Kamis, 24 September 2026
11:28 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Selat Gelasa

Selat Gelasa

selat di Indonesia

Selat Gelasa
330px-MACLEOD%281819%29_p292_FORT_MAXWELL.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perkemahan Fort Maxwell, didirikan pada tahun 1817 di Pulo Leat (Pulau Pongok), Selat Gelasa, oleh orang-orang yang selamat dari bangkai kapal HMS Alceste
Selat Gelasa di Sumatra
Selat Gelasa
Selat Gelasa
Lokasi di Sumatra
Jenis perairanSelat
Terletak di negaraIndonesia
ReferensiSelat Gaspar: Indonesia National Geospatial-Intelligence Agency, Bethesda, MD, USA

Selat Gelasa atau dulu lebih dikenal dengan nama kolonial Selat Gaspar adalah sebuah selat yang memisahkan pulau Bangka dan Belitung. Selat ini adalah bagian dari dangkalan Sunda yang kedalamannya kurang dari 200 meter. Selat ini terkenal karena menjadi tempat banyak situs kapal karam. Selat ini sejak zaman dahulu berperan penting sebagai jalur pelayaran antara kapal-kapal dari arah Selat Malaka dan Tiongkok ke Jawa. Wilayah ini masuk ke dalam wilayah laut provinsi Bangka Belitung yang terdapat Pulau Gelasa, 2°24′42″S 107°4′10″E / 2.41167°S 107.06944°E / -2.41167; 107.06944, kurang lebih 24 mil dari utara Pulau Tengah 2°52′0″S 107°4′0″E / 2.86667°S 107.06667°E / -2.86667; 107.06667 dan 18 mil dari Tanjung Brekat 2°34′21″S 106°50′43″E / 2.57250°S 106.84528°E / -2.57250; 106.84528.[1] Nama selat ini berasal dari Pulau Gelasa yang berada di dekat selat.

Lokasi dan status administratif

Selat Gelasa terletak di antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung dan menjadi pemisah kedua pulau tersebut.[2] Perairan selat ini seluruhnya masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.[3]

Pemanfaatan

Pelayaran untuk perdagangan

Perairan di selat ini telah dilayari sejak abad ke-7 Masehi. Pelayaran diadakan oleh para pedagang dari Tiongkok yang berdagang ke Sriwijaya dan Medang menggunakan kapal niaga. Para pedagang lain yang juga berlayar di selat ini ialah pedagang dari Semenanjung Arab, Persia dan India yang menuju ke Sriwijaya dan Medang, serta oleh para pedagang dari Sriwijaya ke Kerajaan Wijayapura di Kalimantan Barat. Pelayaran untuk perdagangan di selat ini dalam zaman kuno berlangsung hingga abad ke-13 Masehi.[4]

Sistem komunikasi kabel laut

Selat ini merupakan salah satu perairan nasional di Indonesia yang menjadi lokasi gelaran sistem komunikasi kabel laut. Tingkat gelaran sistem komunikasi kabel laut merupakan salah satu yang terpadat dibandingkan perairan nasional lainnya di Indonesia. Sistem komunikasi kabel laut yang dibangun di selat ini menghubungkan sistem komunikasi dari selat Malaka dan laut Natuna menuju ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta hingga ke Australia.[5]

Peninggalan

Selat ini merupakan salah satu lokasi tenggelamnya kapal-kapal yang melalui perairan Nusantara. Karena itu, di dalam perairan selat ini dapat ditemukan reruntuhan kapal dan kargo yang menjadi muatan kapal yang tenggelam. Barang-barang temuan dari selat ini dinyatakan sebagai benda cagar budaya milik Indonesia karena lokasi selat yang berada dalam wilayah yurisdiksi Indonesia. Pengecualian yurisdiksi hanya berlaku untuk kapal ataupun pesawat terbang milik negara lain yang tenggelam di selat ini.[6]

Referensi

Catatan kaki

  1. Novianti (2016). Hardiani, Riza (ed.). Belitong: Nature of Paradise. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 9. ISBN 978-602-02-7835-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Novianti (2016). Hardiani, Riza (ed.). Belitong: Nature of Paradise. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 9. ISBN 978-602-02-7835-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Rangkuti, dkk. 2016, hlm. 72.
  4. Rangkuti, dkk. 2016, hlm. 73.
  5. Hidayat, M. F., dkk. (2023). Kabel Bawah Laut Sinyal Perekat Nusantara (PDF). Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. hlm. 44.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Utomo, Bambang Budi (Desember 2016). Warisan Bahari Indonesia (PDF). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. hlm. 67. ISBN 978-602-433-202-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Samudra
Laut
Selat
Teluk
Laguna
Laut dan samudra di Bumi
Samudra Arktik
Samudra Atlantik
Laut Adriatik · Laut Aegea · Laut Åland · Laut Albora · Laut Argentina · Laut Azov · Laut Balearik · Laut Baltik · Laut Bothnia · Laut Keltik · Selat Davis · Selat Denmark · Teluk Finlandia · Cekungan Foxe · Teluk Fundy · Laut Greenland · Teluk Guinea · Selat Inggris · Laut Hebrides · Laut Hitam · Teluk Hudson · Laut Ionia · Laut Irlandia · Laut Irminger · Teluk James · Laut Karibia · Laut Kreta · Laut Labrador · Laut Levantine · Laut Libya · Laut Liguria · Laut Marmara · Teluk Meksiko · Laut Mirtoa · Laut Norwegia · Teluk Saint Lawrence · Laut Sargasso · Laut Saaristomeri · Laut Tengah · Laut Thracia · Laut Tirrhenia · Laut Utara · Teluk Baffin · Teluk Biscay Teluk Bothnia · Teluk Campeche · Teluk Venezuela
Samudra Hindia
Samudra Pasifik
Samudra Selatan
Laut di dalam daratan
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan