Minggu, 11 Oktober 2026
05:17 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Soerja Kanta

Bagikan:

Soerja Kanta (EYD: Surya Kanta) adalah sebuah sebuah majalah Bali dari 1925 sampai 1927.[1] Para kontributor Soerja Kanta sering menyinggung pendidikan di Eropa dan Jepang. Bagi mereka, akademik lebih relevan ketimbang gelar kasta.[2] Soerja Kanta dianggap mewakili kasta jaba (rakyat jelata) di Bali.[3] berseberangan dengan majalah Bali sezamannya, Bali Adnjana yang didominasi oleh para penulis konservatif dari kelompok triwangsa.[3]

Pandangan Soerja Kanta kerap dikritik oleh majalah Bali Adnjana dengan menyatakan bahwa rakyat Bali yang meniru Amerika Serikat dan Jepang adalah hal yang salah karena rakyat Bali tinggal di pulau kecil dengan penduduk yang sedikit dalam artikel Agustus 1926.[2] Tjakra Tenaja, penyunting Bali Adnaja, juga pernah memplesetkan singkatan dari Soerja Kanta, SK, dengan kepanjangan "Sarang Komunis".[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan