Jumat, 09 Oktober 2026
20:21 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Iklim Filipina

Iklim Filipina

Bagikan:
330px-Koppen-Geiger_Map_v2_PHL_1991%E2%80%932020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta iklim Filipina berdasarkan Klasifikasi Iklim Koppen-Geiger.

Filipina memiliki lima jenis iklim: iklim hutan hujan tropis, iklim muson tropis, iklim sabana tropis, iklim subtropis basah, dan iklim lautan. Dari kelima jenis iklim tersebut, iklim subtropis basah dan iklim lautan ditemukan di wilayah dataran tinggi. Secara keseluruhan, iklim negara ini dikarakterisasi oleh suhu yang relatif tinggi, disertai dengan kelembapan dan curah hujan yang tinggi.

Negara ini memiliki dua musim berdasarkan curah hujannya: musim hujan dan musim kemarau.[1] Kendati demikian, beberapa wilayah sering kali dilanda oleh curah hujan yang relatif sama setiap tahunnya. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan Maret hingga Oktober, sedangkan musim hujan, yang dipengaruhi oleh Muson Asia Timur, terjadi pada bulan November hingga Februari. Suhu tertinggi negara tersebut umumnya terjadi pada bulan Mei, sedangkan suhu terendah terjadi pada bulan Januari.[2]

Adapun otoritas yang memonitor cuaca di Filipina adalah Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Inggris: Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration; PAGASA)

Curah hujan

Angin monsun adalah angin laut berskala besar yang terjadi ketika suhu di daratan jauh lebih hangat atau lebih dingin daripada suhu lautan. Sebagian besar monsun musim panas atau monsun barat daya (bahasa Filipino:Habagat) dipengaruhi oleh angin barat dan kecenderungan kuat untuk naik dan menghasilkan hujan dalam jumlah besar (karena kondensasi uap air di udara yang naik). Meski demikian, intensitas dan durasinya tidak seragam dari tahun ke tahun. Sebaliknya, monsun musim dingin atau monsun timur laut (bahasa Filipino:Amihan), dipengaruhi oleh angin timur dan kecenderungan kuat untuk menyimpang, mereda, dan menyebabkan kekeringan.

250px-A_classic_summer_thunderstorm_in_Silang%2C_Cavite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana badai petir yang terjadi di musim kemarau, dipotret di Silang, Cavite

Monsun musim panas membawa hujan lebat ke sebagian besar kepulauan dari Mei hingga Oktober. Curah hujan rata-rata tahunan berkisar dari 5.000 milimeter di bagian pantai timur pegunungan negara itu, hingga kurang dari 1.000 milimeter di beberapa lembah terlindung. Hujan muson, meskipun deras dan mengguyur, biasanya tidak disertai angin kencang dan ombak.

Setidaknya 30 persen curah hujan tahunan di Filipina utara disebabkan oleh siklon tropis, sementara pulau-pulau di selatan menerima kurang dari 10 persen curah hujan tahunan mereka dari siklon tropis. Siklon tropis terbasah yang diketahui berdampak pada kepulauan tersebut adalah siklon bulan Juli 1911, ketika total curah hujan di Baguio didistribusikan selama empat hari, yakni pada tanggal 14 (8.798 mm), 15 (7.336 mm), 16 (4.249 mm), dan 17 (2.004 mm);[3][4] diikuti oleh kekeringan luar biasa dari bulan Oktober 1911 hingga Mei 1912, sehingga jumlah curah hujan tahunan kedua tahun tersebut hampir tidak terlihat.

Topan

Artikel utama: Topan di Filipina
Skala Intensitas Siklon Tropis PAGASA[5][6]
Kategori Kecepatan angin terkencang
Super typhoon (STY) ≥185 km/j
≥100 knot
Typhoon (TY) 118–184 km/j
64–99 knot
Severe tropical storm (STS) 89–117 km/j
48–63 knot
Tropical storm (TS) 62–88 km/j
34–47 knot
Tropical depression (TD) ≤61 km/j
≤33 knot

Topan (bahasa Filipino:Bagyo)[4] umum melanda Filipina dari bulan Juli hingga Oktobe. Hal ini mengingat letak kepulauan ini di sabuk topan. Perubahan iklim memperburuk situasi di mana semakin banyak topan yang melanda Filipina.[7] Berdasarkan statistik yang dikumpulkan oleh PAGASA dari tahun 1948 hingga 2004, sekitar 28 topan memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina (Inggris: Philippine Area of Responsibility; PAR) – wilayah yang ditunjuk oleh PAGASA untuk dipantau selama gangguan cuaca per tahun. Dari jumlah tersebut, rata-rata sembilan topan mendarat dan melintasi Filipina. Pada tahun 1993, rekor sembilan belas topan mendarat di negara itu, menjadikannya yang terbanyak dalam satu tahun. Yang paling sedikit per tahun adalah empat selama tahun 1955, 1958, 1992, dan 1997.[8]

PAGASA mengkategorikan topan menjadi lima jenis berdasarkan kecepatan angin. Begitu siklon tropis memasuki PAR, berapa pun kekuatannya, siklon tersebut diberi nama lokal untuk tujuan identifikasi oleh media, pemerintah, dan masyarakat umum.[9]

Jenis iklim

250px-Climate_Map_of_the_Philippines_%281951-2010%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta iklim Filipina berdasarkan Klasifikasi Iklim Coronas yang Dimodifikasi, berdasarkan jenis distribusi curah hujan selama periode 1951-2021.

Berdasarkan Klasifikasi Iklim Coronas, terdapat empat tipe iklim yang diakui di Filipina, dan tipe-tipe tersebut didasarkan pada distribusi curah hujan.[a] Jenis-jenis iklim adalah sebagai berikut:[1]

  •  
Tipe I Terdapat dua musim yang jelas perbedaanya: musim kemarau dari bulan November hingga April dan musim hujan selama sisa tahun.
  •  
Tipe II Tidak ada musim kemarau dengan curah hujan yang cukup tinggi dari bulan November hingga Januari.
  •  
Tipe III Musim tidak memiliki perbedaan yang jelas, relatif kering dari November hingga April, dan basah selama sisa tahun.
  •  
Tipe IV Curah hujan kurang lebih terdistribusi secara merata sepanjang tahun.
Iklim: Tipe I
Manila
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Year
Suhu rerata tertinggi °C
°F
29,8
85,6
30,6
87,1
32,3
90,1
33,7
92,7
33,8
92,8
32,1
89,8
31,0
87,8
30,5
86,9
30,6
87,1
30,9
87,6
30,5
86,9
29,7
85,5
31,3
88,3
Suhu rata-rata °C
°F
25,7
78,3
26,1
79,0
27,5
81,5
28,8
83,8
29,3
84,7
28,3
82,9
27,5
81,5
27,3
81,1
27,2
81,0
27,3
81,1
26,8
80,2
25,9
78,6
27,3
81,1
Suhu rerata terendah °C
°F
21,6
70,9
21,6
70,9
22,7
72,9
24,0
75,2
24,9
76,8
24,6
76,3
24,1
75,4
24,1
75,4
23,9
75,0
23,7
74,7
23,1
73,6
22,2
72,0
23,4
74,1
Rerata curah hujan mm
in
17
0,7
8
0,3
13
0,5
26
1,0
125
4,9
273
10,7
407
16,0
441
17,4
346
13,6
193
7,6
135
5,3
63
2,5
2.047
81
climate-data.org[10] Februari 2016
Iklim: Tipe II
Borongan, Samar Timur
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Year
Suhu rerata tertinggi °C
°F
29,1
84,4
29,3
84,7
30,1
86,2
31,1
88,0
31,8
89,2
32,1
89,8
32,0
89,6
32,2
90,0
32,3
90,1
31,5
88,7
30,5
86,9
29,7
85,5
31,0
87,8
Suhu rata-rata °C
°F
25,8
78,4
25,8
78,4
26,4
79,5
27,1
80,8
27,7
81,9
27,9
82,2
27,8
82,0
27,9
82,2
28,0
82,4
27,4
81,3
26,7
80,1
26,3
79,3
27,1
80,8
Suhu rerata terendah °C
°F
22,5
72,5
22,4
72,3
22,7
72,9
23,2
73,8
23,7
74,7
23,7
74,7
23,6
74,5
23,7
74,7
23,7
74,7
23,3
73,9
23,0
73,4
22,9
73,2
23,2
73,8
Rerata curah hujan mm
in
565
22,2
394
15,5
308
12,1
262
10,3
315
12,4
221
8,7
218
8,6
201
7,9
194
7,6
290
11,4
508
20,0
633
24,9
4.109
162
climate-data.org[11] Februari 2016
Iklim: Tipe III
Kota Cebu
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Year
Suhu rerata tertinggi °C
°F
30,2
86,4
30,4
86,7
31,4
88,5
32,5
90,5
33,0
91,4
32,3
90,1
31,9
89,4
31,9
89,4
31,7
89,1
31,5
88,7
31,3
88,3
30,7
87,3
31,6
88,9
Suhu rata-rata °C
°F
26,3
79,3
26,5
79,7
27,1
80,8
28,1
82,6
28,6
83,5
28,2
82,8
27,9
82,2
27,9
82,2
27,7
81,9
27,5
81,5
27,4
81,3
26,9
80,4
27,5
81,5
Suhu rerata terendah °C
°F
22,5
72,5
22,6
72,7
22,8
73,0
23,7
74,7
24,3
75,7
24,1
75,4
23,9
75,0
24,0
75,2
23,7
74,7
23,6
74,5
23,5
74,3
23,1
73,6
23,5
74,3
Rerata curah hujan mm
in
103
4,1
79
3,1
59
2,3
65
2,6
115
4,5
176
6,9
192
7,6
164
6,5
174
6,9
193
7,6
166
6,5
121
4,8
1.607
63
climate-data.org[12] Februari 2016
Iklim: Tipe IV
Kota General Santos
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Year
Suhu rerata tertinggi °C
°F
32,2
90,0
32,5
90,5
33,1
91,6
33,4
92,1
32,3
90,1
31,4
88,5
31,0
87,8
31,1
88,0
31,5
88,7
31,9
89,4
31,2
88,2
32,1
89,8
32,1
89,8
Suhu rata-rata °C
°F
26,8
80,2
27,0
80,6
27,4
81,3
27,9
82,2
27,5
81,5
26,9
80,4
26,5
79,7
26,5
79,7
26,8
80,2
27,1
80,8
27,1
80,8
26,9
80,4
27,0
80,6
Suhu rerata terendah °C
°F
21,4
70,5
21,5
70,7
21,7
71,1
22,4
72,3
22,7
72,9
22,4
72,3
22,0
71,6
22,0
71,6
22,2
72,0
22,3
72,1
22,0
71,6
21,8
71,2
22,0
71,6
Rerata curah hujan mm
in
68
2,7
69
2,7
47
1,9
57
2,2
108
4,3
118
4,6
110
4,3
93
3,7
84
3,3
113
4,4
98
3,9
87
3,4
1.052
41
climate-data.org[13] Februari 2016

Suhu

Suhu rata-rata sepanjang tahun yang diukur dari semua stasiun cuaca di Filipina, kecuali di Baguio, adalah 26,6 °C. Bulan Januari umumnya merupakan bulan terdingin dengan suhu rata-rata 25,5 °C dan bulan Mei merupakan bulan terhangat dengan rata-rata suhu 28,3 °C.[1] Ketinggian juga mempengaruhi variasi suhu di Filipina. Di Baguio, yang berada di ketinggian 1.500 mdpl, suhu rata-ratanya adalah 18,3 °C, dengan suhu terdingin mencapai 4,3 °C. Pada tahun 1915, sebuah studi selama satu tahun dilakukan oleh William H. Brown dari Philippine Journal of Science di puncak Gunung Banahaw pada ketinggian 2.100 m. Suhu rata-rata yang diukur adalah 18,6 °C, dengan selisih 10 °C dari suhu rata-rata di daerah dataran rendahnya.[14]

Tren Suhu Rata-Rata Bulanan di Filipina dari Tahun 1991 hingga 2020 (°C) [15]
Kategori Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
Minimal 20,67 20,57 21,09 21,98 22,55 22,35 22,03 22,07 21,97 21,76 21.64 21,31
Rata-rata 24,72 24,88 25,71 26,68 27,02 26,47 25,94 25,92 25,9 25,83 25.65 25.21
Maksimal 28,82 29,24 30,38 31,42 31,54 30,65 29,9 29,82 29,87 29.96 29.72 29.16
Curah hujan (mm) 136,93 96,05 92,56 97,66 188,95 248,37 291,02 310,68 281.05 280.74 230.51 206.84

Kelembapan

Filipina merupakan negara dengan kelembapan relatif yang tinggi. Tingginya kadar uap air di udara membuat suhu panas terasa lebih panas. Kadar uap air ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penguapan dari laut yang mengelilingi kepulauan, perbedaan arah angin di berbagai musim dalam setahun, dan curah hujan tropis yang melimpah. Faktor pertama dapat dianggap sebagai penyebab umum tingginya kelembapan, yang umumnya diamati di semua pulau sepanjang tahun. Dua faktor terakhir dapat memengaruhi perbedaan tingkat kelembapan untuk bulan-bulan yang berbeda dalam setahun dan untuk berbagai wilayah kepulauan.[16]

Musim

Filipina umumnya memiliki dua musim:

  1. musim hujan, dari bulan Juni hingga awal Oktober; terkait dengan Monsun Barat Daya (dikenal sebagai Hanging Habagat).[b] Pada tahun 2025, Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina secara resmi menyatakan dimulainya musim hujan pada tanggal 3 Juni.[19]
  2. musim kemarau, dari akhir Oktober hingga Mei. Musim kemarau dapat dibagi lagi menjadi (a) musim kemarau sejuk, dari akhir Oktober hingga pertengahan Maret, yang terkait dengan Monsun Timur Laut (dikenal sebagai Hanging Amihan)[c] dan (b) musim kemarau panas, dari akhir Maret hingga Mei.[1] Bulan April dan Mei, bulan-bulan panas dan kering ketika sekolah-sekolah libur panjang di antara tahun ajaran, umumnya disebut "musim panas" (mengikuti musim panas yang berlangsung dari Juni hingga Agustus di negara-negara beriklim sedang, yang juga merupakan periode Monsun Barat Daya negara tersebut).[20]
Bulan November–Februari Maret–Mei Juni–Agustus September–Oktober
Hujan
Kering
Basah
Suhu
Sejuk
Panas
Musim
Kemarau Sejuk
Kemarau Panas
Hujan

Perubahan iklim

Informasi lebih lanjut: Perubahan iklim di Filipina

Catatan

  1. ↑ Klasifikasi ini pertama kali dibuat oleh Coronas 1920, hlm. 68–72 dan kemudian sedikit dimodifikasi oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Flores & Balagot 1969; Kintanar 1984).
  2. ↑ Awal musim monsun barat daya (dikenal sebagai "Habagat") di Filipina biasanya terjadi antara pertengahan Mei dan pertengahan Juni, yang juga menandai dimulainya musim hujan. Deklarasi resmi dibuat oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina setelah kriteria curah hujan tertentu terpenuhi di wilayah-wilayah utama negara tersebut.[17] Baik Monsun Barat Daya maupun musim hujan biasanya berakhir di Filipina antara akhir September dan pertengahan Oktober, dan secara resmi menandai berakhirnya musim ketika kondisi berubah.[18]
  3. ↑ Awal mula Monsun Timur Laut (Amihan) di Filipina biasanya terjadi antara bulan Oktober dan November, dan juga menandai awal musim kering yang sejuk. Awal resminya diumumkan oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina berdasarkan kondisi meteorologi tertentu. Baik monsun timur laut (atau Amihan) maupun musim kering yang sejuk di Filipina biasanya berakhir antara bulan Maret dan pertengahan April, menandai awal musim hangat dan kering di negara tersebut. Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina secara resmi mengumumkan berakhirnya musim tersebut berdasarkan kondisi meteorologi tertentu.

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Climate of the Philippines". Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration. Diarsipkan dari asli tanggal November 15, 2015. Diakses tanggal November 26, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Coronas 1920.
  3. ↑ Coronas 1920, hlm. 110.
  4. 1 2 Glossary of Meteorology. Baguio. Retrieved on June 11, 2008.
  5. ↑ Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA) (Maret 2022). "About Tropical Cyclones: Classification of Tropical Cyclones". PAGASA. Diakses tanggal 1 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Esperanza O. Cayanan (Juli 20, 2015). "The Philippines modified its Tropical Cyclone Warning System" (PDF). World Meteorological Organization (WMO).{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Overland, Indra et al. (2017) Impact of Climate Change on ASEAN International Affairs: Risk and Opportunity Multiplier, Norwegian Institute of International Affairs (NUPI) and Myanmar Institute of International and Strategic Studies (MISIS).
  8. ↑ Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration. "Tropical Cyclone Statistics Diarsipkan Mei 25, 2013, di Wayback Machine". Retrieved on June 26, 2010.
  9. ↑ Atlantic Oceanographic and Meteorological Laboratory, Hurricane Research Division. "Frequently Asked Questions: What are the upcoming tropical cyclone names?". NOAA. Diakses tanggal Desember 11, 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Climatological Information for Manila". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal Februari 17, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Climatological Information for Borongan, Eastern Samar". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal Februari 17, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Climatological Information for Cebu City". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal Februari 17, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Climatological Information for General Santos". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal Februari 17, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Coronas 1920, hlm. 53.
  15. ↑ "World Bank Climate Change Knowledge Portal". climateknowledgeportal.worldbank.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-18. Diakses tanggal 2021-11-22.
  16. ↑ Coronas 1920, hlm. 125.
  17. ↑ "Southwest monsoon now here, and rainy season not far behind". Mei 30, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Southwest monsoon season over for 2024, says PAGASA". Oktober 7, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Ong, Ghio. "PAGASA declares onset of rainy season". Philstar.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
  20. ↑ "'Summer' is here: Philippines' hot dry season begins". Rappler. 26 Maret 2021. Diakses tanggal 5 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

  • Flores, J. F.; Balagot, V. F. (1969). Arakawa, Hidetoshi (ed.). Ch. 3: Climate of the Philippines. World Survey of Climatology. Vol. 8: Climates of Northern and Eastern Asia. Elsevier. ISBN 978-0444407047.
Topik Filipina 
Sejarah
Ikhtisar
Kronologi
Geografi
Politik
Pemerintahan
Ekonomi
Masyarakat
Budaya
Simbol
Iklim Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan