Kamis, 08 Oktober 2026
07:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Farro

Bagikan:
Farro
JenisGandum utuh kuno
Tempat asalItalia
DaerahToscana, Umbria, Lazio, Abruzzo
Bahan utamaTriticum dicoccum (emmer), Triticum spelta (spelt), Triticum monococcum (einkorn)
VariasiFarro perlato, semi-perlato, integrale

Farro adalah sebutan di Italia untuk tiga jenis gandum kuno: emmer, spelt, dan einkorn. Gandum ini memiliki butiran keras yang masih terbungkus kulit, rasa sedikit kacang, dan tekstur kenyal setelah dimasak. Di Italia, terutama di Toscana, Umbria, Lazio, dan Abruzzo, farro sudah menjadi makanan sehari-hari sejak zaman Etruska dan Romawi kuno, dan tetap bertahan hingga sekarang karena cocok ditanam di tanah pegunungan yang kurang subur.[1]

Pada zaman Romawi, farro adalah ransum utama legiun karena tahan lama dan mudah dibawa. Di abad pertengahan, ia jadi makanan pokok petani di Italia Tengah. Ketika gandum modern yang lebih mudah digiling mulai menyebar pada abad ke-20, farro hampir menghilang dari ladang komersial. Baru pada akhir 1980-an dan 1990-an, berkat gerakan slow food dan minat pada produk tradisional, farro kembali populer, terutama varietas dari Garfagnana di Toscana yang mendapat status IGP pada 1996.[2]

Di dapur Italia, farro paling sering muncul dalam bentuk sup kental dengan kacang borlotti atau kacang cannellini, atau sebagai salad dingin dengan tomat ceri, basil, dan feta. Di Umbria ada zuppa di farro, di Toscana farro alla garfagnina dengan porcini dan sosis. Cara memasaknya sederhana: farro dicuci, direbus dengan perbandingan air 3:1, dan diberi garam menjelang matang. Farro perlato masak sekitar 20 menit, sedangkan farro integrale bisa sampai 40 menit tapi lebih bergizi karena kulitnya masih utuh.[3][4]

Banyak orang di Italia Tengah percaya farro ikut mendukung umur panjang penduduk pegunungan. Kandungan seratnya tinggi, protein lebih banyak daripada beras, serta mengandung magnesium dan zat besi yang cukup signifikan. Di pasar petani, nenek-nenek masih menjual farro curah dari karung besar, sementara di supermarket kota besar ia dijual dalam kemasan bertuliskan “prodotto di montagna”.[1]

Sekarang farro juga sering dipakai para juru masak untuk risotto (disebut farratto), sebagai pengganti barley dalam sup, atau dicampur quinoa dalam salad vegan. Di luar Italia, farro mulai dikenal sejak 1997 ketika The New York Times menulis artikel panjang tentangnya, dan sejak itu masuk ke menu restoran Amerika dan Eropa.[2][4]

Referensi

  1. 1 2 "Farro, Italy's Rustic Staple: The Little Grain That Could". The New York Times. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Farro: An Ancient And Complicated Grain Worth Figuring Out". NPR. 2 Oktober 2013. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "How to Cook Farro". Love and Lemons. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Italian Farro". Kathy's Vegan Kitchen. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan