Minggu, 04 Oktober 2026
01:20 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Paus Aleksander VII

Paus Aleksander VII

Kepala Gereja Katolik dari tahun 1655 hingga 1667

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 1655 to 1667Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1655 to 1667

Aleksander VII
Uskup Roma
250px-Portrait_of_Pope_Alexander_VII_Chigi_%28by_Giovanni_Battista_Gaulli_-_Baciccio%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
7 April 1655
Akhir masa kepausan
22 Mei 1667
PendahuluInosensius X
PenerusKlemens IX
Imamat
Tahbisan imam
Desember 1634
Tahbisan uskup
1 Juli 1635
oleh Miguel Juan Balaguer Camarasa
Pelantikan kardinal
19 Februari 1652
oleh Inosensius X
Informasi pribadi
Nama lahirFabio Chigi
Lahir(1599-02-13)13 Februari 1599
Siena, Kadipaten Agung Toscana
Meninggal22 Mei 1667(1667-05-22) (umur 68)
Roma, Negara Kepausan
Jabatan sebelumnya
SemboyanMontium custos
(Latin untuk 'Penjaga gunung')
Tanda tanganTanda tangan Aleksander VII
LambangLambang Aleksander VII
Paus lainnya yang bernama Aleksander

Paus Aleksander VII (Italia: Alessandro VII; 13 Februari 1599 –22 Mei 1667), lahir Fabio Chigi, adalah kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 7 April 1655 hingga kematiannya pada Mei 1667.[1][2]

Ia memulai kariernya sebagai wakil utusan kepausan, dan ia memegang berbagai posisi diplomatik di Takhta Suci. Ia ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1634, dan ia menjadi uskup Nardo pada tahun 1635. Ia kemudian dipindahkan pada tahun 1652, dan ia menjadi uskup Imola. Paus Inosensius X mengangkatnya menjadi sekretaris negara pada tahun 1651 dan, pada tahun 1652, ia diangkat menjadi kardinal.

Di awal masa kepausannya, Alexander hidup sederhana dan mempertahankan posisi anti-nepotisme yang dipegangnya pada saat terpilih; namun kemudian, kerabatnya mendapat pekerjaan di pemerintahannya dan mendominasi pemerintahan tersebut. Pemerintahannya berupaya mendukung Yesuit. Namun, hubungan pemerintahannya dengan Kerajaan Prancis menjadi tegang karena gesekan yang terjadi dengan para diplomat Prancis.

Aleksander tertarik pada arsitektur dan mendukung berbagai proyek perkotaan di Roma. Ia juga menulis puisi dan menjadi pelindung para seniman yang memperluas dekorasi gereja. Tulisan-tulisan teologisnya mencakup pembahasan tentang heliosentrisme dan Dikandung Tanpa Noda.

  1. ↑ Williams, George L. (1998). Papal Genealogy: The Families and Descendants of the Popes. McFarland & Company. hlm. 114.
  2. ↑ Catatan tentang penomoran: Paus Aleksander V sekarang dianggap sebagai antipaus. Namun pada saat itu, fakta ini tidak diakui sehingga Paus Aleksander kelima yang sebenarnya mengambil nomor resmi VI. Hal ini menyebabkan Paus Aleksander keenam yang sebenarnya mengambil nomor VII. Akibatnya, penomoran semua Paus Aleksander berikutnya bertambah satu angka. Paus Aleksander VI–VIII sebenarnya adalah paus kelima hingga ketujuh dengan nama tersebut.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan