Sabtu, 10 Oktober 2026
23:44 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Erabu biru

Erabu biru

Jenis Ular

Bagikan:
Erabu biru
250px-Laticauda_laticaudata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
L. laticaudata
Nama binomial
Laticauda laticaudata
Sinonim
Artikel takson sembarang

Erabu biru adalah jenis ular laut yang tersebar luas di lautan tropis dari India hingga perairan Oseania.[2]

Deskripsi fisik

330px-Laticauda_laticaudata_%28Ko_Samui%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Badan ular betina lebih kekar dibandingkan jantan, bagian atas kepala berwarna kehitaman dan ditandai dengan garis krim atau biru muda yang melebar hingga belakang matanya. Badan bagian atas berwarna biru terang dengan 20 hingga 70 garis hitam. Panjang total bervariasi tergantung jenis kelamin: panjang jantan mencapai 0.91 m (36 in), sedangkan betina lebih panjang, yakni 1.07 m (42 in).[2][3]

Perilaku

Ular berukuran sedang ini biasanya beraktivitas di terumbu karang, hutan bakau, laut terbuka dan perairan pantai pulau-pulau kecil. Ular ini aktif baik pada siang maupun malam hari, mangsanya terutama ikan berukuran kecil dan belut. Biasanya ditemukan di perairan dangkal pada kedalaman 0 - 15m, juga pernah ditemukan dekat dengan air tawar. Ular ini berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Ular ini meletakkan telur-telurnya di darat di celah bebatuan atau di lubang bawah pohon kelapa atau di dalam liang pasir yang tidak digunakan.[4]

Penyebaran

Ular ini tersebar luas di seluruh lautan tropis Indo-Australia mulai dari teluk Benggala, selat Malaka, seluruh laut teritorial di Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, Filipina, hingga perairan Taiwan, perairan Jepang bagian selatan, perairan Melanesia, Karang Penghalang Besar, hingga Polinesia Prancis.[2]

Referensi

  1. ↑ "Laticauda laticaudata". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2010. Diakses tanggal 7 Oktober 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Laticauda laticaudata di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 8 January 2018.
  3. ↑ Linnaeus, Carl (1758). Systema Naturae per Regna Tria Naturae, Secundum Classes, Ordines, Genera, Species, cum Characteribus, Differentiis, Synonymis, Locis (dalam bahasa Latin). Vol. Vol. I (Edisi 10th revised). Holmiae: (Laurentii Salvii). hlm. 222 – via The Internet Archive.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  4. ↑ Brischoux, F.; Bonnet, X.; Shine, R. (2009). "Kleptothermy: an additional category of thermoregulation, and a possible example in sea kraits (Laticauda laticaudata, Serpentes)". Biology Letters. 5 (6): 729–731. doi:10.1098/rsbl.2009.0550. PMC 2828009. PMID 19656862.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan