Minggu, 04 Oktober 2026
03:39 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Djoewariah

Djoewariah

Aktris dan penyanyi asal Indonesia

Bagikan:
Djoewariah
250px-Asmara_Moerni_Tati.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Ng. Ratu

Nama lainDjoewariah
Juwariah
PekerjaanAktris
Masa aktif1940–1954

Djoewariah (juga dikenal dengan nama Djoewariah; EYD: Juwariah) adalah aktris Indonesia yang aktif tahun 1940-an dan 1950-an.

Biografi

Djoewariah merambah dunia perfilman pada tahun 1940. Ia terlibat dalam film Bajar dengan Djiwa buatan Union Film di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta, Indonesia).[1] Di film perdananya, ia memerankan Djuliah, gadis yang dijual ke rentenir oleh bapaknya.[2] Kariernya dilanjutkan oleh dua film lainnya yang sama-sama diproduksi tahun 1941.[1] Di Wanita dan Satria, ia tampil bersama Ratna Djoewita dan Hidajat dalam kisah seorang pemain wanita (playboy) yang akhirnya mendapat ganjarannya,[3] sementara di Asmara Moerni, Djoewariah berperan sebagai pembantu yang disukai seorang dokter muda (diperankan Adnan Kapau Gani).[4]

Union Film ditutup tahun 1942 setelah pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Produksi film sepanjang tahun 1940-an lebih lambat ketimbang pada masa pemerintahan Belanda.[5] Waktu itu, Djoewariah menjadi pemeran panggung dan bergabung dengan grup Bintang Soerabaja pimpinan Fred Young. Ia terlibat dalam lakon panggung Sehidup Semati pada tahun 1944.[6] Pendudukan Jepang berakhir tahun 1945 dan Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Selama revolusi nasional, Djoewariah tetap aktif sebagai aktris panggung dan penyanyi keroncong yang memenangkan kompetisi vokal pada September 1947. Saat itu ia merupakan anggota grup sandiwara Fifi Young yang namanya diambil dari aktris Fifi Young.[7]

Tahun 1949, seiring berakhirnya revolusi, Djoewariah kembali ke industri perfilman melalui film Sehidup Semati. Selama lima tahun berikutnya, ia tampil di beberapa film tetapi ketenarannya semakin memudar.[1] Dua film terakhirnya diproduksi tahun 1954. Di Karina (Gadis Pasaran), ia memerankan seorang wanita yang terpaksa menjadi penyanyi radio untuk menghidup keluarganya setelah suaminya diasingkan ke Papua.[8] Sementara itu, di Kantjil Mas (Pedang dari Damascus), ia memerankan ratu Basan yang berusaha merebut kekuasaan dari saudarinya sebelum dikalahkan oleh prajurit berpedang dari Damaskus.[9] Tahun 1954, Djoewariah keluar dari dunia perfilman untuk terlibat dalam pementasan panggung.[1]

Filmografi

Djoewariah tercatat tampil di 12 film.[10]

  • Musim Bunga di Selabintana (1951)
  • Surjani Mulia (1951)
  • Penjelundup (1952)
  • Tunggal (1953)
  • Kantjil Mas (Pedang dari Damascus) (1954)
  • Karina (Gadis Pasaran) (1954)

Karya yang dikutip


Referensi

  1. 1 2 3 4 Biran 1979, hlm. 145. sfn error: banyak target (2×): CITEREFBiran1979 (bantuan)
  2. ↑ Filmindonesia.or.id, Bajar dengan Djiwa. sfn error: banyak target (2×): CITEREFFilmindonesia.or.id,_Bajar_dengan_Djiwa (bantuan)
  3. ↑ Filmindonesia.or.id, Wanita dan Satria. sfn error: banyak target (2×): CITEREFFilmindonesia.or.id,_Wanita_dan_Satria (bantuan)
  4. ↑ Saeroen 1941, n.a. sfn error: banyak target (2×): CITEREFSaeroen1941 (bantuan)
  5. ↑ Biran 2009, hlm. 319, 322. sfn error: banyak target (2×): CITEREFBiran2009 (bantuan)
  6. ↑ Tjahaja 1944, Doenia Sandiwara. sfn error: banyak target (2×): CITEREFTjahaja_1944,_Doenia_Sandiwara (bantuan)
  7. ↑ Pelita Rakjat 1947, Miss Djoeriah. sfn error: banyak target (2×): CITEREFPelita_Rakjat_1947,_Miss_Djoeriah (bantuan)
  8. ↑ Filmindonesia.or.id, Karina. sfn error: banyak target (2×): CITEREFFilmindonesia.or.id,_Karina (bantuan)
  9. ↑ Filmindonesia.or.id, Kantjil Mas. sfn error: banyak target (2×): CITEREFFilmindonesia.or.id,_Kantjil_Mas (bantuan)
  10. ↑ Filmindonesia.or.id, Filmografi. sfn error: banyak target (2×): CITEREFFilmindonesia.or.id,_Filmografi (bantuan)

Sumber

  • "Bajar dengan Djiwa". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Biran, Misbach Yusa, ed. (1979). Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926–1978. Sinematek Indonesia. OCLC 6655859.
  • Biran, Misbach Yusa (2009). Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa (dalam bahasa Indonesia). Komunitas Bamboo bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta. ISBN 978-979-3731-58-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Doenia Sandiwara". Tjahaja (dalam bahasa Indonesia). Bandung. 15 Agustus 1944. hlm. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2014. Diakses tanggal 19 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Filmografi Djuariah". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2014. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Kantjil Mas (Pedang dari Damascus)". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2014. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Karina (Gadis Pasaran)". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2014. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Miss Djoeriah Menang!". Pelita Rakjat (dalam bahasa Indonesia). Surabaya. 13 September 1947. hlm. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2014. Diakses tanggal 19 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Saeroen (1941). Asmara Moerni (dalam bahasa Indonesia). Yogyakarta: Kolff-Buning. OCLC 29049476.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) (buku diperoleh dari koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta)
  • "Wanita dan Satria". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan