Jumat, 02 Oktober 2026
16:08 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Fenilpropanolamina

Fenilpropanolamina

Bagikan:
Fenilpropanolamina
RS-Norephedrin
Ball-and-stick model of the phenylpropanolamine molecule
Data klinis
Nama dagangAcutrim
AHFS/Drugs.comMultum Consumer Information
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
MetabolismeHati (CYP2D6)
Waktu paruh eliminasi2,1–3,4 jam
Pengenal
  • (1S,2R)-2-amino-1-fenilpropan-1-ol
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.035.349 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC9H13NO
Massa molar151.206 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • O[C@H](c1ccccc1)[C@@H](N)C
  • InChI=1S/C9H13NO/c1-7(10)9(11)8-5-3-2-4-6-8/h2-7,9,11H,10H2,1H3/t7-,9-/m0/s1 checkY
  • Key:DLNKOYKMWOXYQA-CBAPKCEASA-N checkY
  (verify)

Fenilpropanolamina (disingkat PP atau PPA) atau β-hidroksamfetamin, juga dikenal sebagai stereoisomer norefedrin, norpseudoefedrin, dan katina, adalah obat psikoaktif dari senyawa kimia fenetilamina dan amfetamina yang digunakan sebagai senyawa stimulan, dekongestan, dan anoreksik.[1] Senyawa ini biasanya digunakan dalam sediaan batuk dan pilek, baik sebagai obat resep maupun yang dijual bebas.

Pada kedokteran hewan, senyawa ini digunakan untuk mengendalikan kondisi prolaps pada hewan kecil dengan dosis yang harus terpantau. Obat ini tersedia dalam merek antara lain Propalin dan Proin.

Di Amerika Serikat, PPA tidak lagi tersedia di pasaran karena diklaim meningkatkan risiko stroke pada wanita muda. Di beberapa negara di Eropa, PPA masih tersedia dalam bentuk obat resep maupun obat over-the-counter. Di kanada, sediaan PPA ditarik dari pasar pada 31 Mei 2001.[2] Di India penggunaan PPA untuk manusia tidak lagi diperbolehkan sejak 10 Februar 2011,[3] tetapi larangan tersebut dicabut oleh keputusan hukum pada September 2011.[4]

Farmakologi

Fenilpropanolamina adalah suatu agonis reseptor alfa-adrenergis dan reseptor beta-adrenergis dan juga sebagai agonis parsial reseptor dopamine D1.[5]

Banyak hormon dan neurotransmiter simpatetis yang memiliki struktur mirip dengan kelompok fenetilamina, dan biasanya memberikan efek respon "fight or flight", seperti peningkatan denyut jantung, tekanan darah, pelebaran pupil, penambahan energi, pengeringan membran mukosa, peningkatan jumlah keringat, dan berbagai efek tambahan lainnya.

Templat:Amphetamine pharmacokinetics

Status hukum

Di Swedia, PPA masih tersedia dalam sediaan resep dekongestan seperti Rinexin,[6] dan juga sediaan yang dijual bebas seperti Wick DayMed.

Di Britania Raya, PPA tersedia dalam berbagai macam sediaan batuk dan pilek yang biasanya juga mengandung parasetamol dan analgesik lainnya serta kafein, dan juga bisa dibeli bebas; tetapi sediaan tersebut tidak diperbolehkan lagi penggunaannya untuk manusia. Pembelian PPA untuk tujuan akademis memerlukan surat izin European Category 1.

Di Amerika Serikat, FDA mengeluarkan edaran[7] yang melarang penggunaan obat tersebut pada November 2000. Pada edaran tersebut, FDA meminta semua produsen obat untuk menghentikan pemasaran produk yang mengandung PPA. FDA memperkirakan bahwa PPA menyebabkan sekitar 200 sampai 500 kasus strok per tahun pada pengguna usia 18 sampai 49 tahun. Pada tahun 2005, FDA mencabut izin peredaran PPA sebagai obat over-the-counter sale.[8] Karena PPA berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan amfetamina, penyaluran senyawa ini dikendalikan oleh Combat Methamphetamine Epidemic Act of 2005. Saat ini PPA masih tersedia untuk digunakan pada anjing sebagai terapi beser.

Di dunia internasional, salah satu agenda dari pertemuan Commission on Narcotic Drugs pada tahun 2000 adalah memasukkan stereoisomer norefedrin ke dalam Tabel I United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances.[9]

Sediaan obat yang mengandung PPA dilarang beredar di India sejak 27 Januari 2011.[10] Pada 13 September 2011 Pengadilan Tinggi Madras mencabut larangan produksi dan penjualan obat pediatri nimesulida dan fenilpropanolamina (PPA).[11]

Struktur kimia

250px-Phenylpropanolamine_spacefill.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Space filling model of phenylpropanolamine

Terdapat empat optical isomer dari PPA: dekstro- dan levo-norefedrin, serta dekstro- and levo-norpseudoefedrin. d-Norpseudoefedrin juga dikenal sebagai cathine, dan merupakan kandungan alami pada Catha edulis ("Khat").[12]

Fenilpropanolamina, secara struktur, yang merupakan bagian dari kelas senyawa fenetilamina tersubtitusi, terdiri dari suatu siklik benzene atua suatu fenil, suatu moietas etil di-karbon, dan suatu terminal nitrogen, sehingga mendapatkan nama fen-ethyl-amine.[13] Adanya struktur metil pada karbon alfa (karbon pertama sebelum kelompok nitrogen) menyebabkan senyawa ini menjadi bagian dari amfetamina tersubtitusi.[13] Efedrin adalah analog N-metil dari fenilpropanolamina.

Senyawa eksogen pada kelompok ini mengalami degradasi yang cepat oleh monoamina oksidase sehingga tidak mempunyai efektifitasi kecuali jika diberikan pada dosis tertinggi.[13] Tetapi, penambahan α-metil bisa memberikan efek perlindungan sehingga senyawa tidak dimetabolisme.[13] Pada umumnya, proses N-metilasi dari suatu amina primer akan meningkatkan potensinya; sedangkan proses β-hidroksilasi akan menurunkan aktivitas Sistem Saraf Pusat (SSP), tetapi memberikan selektifitas yang lebih baik untuk reseptor adrenergis.[13]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Flavahan NA (April 2005). "Phenylpropanolamine constricts mouse and human blood vessels by preferentially activating alpha2-adrenoceptors". J. Pharmacol. Exp. Ther. 313 (1): 432–9. doi:10.1124/jpet.104.076653. PMID 15608085. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2023. Diakses tanggal 5 September 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Advisories, Warnings and Recalls – 2001". Health Canada. 7 Januari 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Mei 2010.
  3. ↑ "Drugs Banned In India". Dte.GHS, Ministry of Health and Family Welfare, Government of India. Central Drugs Standard Control Organization. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Oktober 2013. Diakses tanggal 7 Januari 2014.
  4. ↑ "Madras High Court revokes ban on manufacture and sale of paediatric drugs nimesulide and PPA - India Medical Times". Diarsipkan dari asli tanggal 5 September 2017. Diakses tanggal 5 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Phenylpropanolamine". DrugBank. University of Alberta. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 September 2013. Diakses tanggal 10 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Rinexin in Farmaceutiska Specialiteter i Sverige" ["Rinexin" from the Pharmaceutical Specialties of Sweden] (drug catalog) (dalam bahasa Swedish). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2023. Diakses tanggal 7 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ↑ "Phenylpopanolamine Advisory" (Rilis pers). US Food and Drug Administration. 6 November 2000. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Januari 2010.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Phenylpropanolamine (PPA) Information Page – FDA moves PPA from OTC" (Rilis pers). US Food and Drug Administration. 23 Desember 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Januari 2009.
  9. ↑ Implementation of the international drug control treaties: changes in the scope of control of substances. Vienna: Commission on Narcotic Drugs, Forty-third session. 6–15 Maret 2000. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Agustus 2003.
  10. ↑ "Unsafe Drugs- nimesulide, Cisapride, Phenylpropanolamine Banned". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Desember 2011. Diakses tanggal 5 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Madras High Court Revokes Ban on Manufacture and Sale PPA". Scribd.com. 13 September 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2016. Diakses tanggal 7 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Sulzer, D.; Sonders, M.S.; Poulsen, N.W.; et al. (April 2005). "Mechanisms of neurotransmitter release by amphetamines: a review" (PDF). Prog. Neurobiol. 75 (6): 406–33. doi:10.1016/j.pneurobio.2005.04.003. PMID 15955613. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Oktober 2020. Diakses tanggal 5 September 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 3 4 5 Westfall DP, Westfall TC (2010). "Chapter 12: Adrenergic Agonists and Antagonists: CLASSIFICATION OF SYMPATHOMIMETIC DRUGS". Dalam Brunton LL, Chabner BA, Knollmann BC (ed.). Goodman & Gilman's Pharmacological Basis of Therapeutics (Edisi 12th). New York: McGraw-Hill. ISBN 9780071624428. CHEMISTRY AND STRUCTURE-ACTIVITY RELATIONSHIP OF SYMPATHOMIMETIC AMINES
    β-Phenylethylamine (Table 12–1) can be viewed as the parent compound of the sympathomimetic amines, consisting of a benzene ring and an ethylamine side chain. The structure permits substitutions to be made on the aromatic ring, the α- and β-carbon atoms, and the terminal amino group to yield a variety of compounds with sympathomimetic activity. ...N-methylation increases the potency of primary amines ...
    Substitution on the α-Carbon Atom
    This substitution blocks oxidation by MAO, greatly prolonging the duration of action of non-catecholamines because their degradation depends largely on the action of this enzyme. The duration of action of drugs such as ephedrine or amphetamine is thus measured in hours rather than in minutes. Similarly, compounds with an α-methyl substituent persist in the nerve terminals and are more likely to release NE from storage sites. Agents such as metaraminol exhibit a greater degree of indirect sympathomimetic activity.
    Substitution on the β-Carbon Atom
    Substitution of a hydroxyl group on the β carbon generally decreases actions within the CNS, largely because it lowers lipid solubility. However, such substitution greatly enhances agonist activity at both α- and β- adrenergic receptors. Although ephedrine is less potent than methamphetamine as a central stimulant, it is more powerful in dilating bronchioles and increasing blood pressure and heart rate.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan