankir. Cœdès menjadi direktur Perpustakaan Nasional Thailand pada tahun 1918, dan pada tahun 1929 menjadi direktur École française d'Extrême-Orient (EFEO) dan tetap di sana sampai tahun 1946. Lalu ia tinggal di Paris sampai saat kematiannya pada tahun 1969.

Ia menghasilkan dua karya tulis dalam bidangnya, The Indianized States of Southeast Asia (1968, 1975) dan The Making of South East Asia (1966), juga banyak artikel, yang di dalamnya ia mengembangkan konsep kerajaan terindianisasi. Namun, kesepakatan masa kini beranggapan bahwa tidak terjadi indianisasi yang penuh sebagaimana yang dipercaya Cœdès karena banyak praktik keagamaan dan budaya setempat yang masih tetap hidup di bawah "topeng" budaya India.

Georges Cœdès dihargai dalam dunia arkeologi atas penemuan kembali Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Indonesia, yang melebarkan pengaruh sampai seantero Sumatra, Semenanjung Malaya, dan Jawa. Warga Indonesia, termasuk di Palembang, tak pernah mendengar nama Sriwijaya hingga Cœdès menerbitkan penemuan dan penafsirannya dalam publikasi berbahasa Belanda dan Indonesia.[3] Meskipun begitu, di antara kaum elit terdidik dan juga bangsawan, sejarah kerajaan yang datang silih berganti dan nasibnya amat dikenal.[4]

Penghargaan

Cœdès menerima penghargaan kerajaan dari Thailand:

Karya

  • Textes d'auteurs grecs et latins relatifs à l'Extrême-Orient depuis le IVe s. av. J.-C. jusqu'au XIVe siècle, 1910
  • Études cambodgiennes, 1911-1956
  • Documents sur l'histoire politique et religieuse du Laos occidental, 1925
  • Le Royaume de Çrīvijaya, 1918
  • Inscriptions du Cambodge, 1937-1966
  • Les stèles de Sdok Kok Thom, Phnom Sandak et Prah Vihar, 1943-1946
  • Pour mieux comprendre Angkor, 1943
  • Histoire ancienne des États hindouisés d'Extrême-Orient, 1944
  • Les Etats hindouisés d'Indochine et d'Indonésie, 1948
  • Les Peuples de la péninsule indochinoise, 1962

Rujukan

  1. Alatas, Farid, et al. (2004)Asia in Europe, Europe in Asia International Institute for Asian Studies, Institute of Southeast Asian Studies ISBN 981-230-206-9
  2. Arsip keluarga Cœdès
  3. Taylor, Jean Gelman (2003). Indonesia: Peoples and Histories. New Haven and London: Yale University Press. hlm. 8–9. ISBN 0-300-10518-5.
  4. OHre, Martin (1986). Majapahit's Influence over WWanin in New Guinea in the Fourteenth Century, Bachelor of Letters Thesis. Canberra, Australia. hlm. 8–9. ISBN [[Special:BookSources/0-300-10518-5: |0-300-10518-5: [http://www.papuaweb.org/dlib/s123/ohare1/01.pdf]]].{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: karakter tidak valid; Tautan eksternal dalam |isbn=; Teks "Australian National Universit" diabaikanPemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. The Royal Gazette, Jil. 46, Hal. 3425. Diarsipkan 2012-06-01 di Wayback Machine. 29 Desember, B.E 2472 (1929). Diakses pada tanggal 20 November 2008.

Bacaan lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan