Senin, 21 September 2026
05:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kantor Berita Domei

Kantor Berita Domei

perusahaan asal Jepang

250px-Shisei_Kaikan_%282006.05.04%29_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat Domei di Chiyoda, Tokyo.

Kantor Berita Dōmei (同盟通信社, Dōmei Tsūshinsha, terjemahan: "Kantor Berita Gabungan") adalah kantor berita resmi Kekaisaran Jepang. Kantor berita ini beroperasi mulai tahun 1935 hingga 1945.

Sejarah

250px-Gedung_Domei_%2830198699916%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu gedung bekas kantor Aneta di DKI Jakarta yang dijadikan kantor Domei pada masa pendudukan Jepang di Nusantara, kini milik LKBN Antara.

Dōmei adalah hasil akhir dari upaya bertahun-tahun oleh para jurnalis dan pebisnis Jepang untuk membuat kantor berita nasional di Jepang yang dapat bersaing dengan (dan bila perlu mengalahkan) Reuters dan kantor-kantor berita lain yang diakui secara internasional.

Setelah Insiden Manchuria pada tahun 1931, presiden Nihon Shimbun Rengosha (日本新聞聯合社, Perusahaan Serikat Surat Kabar Jepang, atau “Rengo”) Yukichi Iwanaga mengusulkan penggabungan kantor beritanya dengan Nihon Dempo Tsushinsha (日本電報通信社, Kantor Berita Telegraf Jepang, atau “Dentsu”). Meskipun pemerintah mendukung langkah tersebut, penggabungan tersebut ditentang oleh presiden Dentsu Hoshio Mitsunaga (ja), yang enggan menyerahkan kendali atas bisnis periklanan di perusahaannya yang menguntungkan, dan khawatir bahwa penggabungan akan mengancam basis pelanggan periklanannya – surat kabar daerah yang bersaing dengan Rengo. Sebagai kompromi, Mitsunaga setuju untuk memecah Dentsu, dan memisahkan kantor berita dari biro iklan. Kantor berita Dentsu direorganisasi melalui penggabungan dengan Rengo pada 28 Desember 1935 untuk membentuk Dōmei Tsūshinsha.

Selama Perang Dunia II, kantor berita Dōmei berada di bawah kendali Kementerian Komunikasi, kementerian pra-perang setingkat kabinet dalam pemerintahan Jepang. Domei mengelola jejaring kantor di luar Jepang, mengirimkan wartawan ke semua negara sekutu dan netral, dan juga terlibat dalam industri film dan radio. Kantor berita tersebut juga mengumpulkan berita dan informasi dari berbagai sumber untuk disampaikan pada pemerintah dan militer, serta memproduksi beragam karya propaganda yang ditujukan ke luar negeri.

Dōmei mengeluarkan berita kepada khalayak yang telah disensor agar sejalan dengan garis yang disetujui pemerintah, dan menyiarkan berita dalam bahasa Jepang dan bahasa-bahasa utama Eropa melalui jejaring stasiun radio yang luas di Asia Timur, Manchukuo, dan wilayah Tiongkok yang diduduki Jepang. Kantor berita tersebut kemudian diizinkan oleh militer Jepang untuk mengembangkan jaringan berita dan stasiun-stasiun radio di Singapura dan Malaya Britania yang juga diduduki Jepang.

Sejumlah insiden yang didokumentasikan dari periode sekitar pecahnya Perang Pasifik menunjukkan bahwa pada tingkat pribadi staf-staf Dōmei memiliki hubungan baik dengan wartawan-wartawan asing.

Di bawah pendudukan Sekutu atas Jepang, Kantor Berita Dōmei dibubarkan, dan fungsi-fungsinya dibagi antara Kyodo News (共同通信社) dan Jiji Press [en; ja] (時事通信社) di tahun 1945 selepas berakhirnya Perang Dunia II.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan