Kamis, 24 September 2026
20:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Fin Komodo

Fin Komodo

Merek mobil buggy off-road buatan Indonesia

"Fin Komodo" beralih ke halaman ini. Untuk ranpur buatan Pindad, lihat Pindad Komodo.
Fin Komodo
330px-Fin_Komodo_KD_250_X.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Fin Komodo KD 250 X
Informasi
TipeBuggy
ProdusenPT Fin Komodo Teknologi
Masa produksi2006–sekarang
PerancangIbnu Susilo
Bodi & rangka
Bentuk kerangkaKendaraan terbuka 2 pintu
RangkaRangka tubular
Penyalur daya
MesinMesin 1 silinder "Fin Power", 4 langkah 250 cc 14 hp
TransmisiCVT otomatis
Jarak tempuh400 km
Dimensi
Jarak sumbu roda2 m
Panjang2,65 m
Lebar1,75 m
Tinggi1,46 m
Berat kosong320 kg

Fin Komodo adalah mobil Utility Vehicle Offroad buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT Fin Komodo Teknologi. Mobil Komodo menyasar pasar rekreasi dan pariwisata, berbeda dengan mobil kebanyakan yang menyasar pasar kendaraan komersial. Fin Komodo adalah mobil yang paling sukses di antara mobil produksi anggota Asianusa (Asosiasi Industri Automotif Nusantara). Sampai tahun 2017, hanya PT FKT-lah anggota Asianusa yang tetap berdiri dan memproduksi mobil.

Deskripsi

Oleh produsennya Komodo disebut sebagai kendaraan berjenis cruiser (penjelajah), yaitu kendaraan off-road nonkonvensional yang digunakan pada medan daerah pegunungan dan dataran dalam kondisi jalanan aspal, tanah, batu, dan berlumpur. Fin Komodo dirancang agar memiliki perawatan yang mudah, dengan dukungan spare part yang dapat ditemukan di pasaran. Fin Komodo dirancang oleh mantan insinyur IPTN, Ibnu Susilo, sehingga memiliki bobot yang ringan tetapi dapat membawa muatan yang cukup berat.

Sebelum diluncurkan, PT FKT terlebih dahulu membuat 4 buah prototipe. Dimulai dari prototipe pertama dan kedua, menggunakan mesin dua tak yang berkapasitas 180 cc. Keduanya menggunakan transmisi manual dengan 3 kecepatan. Prototipe pertama dirancang single seat sedangkan prototipe kedua komodo dirancang double seat. Prototipe pertama dan kedua memiliki torsi sebesar 1,19 Kgm/3000 rpm (11,7 Nm/3000 rpm). Serta kapasitas tangki yang bisa memuat bensin sebanyak 15 liter. Kedua prototipe ini memiliki kapasitas oli sebesar 0,3 liter serta menggunakan rangka tubular seamless dan bagasi.

Prototipe ketiga dan keempat, menggunakan mesin berkapasitas 250 cc empat tak. Mobil prototipe ini memiliki torsi 17,6 Nm per 5500 rpm. Kapasitas tangki bertambah 5 liter menjadi 20 liter. Mesin yang digunakan pada prototipe ketiga menggunakan transmisi otomatis yang terdiri dari high speed, low speed, netral, dan mundur. Sedangkan prototipe keempat menggunakan mesin CVT otomatis (maju, netral, dan mundur).

Kapasitas oli yang digunakan adalah 1,2 liter. Generasi pertama dan kedua memiliki berat kosong sebesar 250 kg. Sedangkan generasi ketiga dan keempat memiliki berat kosong sebesar 320 kg. Rangka yang digunakan pada generasi keempat adalah rangka tubular tanpa bagasi.[1]

Prototipe yang keempat adalah yang sekarang diproduksi dengan nama Komodo KD 250 AT. Kendaraan ini dirancang untuk melakukan berbagai macam keperluan. Fungsi Komodo antara lain:

Perkebunan:

> Patroli keamanan.

> Survey perkebunan/pengontrolan.

> Perawatan jalan perkebunan.

> Penyemprotan (dapat dilengkapi dengan power spray).

> Mengangkut hasil-hasil perkebunan, khususnya daerah yang tidak dapat dijangkau oleh mobil biasa atau sepeda motor.

> Karena bentuk bodi yang kecil dan ringan, maka Komodo dapat bermanuver di antara pepohonan yang mempunyai jarak antara 4 meter.

> Dapat digunakan untuk mengangkut Agro UAV, untuk tujuan pemetaan dan pengontrolan via udara.

Pertambangan/proyek:

> Patroli keamanan.

> Survey lokasi dan pengontrolan pekerjaan.

> Alat transportasi.

Rekreasi:

> Alat transportasi pada area resort.

> Disewakan untuk permainan off-road/adventure.

> Untuk dipakai sebagai kendaraan fun offroad.

> Golf car.

Keperluan khusus militer:

> Patroli keamanan untuk daerah perbatasan.

> Dapat dilengkapi dengan senapan ringan kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm (tentunya dengan spesifikasi mesin khusus).

> Dapat dilengkapi dengan alkom dan radar.

> Dapat diterjunkan dari pesawat terbang dengan bentuk dan konstruksi strukturnya yang spesifik.

> Dapat dilengkapi dengan rudal Stinger.

> Dapat digunakan sebagai robot pengintai.

Keperluan khusus polisi:

> Patroli keamanan lingkungan setingkat Polsek.

> Dapat dilengkapi kursi tambahan untuk mengangkut pelaku kejahatan.

> Dapat digunakan sebagai robot pengintai anti teroris.

SAR:

> Untuk mencapai daerah-daerah bencana atau medan yang sulit.

> Untuk misi evakuasi.

> Dapat digunakan untuk misi medevac.

Komplek perumahan:

> Patroli keamanan linkungan (satpam).

> Jalan-jalan di sekitar perumahan.

Generasi Pertama (2006–sekarang)

Generasi pertama dimulai dari riset tahun 2006, yang menghasilkan prototipe 1 dengan 1 tempat duduk, lalu disempurnakan dengan prototipe 2 yang sudah menggunakan 2 tempat duduk namun masih bermesin sama (180 cc). Prototipe ke-3 sudah menggunakan mesin baru (250 cc). Prototipe yang keempat akhirnya diproduksi massal dengan nama Komodo KD 250 AT.

KD 250 AT

250px-CARV_Komodo_250_AT-down.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Fin Komodo KD 250 AT

Generasi pertama Komodo yang diproduksi adalah KD 250 AT. Menggunakan mesin “Fin Power” yang merupakan rancangan tim PT FKT. Mesin ini memiliki 2 silinder sebesar 250 cc yang dapat menghasilkan daya 14 HP/7000 RPM dan torsi 17,6 Nm/5500 RPM. Meskipun rancangan Indonesia, mesin ini dibuat di China karena belum ada pabrikan Indonesia yang bisa memproduksi mesin.[2] Rangka berjenis tubular, dengan suspensi independent double wishbone bernama "Fin Absorber".[3]

Rem menggunakan cakram hidraulis, dan steering system-nya menggunakan sistem rack and pinion. KD 250 AT dilengkapi transmisi otomatis (maju, netral, dan mundur) dan berpenggerak 4x2 (penggerak di 2 roda belakang). Kecepatan maksimum yang bisa dicapai adalah 60 km/jam.

Spesifikasi lainnya:

Ground Clearance: 300 mm

Jarak Sumbu Roda: 2000 mm

Jarak Roda: 1400 mm

Panjang Total: 2650 mm

Lebar Total: 1750 mm

Tinggi Total: 1460 mm

Berat Kosong: 320 Kg

Kapasitas Angkut: 250 Kg barang

Kapasitas Penumpang: 2 (dua) penumpang

Seat Belt: Menggunakan sistem 4 titik.

KIT 250 AT

Komodo KIT (Kendaraan Intai Tempur) 250 AT adalah versi militer yang ditujukan untuk misi pengintaian dan pembuka jalan. Pertama kali muncul pada Indo Defence 2014, kendaraan ini dikembangkan Dislitbang AD dengan PT FKT. Dengan berat hanya 600 kg,[4] Komodo KIT dapat masuk ke dalam pesawat kargo militer, seperti C-130 Hercules. Senjata yang bisa dipasang adalah FN Minimi (kaliber 5,56 mm) atau FN MAG (kaliber 7,62 mm), dan dapat diputar 360 derajat. Pada dashboard penembak ada slot untuk radio komunikasi. Muatan maksimum yang bisa dibawa adalah 250 kg. Di Indo Defence 2014 tampaknya masih menggunakan mesin standar Fin Power. Dengan tangki bahan bakar 20 liter, jarak tempuh yang bisa dicapai kira-kira 400 km. Versi militer ini sudah dilengkapi winch pada bagian depan kendaraan.[5]

KD 250 X

KD 250 X adalah Fin Komodo yang diperkenalkan pertama kali di IIMS 2017, tanggal 1 Mei 2017. KD 250 X bisa dibilang merupakan versi sipil dari Komodo KIT, yang bisa dilihat pada bentuk fairing-nya yang lebih menyudut dari KD 250 AT. Bisa juga dibilang KD 250 X merupakan facelift dari KD 250 AT. Volume bagian kabin diperbesar, sehingga penumpang bisa lebih leluasa bergerak. Konfigurasi dashboard diubah, kursi menggunakan kursi baru yang diklaim lebih aman dan nyaman dari versi-versi sebelumnya. Meskipun begitu, mesin dan komponen fisik lainnya tidak berubah.[6]

Bledhex

Varian listrik dari Fin Komodo KD 250 X yang ditampilkan pada IIMS 2021 (15–25 April 2021). Namanya berasal dari bahasa Jawa bledeg yang berarti petir. Bodi kendaraan terbuat dari polikarbonat dengan rangka tubular. Motor listriknya memiliki tenaga sebesar 20 kW dan torsi 70 Nm sedangkan kecepatan tertinggi mencapai 40 km/jam. Untuk baterainya, berkapasitas 21 kWh dengan pengisian dari 0 hingga 100 persen dalam 3 jam. Untuk ketahanannya, mobil ini sudah diuji di jalan raya sejak 2019, dites di jalan tol sepanjang 2.000 km dari Labuan Bajo menuju Jakarta. Sedangkan tes off road sejauh 1.500 km di wilayah Malang yaitu Coban Talun. Jarak jelajahnya mencapai 150–200 km tergantung lintasannya.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. "Empat Generasi Fin Komodo, Evolusi yang Terus Menyempurnakan Diri". otomotif.grid.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-19. Diakses tanggal 2017-06-16.
  2. Yuniardi, Dewa. "FIN KOMODO, MOBIL OFFROAD MADE IN CIMAHI - Buatan Perancang Pesawat, Bisa di Kemiringan 45 Derajat". finkomodo.blogspot.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-05-19. Diakses tanggal 2017-05-27.
  3. Media, Kompas Cyber. "Dipasarkan Rp 88 juta, Ini Spesifikasi Fin Komodo - Otomania" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-07. Diakses tanggal 2017-05-27.
  4. "Halaman anda tidak ditemukan - GridOto.com". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-15. Diakses tanggal 2020-06-15.
  5. "Komodo KIT 250AT: Rantis Intai Ringan Berpenggerak 2 Roda – Indomiliter.com". www.indomiliter.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-30. Diakses tanggal 2017-05-27.
  6. Rahadiansyah, Rangga. "Mobnas Komodo Mejeng di IIMS 2017, Ada Mobil Baru". detikcom (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-13. Diakses tanggal 2017-05-27.
  7. Pratama, Ilham. "Mobil Listrik Indonesia, FIN Komodo Bledhex, Hadir Dengan Penggerak Listrik". Oto Driver (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-19. Diakses tanggal 2021-04-23.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Produsen lokal
aktif
Produsen lokal
tidak aktif
Produsen
patungan/asing
Importir aktif
Importir terdahulu
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan