Rabu, 30 September 2026
11:16 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Filogeografi

Bagikan:

Filogeografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai gabungan geografi dan filogenetik sekaligus proses penyebaran secara geografis dari genetika spesies dimaksud, sekaligus mempelajari mengenai silsilah spesies dan fokus pada biogeografi.[1][2] Tujuan dari ilmu Filogeografi adalah untuk mengelompokkan spesies serta mengetahui hubungan kekerabatan secara genetika dengan metode tertentu, dan melihat karakter molekuler dari suatu individu.[3] Filogeografi mengisi kesenjangan antara diversifikasi yang pernah terjadi dahulu kala, seperti munculnya perbedaan populasi masal kini atau spesiasi sepenuhnya tidak tercapai, peran lain filogeografi yaitu melengkapi kesenjangan dan memperjelas asal-usul spesies[4]

Sejarah Filogeografi

Pertama kali Filogeografi dikenal pada 1987, sejarah dimulai dengan melihat kondisi geologi, cuaca dan ekologis yang memberikan pengaruh terhadap spesies. Pada tahun sebelumnya peneliti sejarah telah menghubungkan evolusi organisme dengan geografis sebagai pencetus utama awal perkembangan Filogeografi modern. Filogeografi memberikan gambaran mengenai asal-usul spesies secara molekuler, serta membedakan pola biogeografi, hal ini memungkinkan untuk mengetahui pertukaran genetik spesies pada masa lampau dan terlebih jika dalam intraspesies akan terungkap berbagai macam tingkatan takson sampai pada spesies.[2] Dasarnya spesies Indonesia Barat, Tengah dan Timur memiliki pola filogeografi yang sama hal ini memperlihatkan bahwa tedapat barrier yang membatasi.[5]

Referensi

  1. ↑ FITRATILLAH HILHANIF, 081411433012 (2018). "STUDI FILOGEOGRAFI Calotes versiolor (DAUDIN, 1802) DI PULAU JAWA DAN MADURA" (dalam bahasa Inggris). UNIVERSITAS AIRLANGGA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-09. Diakses tanggal 2020-03-27.{{cite journal}}: |first= memiliki nama numerik; Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 Konservasi Biodiversitas Raja Ampat. Volume 11 Nomor 3 Tahun 2014. ISSN: 2338-5421 e-ISSN: 2338-5561. http://ibcraja4.org/assets/file/Bulletin11November2014.pdf Diarsipkan 2020-03-27 di Wayback Machine. (Diakses kembali pada 14 April 2020)
  3. ↑ Nuhantoro, Irsan. 2017. FILOGEOGRAFI DAN KARAKTER MOLEKULER ISOLAT Papaya ringspot virus (PRSV) DI PULAU BALI BERDASARKAN GEN CP DAN HCPro. Tesis. https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/751105bf8c1d30c16977a3c5bd724b10.pdf Diarsipkan 2020-03-27 di Wayback Machine. (Diakses kembali pada 14 April 2020)
  4. ↑ Médail, Frédéric; Baumel, Alex (2018-08-01). "Using phylogeography to define conservation priorities: The case of narrow endemic plants in the Mediterranean Basin hotspot". Biological Conservation (dalam bahasa Inggris). 224: 258–266. doi:10.1016/j.biocon.2018.05.028. ISSN 0006-3207.
  5. ↑ "B3A018002 | FAKULTAS BIOLOGI". bio.unsoed.ac.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-27. Diakses tanggal 2020-03-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan