Sabtu, 10 Oktober 2026
14:44 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Djatajoe

Bagikan:
Djatajoe
Terbitan pertamaFebruari 1936
NegaraIndonesia Indonesia

Djatajoe (EYD: Jatayu) adalah sebuah majalah yang didirikan pada 1936 oleh organisasi Bali Darma Laksana. Redaksi majalah terdiri dari para mantan penyunting Bali Adnjana, Surya Kanta, dan Bhawanagara. Majalah tersebut ditujukan untuk memajukan isu keagamaan orang Bali dan seruan untuk mereformasinya.[1] Saat edisi pertama Djatajoe terbit pada Februari 1936, Poedjangga Baroe menyambut majalah tersebut dengan sebuah ulasan singkat. Panji Tisna, penyunting pertama dari majalah tersebut, memiliki hubungan personal dengan para anggota editorial Poedjangga Baroe. Pertukaran pikiran antara Djatajoe dan Poedjangga Baroe membuat Djatajoe menjadi counterpart Bali dari Poedjangga Baroe yang terbit di Jakarta.[2]

Pengganti Panji Tisna sebagai penyunting Djatajoe adalah I Gde Panetja, yang dibantu oleh Nyoman Kandjeng, mantan penyunting Surya Kanta, dan I Wayan Bhadra.[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan