Sabtu, 24 Oktober 2026
00:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Djakarta Lloyd

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
PT Pelayaran Samudera Djakarta Lloyd (Persero)
330px-Logo_DL_baru_akhir_2017_landscape.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaPT Djakarta Lloyd (1951 - 1961)
PN Djakarta Lloyd (1961 - 1974)
JenisBadan usaha milik negara
IndustriLogistik dan pelayaran
Didirikan18 Agustus 1950 Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Suyoto[1]
(Direktur Utama)"Dewan Komisaris". Djakarta Lloyd (Persero). Diakses tanggal 13 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)</ref>
(Komisaris Utama)
Layanan
  • Penyewaan dan pengelolaan kapal
  • Pengangkutan barang curah
  • Bongkar muat kapal
  • Keagenan pengapalan
  • Pergudangan
  • Pemanduan kapal
  • Alih muatan kapal
PendapatanRp 625,812 miliar (2019)[2]
Rp 64,679 miliar (2019)[2]
Total asetRp 1,140 triliun (2019)[2]
Total ekuitasRp 521,131 miliar (2019)[2]
PemilikPemerintah Indonesia
Jumlah karyawan
153 (2019)[2]

PT Pelayaran Samudera Djakarta Lloyd (Persero) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga tahun 2020, perusahaan ini memiliki kantor cabang di Tanjung Priok, Surabaya, Sibolga, Bitung, Semarang, Banyuwangi, Benoa, Berau, Panjang, dan Pangkalan Susu.[2]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan di Tegal pada tahun 1950 oleh veteran TNI AL dengan nama PT Djakarta Lloyd. Direktur Utamanya adalah Darwis Djamin yang juga salah seorang pendiri. Perusahaan ini awalnya hanya mengoperasikan dua unit kapal uap untuk mengangkut muatan curah, yakni SS Jakarta Raya dan SS Djatinegara. Pada tahun 1951, Bank Negara Indonesia resmi memegang seluruh saham perusahaan ini. Pada tahun 1961, pemerintah resmi mengambil alih perusahaan ini dan menetapkan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan negara (PN) dengan kantor pusat di Jakarta.[3]

Pada dekade 1970-an, perusahaan ini telah mengoperasikan 22 unit kapal dan melayani pelayaran hingga ke sejumlah negara di Eropa, Asia, dan Australia. Pada tahun 1974, pemerintah mengubah status perusahaan ini menjadi persero.[4] Pemerintah kemudian memperketat aturan mengenai usia maksimum kapal, sehingga pada awal dekade 1980-an, perusahaan ini memesan 5 unit kapal semi peti kemas dan 3 unit kapal peti kemas penuh dari Jepang dan Jerman untuk menggantikan kapal-kapalnya yang mulai menua.

Pada dekade 1990-an, seiring dengan diterapkannya kebijakan laut terbuka, perusahaan ini mulai mengalami kesulitan karena tidak dapat bersaing secara kompetitif. Pada tahun 2015, perusahaan ini pun mengalihkan fokus bisnisnya dari pengangkutan peti kemas menjadi pengangkutan barang curah. Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan ini melakukan pengurangan bunga dan penukaran utang menjadi saham.[5] Perusahaan ini kemudian juga menjalin kerja sama pengangkutan dengan PLN, Pertamina, Antam, Bukit Asam, dan Semen Indonesia, sehingga perusahaan ini dapat kembali mencetak laba.[6][7][8][9]

Armada

Perusahaan ini menyediakan jasa pelayaran samudera dan antar pulau dalam negeri dengan armada sebanyak 14 unit kapal yang terdiri dari:

  • 2 unit kapal peti kemas tipe Palwo Buwono 1600:
    • Bobot mati: 23 600 DWT
    • Kapasitas muatan: 1600 TEU
    • Tahun pembuatan: 2001
  • 3 unit kapal peti kemas tipe Palwo Buwono 400:
    • Bobot mati: 5 700 DWT
    • Kapasitas muatan: 400 TEU
    • Tahun pembuatan: 2000
  • 9 unit kapal tipe Caraka Jaya Niaga III:
    • Bobot mati: 4 180 DWT
    • Kapasitas muatan: 208 TEU
    • Tahun pembuatan: 1997-1998.
    • Keterangan: Digunakan sebagai program Tol Laut

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". Djakarta Lloyd (Persero). Diakses tanggal 28 Oktober 2021.
  2. 1 2 3 4 5 6 "Laporan Tahunan 2019" (PDF). Djakarta Lloyd (Persero). Diakses tanggal 28 Oktober 2021.
  3. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 108 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Oktober 2023.
  4. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 1974" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Oktober 2023.
  5. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 126 tahun 2015" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Oktober 2023.
  6. ↑ http://economy.okezone.com/read/2016/01/27/320/1298124/cerita-bos-djakarta-lloyd-setengah-mati-berusaha-cetak-laba
  7. ↑ http://economy.okezone.com/read/2016/01/27/278/1298180/djakarta-lloyd-targetkan-ipo-di-2020?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news
  8. ↑ http://economy.okezone.com/read/2015/08/18/320/1198128/djakarta-lloyd-dapat-suntikan-dana-rp350-miliar?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news
  9. ↑ http://www.arthanugraha.com/pt-dl-ingin-jadi-perusahaan-pelayaran-dan-jasa-logistik-global/


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan