Senin, 21 September 2026
15:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Feta

Feta

salah satu hidangan dari susu

Feta
250px-Feta_Cheese.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara asalYunani
Sumber susuDomba
Kambing
DipasteurisasiTergantung variasinya
TeksturLembut
Kadar lemak45%[1]
Feta
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi1.103 kJ (264 kcal)
4 g
21 g
14 g
VitaminKuantitas
%AKG
Vitamin A422 SI
Riboflavin (B2)
70%
0.84 mg
Asam pantotenat (B5)
19%
0.97 mg
Vitamin B6
32%
0.42 mg
Vitamin B12
71%
1.7 μg
MineralKuantitas
%AKG
Kalsium
49%
493 mg
Sodium
74%
1116 mg
Seng
31%
2.9 mg
Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Feta adalah keju Yunani yang dibuat dengan menggunakan susu domba yang dipasteurisasi dan kadang-kadang ditambahkan susu kambing.[1] Keju Feta telah diproduksi di Yunani sejak zaman purbakala dan telah menyebar ke seluruh Balkan.[1] Nama keju ini berasal dari kata "fetas" dalam bahasa Yunani yang berarti "cakram".[1] Dalam karyanya "Odyssey", Homer menjelaskan mengenai cara pembuatan keju ini.[2] Resep dan cara pembuatan yang sama masih digunakan untuk membuat keju Feta.[2] Keju ini tidak memiliki kulit dan memiliki konsistensi yang padat.[1] Feta memiliki warna yang putih dan disimpan dalam air asin atapun air dadih.[1] Keju Feta biasanya terasa sangat asin karena pemberian garam yang banyak.[2] Untuk menghilangkan rasa asin pada keju Feta, keju tersebut direndam dalam air dingin ataupun susu selama beberapa menit.[2]

Deskripsi

Feta adalah keju putih asin lembut yang berasal dari Yunani dengan lubang yang kecil atau tidak ada, sentuhan kompak, potongan kecil dan tidak ada kulit. Feta biasanya berbentuk potongan besar, di mana potongan itu direndam dalam air garam. Rasanya tajam dan asin, dengan tingkatan mulai dari ringan ke tajam. Tingkatan kelembapan tertinggi adalah di 56%. Kandungan lemak terendah dalam keadaan kering adalah 43%, dan pHnya antara 4.4 sampai 4.6.[3] Feta secara tradisional dikategorikan menjadi keras dan lembut, Feta yang sudah disimpan lama akan lebih bau dan berkualitas tinggi. Bagian belakang daripada keju itu sangat lembut dan hampir dapat dioles (biasanya digunakan di pai) dan dijual dengan harga yag lebih murah. Jika dipotong, Feta selalu memproduksi jumlah yang tidak tentu dari trimma, bagian yang hancur, di mana juga digunakan dalam pai. Trimma tidak bisa dijual dan biasanya diberikan secara gratis sesuai pesanan.

Feta yang berkualitas tinggi biasanya memiliki tekstur yang berkrim saat dibuat sampel, dan aroma dari susu, mentega, dan yogurt dari biri-biri betina. Di dalam mulut, terasa bau, sedikit asin, dan sedikit asam, dengan sedikit rasa pedas seperti lada dan jahe, dan juga sedikit rasa manis.

Produksi

Secara tradisional (dan secara legal di daerah EU), keju feta diproduksi hanya dari susu domba, atau campuran susu domba dan kambing (dengan komposisi susu kambing maksimum 30%). susu ini bisa dipasteurisasi atau tidak, tetapi sebagian besar produsen kini mempasteurisasi susunya. Saat susu yang dipasteurisasi telah turun ke suhu 35 °C, rennet ditambahkan dan kasein dibiarkan menggumpal. Dadih yang memadat kemudian diambil dan ditaruh di tempat khusus atau di kantung kain agar air dadih menjadi terpisah. Setelah beberapa jam, dadih sudah cukup padat untuk dipotong dan salinitas garam akan mencapai 3%, maka dadih yang digarami tersebut ditempatkan di wadah logam atau tong kayu (tergantung produsen dan area pembuatan), dan dibiarkan selama beberapa hari. Setelah perlakuan penggaraman kering terhadap keju selesai, proses penuaan di dalam larutan garam (dalam larutan air garam 7%), dilakukan selama beberapa minggu di temperatur ruang dan selama paling tidak 2 bulan didinginkan di tempat yang kelembapannya tinggi. Seperti sebelumnya, proses ini dilakukan di wadah logam atau tong kayu, tergantung produsennya. Namun penggunaan tong kayu akan memberikan rasa unik kepada keju dan dianggap lebih tradisional. Sejumlah keju kemudian didistribusikan ke supermarket, tempat di mana keju dipotong dan dijual langsung dari wadahnya, tetapi bisa pula potongan-potongan keju dalam ukuran terstandar dibungkus gelas plastik, terendam larutan garam. Feta mudah mengering, bahkan saat ditaruh di kulkas. Sehingga jika akan menyimpannya dalam hitungan minggu, harus direndam dalam larutan garam atau larutan susu yang digarami sedikit.[4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Iburg, Anne (2004). Dumont's Lexicon of Cheese. Rebo International b.v., Lisse, The Netherlands. ISBN 978-90-366-1689-8. Page 108-111.
  2. 1 2 3 4 (Inggris) Harbutt, Juliet (2006). The World Encyclopedia of Cheese. Anness Publishing Ltd. ISBN 978-1-84309-960-4. Page 122.
  3. "Presenting the Feta Cheese P.D.O. – Feta's Description". Fetamania. CheeseNet: Promoting Greek PDO Cheese. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-18. Diakses tanggal 7 Desember 2013.
  4. About Cheese. Diarsipkan 2021-04-28 di Wayback Machine. Diakses dari situs odysea.com pada 8 Februari 2015
  5. European Union (15 October 2002). Feta: Livestock Farming. Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine. Diakses dari situs ec.europa.eu pada 8 Februari 2015

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Feta.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan