Rabu, 04 November 2026
22:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Diplomasi dolar

Bagikan:

Diplomasi dolar adalah upaya Amerika Serikat—terutama Presiden William Howard Taft—untuk meraih tujuannya di Amerika Latin dan Asia Timur lewat kekuasaan ekonominya dengan menjamin pinjaman negara-negara asing. Sejarawan,Thomas A. Bailey, berpendapat bahwa diplomasi dolar bukan hal yang baru, karena penggunaan diplomasi untuk mengutamakan kepentingan dagang sudah terjadi sejak Amerika Serikat berdiri. Namun demikian, di bawah pemerintahan Taft, Departemen Luar Negeri lebih aktif mendorong dan membantu bankir dan industrialis Amerika Serikat merebut kesempatan baru di luar negeri. Bailey menulis bahwa diplomasi dolar dirancang untuk memakmurkan masyarakat di luar negeri sekaligus investor Amerika Serikat.[1] Istilah ini diciptakan oleh Presiden Theodore Roosevelt. Roosevelt tidak mau mencampuri urusan Departemen Luar Negeri.[2]

Konsep ini pernah diterapkan di Liberia (menerima pinjaman Amerika Serikat tahun 1913) dan Amerika Latin. Amerika Latin cenderung menggunakan istilah ini dengan konotasi buruk sebagai tanda bahwa mereka tidak setuju dengan peran pemerintah dan perusahaan Amerika Serikat dalam membuka pasar asing lewat kekuasaan ekonomi, diplomatik, dan militer.

Referensi

  1. ↑ Thomas A. Bailey, A Diplomatic History of the American People (1955) p 530
  2. ↑ "Dollar Diplomacy, 1909-1913" U.S. Department of State. 11 March 2008. <http://history.state.gov/milestones/1899-1913/DollarDiplo Diarsipkan 2011-06-01 di Wayback Machine>
Peran
Gelar
kepala
diplomatik
Multilateral
Bilateral-nasional
Bilateral-subnasional
Bilateral-insuler
Menurut portofolio (Atase)
Peran lain
Klasifikasi
Kantor
Jenis
Topik
Dokumen
Topik lain

Templat:William Howard Taft

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan