Kamis, 05 November 2026
03:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Đổi Mới

Đổi Mới

Bagikan:
Bagian dari seri
Sosialisme
120px-Red_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
250px-Khu_trung_t%C3%A2m_th%C3%A0nh_ph%E1%BB%91_H%E1%BB%93_Ch%C3%AD_Minh%2C_nh%C3%ACn_t%E1%BB%AB_ph%C3%ADa_qu%E1%BA%ADn_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Modernisasi yang cepat Kota Ho Chi Minh telah dikaitkan dengan keberhasilan Đổi Mới.

Doi Moi atau Đổi Mới (pengucapan Vietnam: [ɗo᷉imə̌ːi]; bahasa Indonesia:Renovasi atau Pembaharuan) adalah nama yang diberikan untuk reformasi ekonomi yang dimulai di Vietnam pada tahun 1986 dengan tujuan untuk menciptakan sebuah "ekonomi pasar berorientasi sosialis". Istilah đổi mới itu sendiri adalah sebuah istilah umum dengan penggunaan luas dalam bahasa Vietnam, tetapi Kebijakan Doi Moi (Chính sách Đổi Mới) mengacu secara khusus kepada reformasi-reformasi ini. Pemerintah komunis di utara, Republik Demokratik Vietnam (RDV), mengadopsi ekonomi berencana terpusat sejak awal berdirinya.

Di bawah ekonomi komando, pemerintah pusat memutuskan target produksi dan harga, pasokan input, grosir dan perdagangan ritel dalam negeri, dan perdagangan internasional; negara ini bermaksud menciptakan ekonomi yang terintegrasi secara vertikal di mana tidak ada kontak komersial antara unit produksi individu secara horizontal.[1]: 200 

Di sektor pertanian, pemerintah membentuk koperasi dalam tiga tahap; kelompok solidaritas produksi, koperasi tingkat yang lebih rendah di mana lahan dan peralatan dibagikan, dan koperasi tingkat yang lebih tinggi di mana sebuah sistem titik kerja menentukan distribusi untuk semua penghasilan.[2] Namun, ekonomi komando dihapuskan oleh akhir tahun 1980-an setelah Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-6.

Latar belakang

Adalah nyata sebuah program reformasi atas-bawah yang membutuhkan segelintir tokoh politik terkemuka paling berpengaruh di Vietnam pada pertengahan 1980-an.[3]

Sebelum Doi Moi, Vietnam menghadapi krisis ekonomi; inflasi melambung tinggi menjadi lebih dari 700 persen, pertumbuhan ekonomi melambat, dan pendapatan ekspor mencapai kurang dari total nilai impor. Hal ini menyebabkan perdebatan sengit tentang kesalahan masa lalu di bawah sistem perencanaan pusat dan kebutuhan untuk memperkenalkan perubahan besar menjelang pelaksanaan Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-6.[4]

Selain itu, salah satu perkembangan penting yang memicu perubahan adalah kematian Sekretaris Partai, Le Duan, pad bulan Juli 1986.[5] Pemimpin partai yang menjabat dalam waktu yang lama termasuk Le Duan, Trường Chinh dan Pham Van Dong dianggap dikaitkan dengan bagian dari krisis sosialisme negara Vietnam.[5] Akibatnya, Kongres Nasional Partai Keenam pada bulan Desember 1986 memilih Nguyễn Van Linh yang lebih liberal sebagai Sekretaris Partai.

Referensi

  1. ↑ Melanie Beresford, Vietnam: the Transition for Central Planning. In Garry Rodan et al(Eds.), The Political Economy of South-East Asia: Markets, power and contestation. Oxford University Press. Third Edition. 2006.
  2. ↑ Beresford Melanie, Vietnam: Politics, Economics and Society, London: Pinter. 1988.
  3. ↑ Vuong, Q.H.; Dam, V.N,; Van Houtte, D.; Tran, T.D. (Des 2011). "The entrepreneurial facets as precursor to Vietnam's economic renovation in 1986" (PDF). The IUP Journal of Entrepreneurship Development. VIII (4): 6–47. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-10-13. Diakses tanggal 25 Desember 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Brian Van Arkadie and Raymond Mallon, VIET NAM: a transition tiger. Asia Pacific Press, January 2004
  5. 1 2 Jonathan London, Vietnam and the making of market-Leninism, Pacific Review, Vol 22, No 3, pp 375–399. 2009

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan