Minggu, 18 Oktober 2026
19:22 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Geografi Kamboja

Geografi Kamboja

Bagikan:
Geografi Kamboja
Kamboja
BenuaAsia
KawasanAsia Tenggara
Koordinat13°00′N 105°00′E / 13.000°N 105.000°E / 13.000; 105.000
WilayahPeringkat 88
181.035 km² (69.898 mil²)
97,50% daratan
2,50% perairan
Perbatasan2.530 km (1.572 mi)
Laos 555 km (345 mi)
Thailand 817 km (508 mi)
Vietnam 1.158 km (720 mi)
Titik tertinggiPhnom Aural
1.813 m (5.948 ft)
Titik terendahTeluk Thailand
0 m (0 ft)
Sungai terpanjangSungai Mekong
500 km (311 mi)
Danau terbesarDanau Tonlé Sap
16.000 km2 (6.178 sq mi)
250px-Cambodia_Topography.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Topografi Kamboja

Kamboja adalah negara yang berada di Asia Tenggara Daratan. Kamboja berbatasan dengan Thailand, Laos, Vietnam, dan Teluk Thailand dan memiliki luas sekitar 181.035 km2 (69.898 sq mi). Negara ini berada dalam iklim Indomalaya tropis[1] dan menggunakan zona waktu Waktu Indocina.

Fitur geografi utama Kamboja adalah dataran tengah rendah yang memiliki Danau Tonlé Sap, dataran banjir rendah Sungai Mekong, dan dataran Sungai Bassac yang dikelilingi oleh pegunungan di utara, timur, barat daya, dan selatan. Dataran rendah tengah meluas hingga Vietnam di tenggara. Bagian selatan dan barat daya Kamboja adalah garis pantai sepanjang 443 km (275 mi) di Teluk Thailand, yang dikarakterisasi oleh rawa mangrove, semenanjung, pantai berpasir, tanjung, dan teluk. Teritori air Kamboja memiliki lebih dari 50 pulau. Titik tertinggi negara ini adalah Phnom Aural, yang berada 1.810 meter (5.938 ft) di atas permukaan laut.[2][3][4]

Daratan Kamboja dibelah oleh sungai Mekong yang merupakan sungai terpanjang di Kamboja dengan panjang 486 km (302 mi). Setelah jeram yang panjang, bagian bergelombang dan berarus deras di Laos, sungai ini memasuki provinsi Stung Treng yang cenderung tenang dan dapat dilayari sepanjang tahun karena meluas di dataran rendah. Air Mekong menyebar ke lahan basah di sekitarnya di tengah Kamboja dan sangat memengaruhi sifat musiman dari danau Tonlé Sap.[5][6]

Dua pertiga dari populasi Kamboja hidup di dataran rendah dengan lahan pertanian yang sangat subur oleh karena sedimen yang dibawa oleh banjir tahunan Mekong. Oleh karena deforestasi dan eksploitasi berlebih memengaruhi Kamboja di dekade terakhir. Hutan, pegunungan rendah, dan area ekoregion lokal masih mempertahankan sebagian besar potensi alamnya. Meskipun menjadi bagian dari area terbesar dari hutan yang berdekatan dan yang masih ada di Asia Tenggara, banyak masalah lingkungan muncul dan berakumulasi, yang berhubungan dengan pertumbuhan populasi yang cepat, globalisasi yang tidak terkontrol, dan administrasi yang tidak penting.[7][8][9][10][11]

Sebagian besar daerah di Kamboja berada dalam zona iklim sabana tropis, dengan daerah pesisir di selatan dan barat mendapat lebih banyak hujan sebelum dan saat musim hujan. Area tersebut merupakan bagian paling timur dari muson barat daya, menjadi bagian dari iklim muson tropis. Secara umum, terdapat dua musim yang memiliki panjang yang relatif sama di Kamboja, didefinisikan dengan perbedaan presipitasi karena suhu dan kelembapan biasanya tinggi dan stabil sepanjang tahun.[12]

Referensi

  1. ↑ "Land and Resource of Cambodia". Ministry of Rural Development (dalam bahasa Inggris). 26 Januari 2009. Diakses tanggal 1 Juni 2015.
  2. ↑ "Cambodia Study Area" (PDF). Regional Resource Centre for Asia and the Pacific(RRC.AP) (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 13 Mei 2015.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Cambodia Environment Outlook - NATURAL AND ENVIRONMENTAL RESOURCES - Geography and Climate" (PDF). United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-27. Diakses tanggal 17 Mei 2015.
  4. ↑ "Cambodia" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Oktober 2015.
  5. ↑ "Information Resources - Southern Part". Mekong River Commission (dalam bahasa Inggris). May 11 Mei 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-12. Diakses tanggal 14 Mei 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ "World Geographical Dictionary On Cambodia six distinct terrestrial eco-regions in Cambodia have been recognized" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Water Hazard and Risk management. 31 Mei 2013. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 26 Juni 2015.
  7. ↑ "Rain Forests of the World". Lizas Reef (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 Mei 2015.
  8. ↑ "Environmental issues in Cambodia". Rainforests Mongabay (dalam bahasa Inggris). 15 Agustus 2014. Diakses tanggal 13 Mei 2015.
  9. ↑ "Officials Unable to Explain Mystery Ships" (dalam bahasa Inggris). The Cambodia Daily. 6 November 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juni 2018. Diakses tanggal 6 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Conservation activists arrested in Koh Kong" (dalam bahasa Inggris). Phnom Penh Post. 18 Agustus 2015. Diakses tanggal 21 Juni 2016.
  11. ↑ "In Cambodia, quality wood makes for murder" (dalam bahasa Inggris). CBSNews. 13 November 2012. Diakses tanggal 12 Oktober 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Climate and Weather. Tourism of Cambodia. Diakses tanggal 18 Mei 2015.
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Iklim Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan