Kamis, 05 November 2026
19:16 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Gebang

Gebang

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Gebang (disambiguasi).
Gebang
250px-Cory_utan_070909_0263_rwg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon gebang yang telah tua
Unthuk Batur, Prembun, Tambak, Banyumas
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Klad: Commelinidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Subfamili: Coryphoideae
Tribus: Corypheae
Genus: Corypha
Spesies:
C. utan
Nama binomial
Corypha utan
Spesies
Sinonim

Corypha elata Roxb.
C. gebanga Bl.

Gebang adalah nama sejenis palma tinggi besar dari daerah dataran rendah. Kata "gebang" berasal dari (bahasa Jawa Kuno gĕbaṅ baca: gêbang)[1] Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti gabang (Dayak Ngaju), gawang (Timor), pucuk, lontar utan, (Btw.), pocok (Md.), ibus (Bat., Sas.), silar (Minh.), kuala (Mak.),[2] dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Corypha utan.

Pemerian

Pohon palma yang besar, berbatang tunggal, tinggi sekitar 15-20 m. Daun-daun besar berbentuk kipas, bulat menjari dengan diameter 2-3,5 m, terkumpul di ujung batang; bertangkai panjang hingga 7 m, lebar, beralur dalam serta berduri tempel di tepinya. Bekas-bekas pelepah daun pada batang membentuk pola spiral.

Gebang hanya berbunga dan berbuah sekali, yakni di akhir masa hidupnya. Karangan bunga muncul di ujung batang (terminal), sesudah semua daunnya mati, berupa malai tinggi besar 3–5 m, dengan ratusan ribu kuntum bunga kuning kehijauan yang berbau harum. Buah bentuk bola bertangkai pendek, hijau, 2-3 cm diameternya.

Ekologi dan penyebaran

250px-Corypha_umbraculifera_1913.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Corypha umbraculifera (1913). Sebelah kanan adalah pohon yang berbunga

Palma ini tumbuh menyebar di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 300 m dpl.. Gebang menyukai padang rumput terbuka, aliran sungai, tepi rawa, dan kadang-kadang tumbuh pula di wilayah berbukit. Di beberapa tempat yang cocok, biasanya tak jauh dari pantai, gebang dapat tumbuh menggerombol membentuk sabuk hutan yang cukup luas.

Gebang ditemukan menyebar luas mulai dari India melewati Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia hingga ke Australia utara.

Kegunaan

Daun gebang, terutama yang muda, diolah menjadi berbagai bahan anyaman yang bagus; untuk bahan membuat tikar, topi, kantong, karung, tali, jala dan pakaian tradisional. Helai-helai pita dari olahan janur gebang ini pada masa lalu ramai diperdagangkan terutama di Sulawesi Selatan; dikenal beberapa macamnya seperti agel, papas, dan akan. Dan saat ini di berbagai kota di Indonesia telah dijadikan bahan baku untuk kerajinan tangan.

Sejenis serat tumbuhan yang cukup baik dapat pula dihasilkan dari tangkai daunnya, setelah dibelah-belah, direndam dan diolah lebih lanjut. Serat ini dapat dipintal menjadi tali atau, di Filipina, dianyam menjadi topi.

250px-Putak_080717_1281_ayot.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Putak, sagu lempengan yang dibakar

Umbutnya dapat dimakan. Demikian pula dengan sagu yang diperoleh dari empulur batangnya, meski biasanya sagu ini untuk makanan hewan saja dan baru dimakan orang pada masa paceklik. Di Ayotupas, sagu gebang dibuat menjadi semacam kue lempengan yang dibakar dan disebut putak; biasanya dimakan bersama pisang.

Batang gebang menghasilkan sagu kira-kira 90 kg untuk setiap pohon. Laporan lain menyebut bahwa sagu gebang dapat mengobati penyakit usus. Akar gebang digunakan untuk mengobati murus-murus. Namun, hendaknya kita berhati-hati memakan bagian gebang, yakni buahnya. Buahnya yang sudah tua itu beracun. Sehingga tidak boleh dimakan.[2]

Batang gebang cukup keras, terutama bagian luarnya yang mengayu, dan biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Potongan batang yang utuh dan dibuang bagian tengahnya (empulur) biasa digunakan untuk membuat bedug.

Beberapa bagian pohon gebang memiliki khasiat obat. Akarnya digunakan untuk menyembuhkan diare ringan dan berulang. Air dari pelepahnya digunakan sebagai anti racun. Semacam getah kemerahan (blendok, Jw.) dari pucuknya digunakan untuk mengobati luka, batuk dan disentri.

Referensi

250px-Lopo_080716_1025_ayot.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Susunan daun kering sebagai atap lopo, di Ayotupas, Timor Tengah Selatan
  1. ↑ gĕbaṅ 505:11 a species of palm (KBW: Corypha gĕ#banga; GR: Corypha umbellifera) PYñ 38.9: priṅ pĕtuṅ hana wuluh gĕbaṅ atuha. Sumber: Old Javanese-English Dictionary, by P.J. Zoetmulder with the assistance of S.O. Robson (1982, KITLV)
  2. 1 2 Sastrpradja, Setijati; Mogea, Johanis Palar; Sangat, Harini Murni; Afriastini, Johar Jumiati (1981). Palem Indonesia. 13:26 –27. Jakarta:LBN - LIPI bekerjasama dengan Balai Pustaka.

Pranala luar

250px-Gebang_080717_1306_ayot.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuh di savana perbukitan dekat Ayotupas
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan