Selasa, 29 September 2026
19:51 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Orang Galia Sekarat

Orang Galia Sekarat

patung marmer di Italia

Bagikan:
250px-Dying_Gaul.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung "Orang Galia Sekarat".

Orang Galia Sekarat, juga disebut Orang Galatia Sekarat[1] (bahasa Italia:Galata Morente) atau Gladiator Sekarat, adalah patung marmer semi-telentang Romawi kuno yang sekarang disimpan di Museum Capitolini di Roma. Patung yang ada sekarang ini merupakan patung tiruan dari patung asli yang hilang dari periode Helenistik (323–31 SM) yang diperkirakan dibuat dari perunggu.[2] Patung asli mungkin dibuat antara tahun 230 dan 220 SM oleh Atalos I dari Pergamum untuk merayakan kemenangannya atas orang Galatia, orang Kelt atau Galia di sebagian Anatolia. Pematung aslinya diyakini adalah Epigonus, seorang pematung istana dinasti Attalid di Pergamon.

Hingga abad ke-20, patung marmer tersebut biasa dikenal dengan nama Gladiator Sekarat, dengan asumsi bahwa patung tersebut menggambarkan seorang gladiator yang terluka di amfiteater Romawi.[3] Namun, pada pertengahan abad ke-19 ia diidentifikasi kembali sebagai Galia atau Galatia dan nama sekarang "Orang Galia Sekarat" secara bertahap diterima secara populer. Identifikasi sebagai "orang barbar" dibuktikan dengan leher sosok tersebut, rambut tebal dan kumis, senjata dan perisai yang diukir di lantai, dan sejenis karnyx Galia di antara kedua kakinya.[4]

Referensi

  1. ↑ Capitoline Museums. "Hall of the Galatian". The centre of the room features the so-called 'Dying Galatian', one of the best-known and most important works in the museum. It is a replica of one of the sculptures in the ex-voto group dedicated to Pergamon by Attalus I to commemorate the victories over the Galatians in the III and II centuries BC.
  2. ↑ Wolfgang Helbig, Führer durch die öffentlichen Sammlungen klassischer Altertümer in Rom (Tubingen 1963–71) vol. II, pp. 240–42.
  3. ↑ Henry Beauchamp Walters, The Art of the Greeks, The Macmillan Company, 1906, p. 130 notes that it is still most commonly called that because of the popularity of Byron's description.
  4. ↑ Peixoto, Gabriel B. (2022-01-01). "The Great Attalid Dedication at Pergamon".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan